Belajar Budaya dan Alam Indonesia di Kaliandra (Prigen - Pasuruan)

Tak banyak orang yang tahu tentang Kaliandra di daerah Prigen-Pasuruan (Jawa Timur) ini, minimnya informasi dari internet dan kurangnya promosi dari Kaliandra sendiri menjadikan tempat ini sebagai wisata yang privat dan jarang terjamah para wisatawan atau bisa dibilang Kaliandra ini bukanlah industri wisata yang terlalu dikomersilkan, padahal keindahan dan aktifitas yang ditawarkan Kaliandra sangatlah lengkap.

Jika di Indonesia wisata ini kurang tenar, lain pula wisatawan mancanegara yang banyak mengetahui tempat terpencil ini, terlihat ketika saya mencari informasi di tripavisor, beberapa wisatawan yang memberikan ulasannya berasal dari Canada, Singapore, Perth, Inggris dan banyak bloger asing yang mengupas keindahan Kaliandra. Ketika saya berkunjungpun terlihat beberapa turis asing yang datang dengan menyewa mobil travel untuk menginap beberapa hari.

Sebenarnya untuk mencari lokasinya sangatlah mudah, jika dari Surabaya masuklah melalui patung Gading Taman Safari (Prigen-Pasuruan) kemudian lurus hingga patung Gading yang kedua beloklah kekanan, nah dari patung gading tersebut perjalanan sekitar 3 km lagi dengan beberapa belokan lagi. Ada baiknya setelah belok dari patung gading ke-2 tanyalah ke penduduk sekitar arah menuju ke Kaliandra, karena papan informasi sangatlah minim.

Memasuki Kaliandra saya begitu takjub, dibalik pagar bambu yang sederhana, menyimpan pesona keunikan dan keindahan dari Kaliandra yang kental dengan kesan Jawa-nya namun ada sentuhan seperti Bali. Secara khusus Kaliandra terdiri dari dua area yaitu Bharatapura dan Hastinapura, Bharatapura terletak di dibawah sedangkan untuk Hastinapura terletak diatas, untuk area di Kaliandra mereka menyebutnya sebagai kampung.




Ada juga villa leduk lokasinya privat tidak untuk umum dan sekaligus sebagai tempat tinggal owner Kaliandra. Untuk menikmati satu kampung dengan kampung lainnya bisa menggunakan mobil pribadi, karena jika berjalan kaki kita akan mengelilingi kawasan Kaliandra seluas 18 hektar yang tentunya terasa melelahkan.

Memulai petualangan di Kaliandra sebaiknya isilah perut dahulu di Restaurant Bharatapura yang terletak di kampung bawah atau jika menginginkan pemandangan yang lebih indah bisa mencoba di restaurant Hastinapura. Menu yang dihadirkan kedua restaurant hampir sama dengan menu sehat karena semuanya tanpa MSG dan organik, seperti pesanan saya yang merupakan menu favorit disini adalah gurame bunga kecombrang yang kedengarannya akan sedikit aneh namun setelah dicicipi rasa guramenya sangat segar beraroma bunga kecombrang.



Setelah makan, lalu mau ngapain? Tak usah bingung, di Kaliandra mereka memaparkan 5 + 1 alasan harus ke Kaliandra yaitu pemandangan indah, akomodasi yang artisitik, kegiatan berbasis budaya, pelatihan berbasis alam, pertanian organik dan ekowisata yang semuanya kegiatannya dikelola oleh Yayasan Kaliandra Sejati. 

Progam-progam yang dihadirkan bertema alam dan budaya, contohnya belajar membatik, bermain musik tradisional, outbound dan kegiatan menarik lainnya yang kegiatannya tersedia dalam beberapa paket. Kalau tidak ingin mengikuti paket hanya sekedar ingin berkuliner atau berjalan-jalan seperti saya juga bisa kok, asalkan izin terlebih dahulu melalui reseptionist untuk mengelilingi kampung Kaliandra dengan membawa mobil pribadi.
 
villa leduk

Melewati vila leduk pasti anda akan dibuat kagum akan bangunannya yang sangat megah seperti bangunan peninggalan Belanda, jika berpikir vila ini bangunan kuno? maka salah besar karena bangunan ini baru dibangun pada tahun 2000, area ini merupakan tempat tinggal owner namun juga bisa disewakan dengan harga yang lumayan woow untuk yang menginginkan privasi.

Ketika saya mengabadikan foto vila leduk dari jarak 300 meter, seorang satpam menghampiri dan melarang dengan sopan untuk tidak mengambil gambar vila leduk meskipun dari jauh, karena tidak tahu saya meminta maaf serta menjelaskan bahwa ketika meminta izin receptionist, saya hanya dilarang agar tidak memasuki area vila leduk tetapi tidak dilarang untuk mengambil gambar.

Kampung selanjutnya yaitu Hastinapura yang memiliki fasilitas akomodasi penginapan dan restaurant, perbedaannya dengan Bharatapura, disini pemandangan yang ditawarkan lebih indah karena berada diatas ketinggian dengan pepohonan hutan pinus yang sangat sejuk dengan suara burung-burung yang berkicau dengan bebasnya menambah tentramnya hati. 

You Might Also Like

2 komentar

  1. Pernah lihat halaman keren dan perabotnya yang megah di dalam villanya cuma di layar lebar, tepatnya jadi salah satu setting film "Tenggelamnya Kapal Van Der Wijrk" hehe

    ReplyDelete
  2. Yah, gak sempat lihat filmnya :(

    ReplyDelete