Nasib Paspor 24 Halaman

Tahukah anda jika Kantor Imigrasi di Indonesia mengeluarkan dua jenis halaman paspor? Ya, ada dua halaman paspor 24 hal dan 48 hal. Kedua paspor ini memiliki bentuk, warna halaman dan masa berlaku yang sama lima tahun. Jadi perbedaannya terletak hanya pada jumlah halamannya saja. Konon kedua paspor ini memiliki fungsi dan derajat yang sama meskipun berbeda harga.

Sebelumnya, jenis paspor 24 hal dikhususkan untuk TKI atau untuk jamaah haji/umroh yang masa berlakunya hanya tiga tahun. Namun pada tahun 2010 Direktur Jenderal Imigrasi memberikan keputusan penegasan baru bahwa paspor 24 hal ini memiliki derajat yang sama dengan paspor 48 halaman.

Entah mengapa dari tahun 2010 hingga 2015 ini, pamor dari paspor 24 halaman masih melekat hanya untuk TKI. Pemilik dari paspor 24 hal dan 48 hal pun masih dibeda-bedakan. Nasib pemilik paspor 48 halaman nasibnya tentu saja lebih bagus daripada 24 halaman. Pada tahun 2015 ini biaya pembuatan paspor 24 halaman adalah Rp 155.000,- sedangkan paspor 48 hal adalah Rp. 355.000,-

Sebenarnya artikel saya ini buat karena sebuah gambar di imigrasi.go.id yang menampilkan gambar paspor 24 hal dan 48 hal yang tertulis “Fungsi dan Derajat kami sama lho…” Lewat gambar tersebut saya teringat dengan nasib anak saya yang saya buatkan dengan pilihan paspor 24 halaman.

Ya, tahun 2014 yang lalu saya sengaja membuatkan paspor anak saya yang berumur belum genap 3 tahun dengan paspor 24 hal. Saya membuatkan paspor ini dengan sistem pendaftaran online (baca : cara membuat paspor anak online). Lewat pendaftaran online ini saya memasukkan data-data anak saya lewat internet dan melakukan pembayaran melalui bank BNI. Setelah proses pendaftaran dan pembayaran, pembuatan paspor bisa diproses sesuai dengan imigrasi yang saya pilih.

Mengapa saya pilih paspor 24 hal? Waktu itu saya membaca di Internet, menerangkan jika paspor 24 hal sama saja dengan 48 hal. Bahkan saya juga membaca dengan jelas Surat beserta Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi No. IMI.1040.GR.01.01 Tahun 2010 yang menegaskan bahwa Paspor 24 dan 48 halaman memiliki derajat yang sama. Keputusan yang saya buat juga karena pertimbangan bahwa anak saya ini nantinya jarang saya ajak traveling ke luar negeri, cukup 1 atau 2 tahun sekali. Toh, bukankah dengan paspor 24 hal masih banyak hal yang tersisa untuk cap paspor. Saya pun mantap untuk memilih paspor 24 hal beserta resiko yang akan saya tanggung jika saya diremehkan. Jadi pilihan saya bukan karena faktor uang yang lebih murah daripada 48 hal, namun atas dasar kebutuhan perjalanan yang saya perlukan.

Sewaktu pembuatan paspor, dari awal pembuatan yaitu penyerahan arsip, saya sudah ditanya “Kenapa buat paspor 24 hal?” Saya menjelaskan jika hanya digunakan traveling sebatas Negara Asia dan yang pertama Singapore. Malah yang saya heran si petugas ini tanya ke teman sebelahnya “Iso tah paspor 24 hal digawe nang Singapore?” Dalam hati tanpa beragumen bukankan surat edaran ini juga sudah dikeluarkan sejak tahun 2010 dan bahkan diwebsitenya pun sudah jelas tertulis. Entah ini sengaja membuat hati saya ciut untuk membuat paspor 24 hal atau mereka memang belum membuat sosialisasi. Jika bukan karena pembayaran lewat online, waktu itu pasti saya sudah upgrade paspor ke 48 hal. Sayangnya jika pembayaran lewat online maka pembayaran akan hangus jika diganti dengan paspor jenis lain, karena itulah saya ngotot tetap membuat paspor 24 hal.

Selesai di penyerahan berkas, saya dan anak saya melanjutkan pembuatan paspor dengan wawancara. Seperti saya duga sebelumnya pertanyaan yang dilontarkan pun terkait dengan pilihan memilih paspor 24 hal. Akhirnya setelah saya beragumentasi, petugas ini pun menyampaikan pesannya “Ingat ya nanti kalo sudah masa berlakunya habis, bikin yang paspor 48 hal!!!” Karena saya sudah malas untuk beragumen lagi, saya pun mengangukkan kepala tanda setuju.

Paspor-pun saya dapatkan dengan penuh perjuangan. Namun, nasib paspor 24 hal anak saya tidak berakhir sampai disini saja. Ketika saya dan anak saya berangkat ke Singapore, melalui Imigrasi Bandara Juanda Surabaya nasib paspor 24 hal kembali diuji. Masih teringat dengan jelas wajah dan nama petugas bandara yang menyapa saya dengan ramah. Saya menyerahkan paspor saya yang 48 hal, ada senyum merekah diwajahnya sambil menyapa anak saya “Halo adek?” lalu saya menyerahkan paspor anak saya 24 hal untuk di cap paspor. Si petugas tadi yang senyum ketika melihat paspor 48 hal tadi, langsung tertawa mengejek melihat paspor 24 hal. “Masih ada ya paspor 24 hal (dengan iringan senyum kecut).

Mendapat perlakuan di Imigrasi Indonesia seperti ini, sepanjang perjalanan menaiki pesawat menuju Singapore nyali saya ciut. Saya berpikir “Bagaimana kalo anak saya ditolak masuk Singapore?Bagaimana nasib hotel dan pesawat pulang saya nanti jika kami dideportasi karena memiliki paspor 24 hal. Melewati imigrasi Singapore badan saya serasa panas dingin ketika menyerahkan paspor anak saya untuk di cap, namun tanpa banyak kata petugas malah menyerahkan paspor lagi setelah di cap dengan kalimat “Welcome to Singapore”. Ngenes kalo saya ingat di Negara sendiri malah saya diejek sedangkan di Negara lain tidak dipemasalahkan.

Saya kemudian merenung menyalahkan diri saya sendiri karena memilih paspor 24 hal. Suatu saat nanti saya ingin membuktikan bahwa saya juga mampu membuat E-paspor 48 hal. Katanya ada pula wacana penghapusan untuk paspor 24 hal, kalo memang benar saya malah sangat setuju biar tidak ada lagi traveler yang nasibnya seperti anak saya. Saran saya bagi semua traveler, pikir-pikir lagi jika ingin membuat paspor 24 hal, ada pula yang mengatakan jenis paspor ini tidak bisa digunakan untuk visa Korea, Australia, Amerika dan Jepang bahkan haji/umroh. Melalui website imigrasi adapula fasilitas Lapor jika kita mengalami perlakuan buruk tentang paspor 24 hal, namun saya cukup menyalahkan diri sendiri saja yang “Buat anak kok coba-coba”



Sama-sama tertulis paspor ini berlaku untuk seluruh dunia


Note :
(Mohon maaf jika artikel ini akan menyinggung beberapa pihak. Artikel ini saya tulis berdasarkan kejadian yang pernah saya alami)

Adakah yang memiliki paspor 24 hal yang nasibnya seperti anak saya? ….

You Might Also Like

120 komentar

  1. Wah...baru tau kalau ada perlakuan khusus paspor 24 halaman.Berarti harua diingat ingat ya kalau bikin paspor 48 halaman.Kebetulan paspor dua krucils saya habis masa berlakunya Des 2014 kemarin dan belum saya buatkan yang baru.Padahal ada rencana jjs lagi ke SIN.Makasih ya infonyaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, kalo ngga mau ribet kayak saya :)

      Delete
  2. Aku juga karena postinganmu pake paspor 24 H untuk anak :D
    iya sih ditanyain yang mana yang 24 H
    tapi gak papa biasanya ^^ disini aja yang rada2 suka beda-bedain --"
    aku alhmadulillah aman2 aja
    kalau emang kudu diapus ya diapus aja ya daripada setengah2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah mba kalo ga di diskriminasi, intinya di luar negeri sana si paspor 24 ga dipermasalahin :)

      Delete
  3. makanya pas bikin paspor anak kmrn, aku lgs bikinin yg 48ajamba..drpd susah ujung2nya -__-. aku aja yg traveling rutin tiap thn , ttp ngerasa 48 halaman itu kebanyakan sbnrnya... tp mo gmn lg yak... drpd diremehin -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aq juga kalo tau ribet kayak gini gak bakal buat si paspor 24. Rasanya kalo anak yg diremehin lebih sakit hati daripada saya yg diremehin.

      Delete
  4. Aku pake paspor 24 halaman.

    Bukan bermaksud menyulitkan diri sendiri, hanya saja ingin meluruskan yang bengkok :p

    Paspor 24 halaman bisa untuk umum, tapi kenapa "ditutupi"?

    Alhamdulillah Saya tidak mengalami kesulitan saat keluar Indonesia, masuk & keluar Singapore serta masuk & keluar Malaysia.

    Semua tidak membedakan paspor 24 atau 48 halaman. Wong sama sama paspor kok.

    Jadi kalau cukup 24 halaman kenapa bikin yang 48 halaman? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru aja bikin Paspor 24 buat sekeluarga nih,terinspirasi sama komen ini, "meluruskan yang bengkok" dan 24 halan juga sudah cukup.
      Tinggal tunggu pengalamannya di imigrasi nanti, harusnya juga lancar jaya..wong sama sama paspor
      BTW very nice info loh.. thx

      Delete
    2. sukses ya mba :) kadang memang pengalaman orang berbeda-beda, saya hanya meluruskan aja.

      Delete
    3. paspor saya juga 24h ga da masalah waktu bikin di imigrasi bogor,petugasnya juga ramah2, waktu berangkat ke singapur iya ditanyain saat ticketing "kok paspor24?ini kan buat TKI" trus saya jawab "mas ga tau ya undang2nya dah keluar, paspor ini bisa dipake siapa aja." petugas tiketnya langsung nahan marah tapi ga bisa jawab apa-apa, puas2 kesel si, tp mang ga ada masalah di singapur maupun malaysia, jadi tenang aja yg punya paaspor 24h, tapi untuk negara yang bervisa klo kata petugas imigrasinya memang tidak boleh.

      Delete
  5. Jauh amat beda harganya. Ya tetep pilih 24 hal ya kl sama aja..ato dihapusin sekalian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu thn 2014 selisihnya 100 ribu mba, waktu itu 48 hal 255ribu. Tahun 2015 ini paspor 48 hal mengalami kenaikan, tapi desainnya jadi lebih bagus, sampulnya berwarna tosca dan halamannya ada gambar kekayaan alam Indonesia :)

      Delete
  6. Suka dengan tulisannya. Kenapa juga masih di"ada"kan kalau memang setengah2. Saat menggunakan e paspor memang terasa canggih dan kekinian tapi masalahnya juga masih banyak. Yang lama belom kelar masalahnya sementara yang baru menambah masalah

    ReplyDelete
  7. aku juga udah tekad kuat anakku mau dibikinin paspor 24 hal aja. eh sampai kantor imigrasi ternyata ga bisa, 24 hal available di pusat aja, aku bikinnya di imigrasi cabang gitu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya ini juga bukan di pusat, di Imigrasi Klas III

      Delete
  8. Paspor saya suami dan 3 anak saya 24 halaman mbak, saya urus yg 24 halaman karena hemat biaya. Urus di Kediri lewat pendaftaran online. Pegawai imigrasi nya nggak ada yang mempertanyakan kok pakai 24 h. Yang mempertanyakan waktu berangkat ke Malaysia dari bandara juanda, petugas imigrasi menanyakan kenapa paspor 24 halaman, saya jawab nggak sering ke luar negeri, kalau liburan saja, kalau di Malaysia Singapura nggak masalah. Sepertinya itu tergantung petugas imigrasi nya, terus untuk kunjungan ke luar negeri berikut nya, kalo di paspor sudah banyak stempel, pasti nggak ditanya macem2.

    ReplyDelete
  9. Halo Mbak,

    Saya baru mau bikin paspor. Kmrn sempet seneng karena liat di halaman imigrasi ada sosialisasi paspor yg 24 halaman jadi saya pikir bisa lebih murah toh saya juga ga banyak bepergian. Tapi setelah saya telusuri, banyak blog yang bilang bahwa ada diskriminasi antara paspor 24 & 48 halaman. Saya jadi ragu. Kebetulan di kasusnya mbak, paspornya dibuat bepergian di negara bebas visa, kalo untuk ke eropa gimana ya mbak? Kira-kira nanti ada masalah ga ya sama paspor 24 hal? Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kyknya gak bisa untuk negara yg bervisa seperti korea, jepang, australia apalagi eropa. Karena ngga ada transparansi makanya masalah visa untuk paspor 24 kurang jelas juga, saran saya sih kalo memang udah niat rencana ada ke Eropa mending yg 48hal atau e-paspor 48 yg bisa bebas visa Jepang. Sy aja kalo habis rencana yg e-paspor aja, males adu argumen dengan pihak imigrasi lagi

      Delete
    2. Hai mbak, bulan Mei 2015 kemarin saya perpanjang paspor dan saya memilih yang 24 halaman dengan pertimbangan jarang pergi ke luar negeri.
      Bulan Juni 2015, paspornya saya pakai masuk ke Perancis dan Belanda, alhamdulillah nggak ada masalah.

      Memang sepertinya banyak petugas imigrasi yang belum tahu bahwa paspor 24 halaman memiliki fungsi yang sama dengan paspor 48 halaman sekarang ini.

      Delete
    3. Wah serius bisa ke Eropa, seneng banget bacanya huhuhu..,, kayaknya petugas imigrasi harus baca artikel ini, hapus diskriminasi paspor 24 hal

      Delete
    4. Konyol bgt y klo dibilang petugas imigrasi gak/blm tau, yg seharusnya mereka lbh khatam dr masyarakat umum :D Bbrp minggu lalu gw nganterin ponakan perpanjang paspor dr 48 hal ke 24 hal, ada oknum yg maksain tuk dibikin 48 hal skaligus ngancem, "klo nanti mau diubah ke 48 kita gak bisa ya". Yg paling trliat sih alasannya bukan gak/blm tau, tp males ngurusin request masyarakat n lbh menguntungkan, krn emang yg 48 jauh lbh mahal ^_^

      Delete
    5. Ow iya, keren jg tuh trnyata bisa ampe Eropa, nice info. Krn kmrn jg salah satu petugas ada yg bilang klo ke Australia gak bisa pake 24. Emang sih y tiap negara mgkn memberlakukan aturan beda2

      Delete
    6. Setahu saya memang kalo Australia dari sananya memang ngga ngebolehin pake paspor 24 hal. Kalo sekarang saya lagi cari info, mau ke Jepang tahun depan bisa ngga pake paspor 24 hal... Mudah-mudahan bisa, kasihan ortunya nanti dilolosin eh anak saya yang pake 24 hal di tolak.

      Delete
    7. Nah iya kan, tiap2 negara beda2. Yaa seharusnya si imigrasi mempermudah masyarakat y dengan kasih info scara transparan n detil, n ttp layani masyrakat dengan baik

      Delete
    8. saya dikasi tw sama orang kantor saya yg dulu hidup dijepang,klo mw kejepang pake e-passport aja biar visanya gratis

      Delete
  10. Wah, infonya keren banget. Makasih atas sharingnya mak! ^__^

    ReplyDelete
  11. mau tanya kalau paspor 24 hal apakah bisa di upgrade menjadi paspor 48 hal? kebetulan masa berlaku paspor belum habis.. masih 2 tahun lagi.. mohon infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya ngga bisa, harus nunggu paspor habis dulu

      Delete
    2. bisa aja ditukar, kalau gak bisa dikoyakkan aja sedikit atau tumpahin air trus tukar di imigrasi bilang passporny rusak, biayanya juga sama

      Delete
  12. Barusan meluncur ke wbsite untuk daftar online paspor 24h, tapi pas pemilihan jenis paspor hanya ada untuk paspor 48h dan epaspor48h..
    Apakah skrg udh ga bisa daftar online u tuk paspor 24h?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kapan hari sy juga ngecek di websitenya untuk pilihan paspor 24 hal online, kyknya tahun 2015 ini sudah dihapus. Bisanya pendaftaran langsung. Saran saya sih pilih 48 hal aja mbak.

      Delete
  13. Paspor 24 halaman udah Saya rangkum di

    https://www.facebook.com/notes/backpacker-dunia/paspor-24-halaman/10152354684129678

    Ada pengalaman nyata teman teman juga loh yang pakai paspor 24 halaman ke USA, Jepang, Umrah.

    ReplyDelete
  14. Sebenernya sy menyayangkan isi renungan mbak, krn yg patut direnungin itu knp sih masyarakat/petugas di negara kita malah memperlakukan qt bgitu. Sy jg saat bikin paspor yg 24 halaman buat umroh, malah teller bank sempat nanya ke temennya yg lbh ngerti, trus pas diwawancara jg. Alhamdulillah saat penggunaan sama sekali gak ada masalah sama sekali.
    Klo sy jd mbak malah tetap bandel dengan penggunaan 24 halaman, toh gak ada bedanya ma 48 hal fungsinya. Kecuali klo nanti emang yg 24 halaman udah dihapuskan, itu beda lg kondisinya, dan seharusnya klo emang kudu yg 48 hal, hapusin aja yg 24 halaman, jd masyarakat jg gk bingung.
    Wkt dl sy bikin paspor, emang ada ketakutan, ampe akhirnya sy bawa print-an undang2/pasal menyangkut fungsi 24 n 48 halaman, jd sy berargumen dengan data/bukti otentik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Renungan saya memang sedikit sombong. Memang jika anak yang diperlakukan tidak adil, rasanya lebih menyakitkan. Beda cerita kalo yang mengalami saya sendiri pasti saya tidak akan semarah ini.

      btw, paspor 24 hal bisa ngga sih buat umrohnya? Mungkin bisa dibagi ke teman-teman lainnya :D

      Delete
    2. Saya jg sombong gak mau ngalah, mbak :D Tapi krn saya yakin gak salahi aturan, emang bnr2 dah diskriminasi n birokrasi negara qt tercinta ini :)
      Naaah, justru sy bikin tuh paspor alasannya karena mau umroh. Alhamdulillah Februari 2015 lalu sy dilancarkan ibadah n sgala macam administrsi dari berangkat ampe kembali ke tanah air.

      Delete
    3. Suka dengan semangatnya :D qta harus nyentil birokrasi jika ada yg salah. Makasih infonya, ternyata paspor 24 hal bisa buat umroh. Insya allah tahun depan mau coba paspor 24 hal buat visa Jepng, penasaran bakalan dipersulit ngga sih.

      Delete
    4. Hehehehe, kadang suka gemes aja ma yg bgituan di negeri ini *asik
      Nah, klo ke Jepang coba cr info sbanyak2nya dl deh, mbak. Krn kyk paspor 24 ato 48 ini, itu katanya tergantung gmn deal2an negara tersebut ma negara kita, krn ada yg takut menyalahgunakan, pake 24 hal blngnya liburan, taunya malah kerja :D

      Delete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. baru aja bikin paspor via online.
    di menunya sekarang cuma ada paspor biasa 48H sama paspor untuk TKI.
    apa paspor umum 24H bener2 mau dihapus ya?

    ReplyDelete
  17. Iya, gw lupa kmrn kasih info. Di online emang udah gak ada option 24H. Entah apa krn emang mw direalisasiin penghapusannya, tp untuk bikin lgsg masih ada. Belum 1 bulan ponakan gw perpanjang dari 48H ke 24H

    ReplyDelete
  18. malam mba,
    saya juga pakai 24h,pas buat dibogor tahun 2013,,sempet debat,tapi saya bilang apapun resikonya biar saya tanggung disana,,
    sampai juni 2015 kemarin,
    uda 3 x ke sing,2 x ke kl dan ke bangkok..
    semua aman mba

    ReplyDelete
  19. asalamualaikum smuanya.. cuma pgn pastiin aja apa paspor 24h bnr2 bs bwt umroh?? coz awal thn dpn saya sekeluarga ada rencana umroh n lanjut ke KL.. thx sebelumnya..

    ReplyDelete
  20. Bisa! Mbak bs liat d komen2 sy sblmnya. Jan-Feb lalu Alhamdulillah sy br umroh. Minggu lalu sy br balik dr Sin-Malay

    ReplyDelete
  21. Bisa! Mbak bs liat d komen2 sy sblmnya. Jan-Feb lalu Alhamdulillah sy br umroh. Minggu lalu sy br balik dr Sin-Malay

    ReplyDelete
  22. Trimakasih postingan nya ya... membantu bangt buat saya yg mau bikin paspor ut dua anak saya...

    ReplyDelete
  23. Waahh, seru abis baca postingan disini.. Sy baru aja entri data ke paspor 48 hal online (belum bayar ke bni), setelah baca artikel dan komen para suhu diatas, pengen beralih ke paspor 24 hal, krn emang ga sering2 amat pergi ke luar negeri,... Apa masih bisa dirubah di kanim? Mohon pencerahan nya.. Makasii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo gak salah, n klo gak buru2 jg, kyknya ada masa gugurnya tuh pendaftaran yg masuk, gw lupa brp lamanya, jadi didiemin aja tar gugur sndiri. Klo dah gugur baru deh daftar lg yg 24 hal, tp skrg yg 24 hal dah gak bisa via online lho y. Ato cb aja lgsg daftar yg 24 ke imigrasi, coba2 aja, krn kan beda cara jg, yg satu online, yg satu daftar langsung di tempat

      Delete
    2. Iya di pendaftaran online emang ga tersedia lagi yg 24 halaman untuk perseorangan,.. Jd besok mau coba samperin ke kanim ajah, biar ngerasain serunya bikin paspor... Thanks sob..

      Delete
    3. Serunya persiapin diri aja berdebat demi mempertahankan 24 hal, smoga dpt petugas yg gak rese :D

      Delete
    4. saya bikin pasport 24h, ga ada yg rese di imigrasi bogor, dari satpam ampe yg wawancara ramah semua

      Delete
  24. Baru urus Passport 24 halaman di Imigrasi Jakarta pusat, sdh kelar, baru sy ambil passportnya

    ReplyDelete
  25. Nah, ketemu juga artikel tentang paspor 24 halaman.
    Sharing pengalaman. Saya barusan juga bikin paspor baru di imigrasi jogja yang 24 halaman soalnya (mungkin) bakal ga sering-sering amat keluar negeri. Pas dibagian penyerahan formulir ditanyain sama petugasnya, "Ini yakin mau bikin paspor yang 24 halaman? di beberapa negara ga bisa pakai paspor 24 halaman loh". Denger kayak gitu jadi ragu, cuma karena udah liat situs imigrasi yang bilang 24 halaman = 48 halaman ya cuek aja. Terus disuruh keluar dan tunggu dipanggil buat wawancara. Eh, pas wawancara juga sama aja. Disitu juga ditanyain lagi sama petugasnya (yang lain) kayak gini, "ini bener mau 24 halaman? yakin bisa ke negara tujuan pakai paspor 24 halaman?". Nah lo, saya ditanyain lagi. Jadi tambah ragu. Ini kok orang imigrasi nakut-nakutin ya? Mana nakut-nakutinnya pakai asumsi lagi. Iya asumsi. Mereka ga ngasih tahu negara mana yang nolak paspor 24 halaman cuma berandai-andai dengan kalimat "apakah bisa?" atau "yakin mau bikin paspor 24 halaman? nanti ga bisa masuk ke negara tujuan lo". Aneh kan? Ini motifnya apa coba? ._.
    Toh kalau benar-benar ada mereka (seharusnya) udah punya list negara yang nolak paspor 24 halaman (secara orang imigrasi). Jadi ya konsumen yang ingin pergi cuma ke negara tertentu sekali- sekali bisa lebih tenang dengan biaya yang lebih rendah Ga musingin ._.
    Tapi ya karena udah jadi tinggal dibuktiin aja, toh di halaman paspornya bisa ke semua negara dan di situs imigrasi juga statusnya setara. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, ya kyk yg gw komen sebelumnya, siap2 berargumen aja. Gak ngerti motifnya apa, apakah ada keuntungan finansial lebih dari pembuatan yang 48 hal, ato ada alasan lain. Dan memang bgitu, mereka sndiri cuma mancing2 n nakut2in aja, tanpa kejelasan, atau jgn2 mereka sndiri gak ngerti negara2 tertentu tersebut :D

      Delete
    2. Dari sekian komentar, yg satu ini yg persis bgt sama pengalaman dan kritik batin saya terhadap petugas imigrasi. Hahaha!!!
      Btw, paspor 24 ke australia beneran ditolak nggak ya? Tau negara mana aja yg nolak 24 nyari dimana sih?
      Btw, paspor 24 ke australia beneran ditolak nggak ya? Tau negara mana aja yg nolak 24 nyari dimana sih? Masih belum dapet pencerahan buat info daftar negara yg nolak 24 nih heuheu

      Delete
  26. Niat bsk mau bkin paspor yg dah exp,cek di web imigrasi jak-ut ada yg papor 24hal hrg murce bgt jd tertarik bkin.tp sblmnya mau liat review org" dl cek di google nemu postingan ini pas bgt,thx y helpfull sekali... mdh" lancar n gak pk debat di ktr imigrasinya ntr 😊😁 smoga di ksh kesabaran yg byk dsno.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Debat bneran sih nggak, itu istilah biar seru aja, hahaha. Yg pnting bertahan ma yg kita mau aja, siap2 dpt petugas yg ngeyel n sentimen aja :D

      Delete
  27. Hi Mba Vika,

    Mau share aja kalau tahun 2014 aku apply paspor 24 halaman di kantor imigrasi Jakarta Kota dan ga ada omel2an apapun dari petugas imigrasinya. Paspor itu kemudian aku pake traveling solo backpacker, overland border-crossing ke 5 negara sekaligus: Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam daaaaan ga ada petugas imigrasi di borders yang mempermasalahkan. Padahal petugas2 di borders menurutku jauh lebih horor daripada petugas2 di bandara haha.

    Waktu mau berangkat sempet kram perut sih Mba gara2 iseng gugling perbedaan paspor 24 hal dan 48 hal, secara ini traveling sendiri dengan itin yang super maksa. Klau dari awal tiba di Singapura udah kenapa2 karena paspor kan mamam. Tapi alhamdulillah bener2 ga ada masalah apapun sampai aku tiba di Jakarta lagi.

    Jadi kalau rencana 5 tahun ke depan cuma mau traveling ke Asia Tenggara sebaiknya apply yang 24 halaman, lumayan selisih uang 200rb bisa dipergunakan untuk tambahan uang saku :)

    P.S. Tahun 2016 aku ada rencana ganti e-paspor sih Mba karena ada rencana mau travel ke Jepang 2x, bukan karena takut paspor 24 halnya ga bisa dipake buat masuk (karena temen udah buktiin dia bisa masuk dengan paspor itu) tapi biar ga rempong ngurus visa lagi ke depannya. Secara biaya visa 320rb, kalau 2x kan udah 640rb. Hampir sama dengan biaya e-paspor :))

    - RISKA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin saya sama anak juga habis dari KL, dan petugas imigrasinya pun tidak mempermasalahkan lagi kayak pengalaman pertama kemarin. Mungkin karena banyak complain masyrakat tentang paspor 24, jadi sekarang paspor 24 sangat aman dan tidak dibedakan :)

      Delete
  28. Brarti emang gk merata sosialisasi prosedur pembuatannya k kantor2 imigrasi d sluruh wilayah Indo, oknum tuh. Justru klo udah jalan yg malah lancar2 aja d negara mana jg

    ReplyDelete
  29. Kalau saya mengurus di Jakarta Selatan. Untuk anak saya memilih 24 halaman tidak masalah.

    ReplyDelete
  30. Kalau 2015 ini berapa biaya yang 48 hal?

    ReplyDelete
  31. Kalau paspor yg 24 halaman apa dapat desain yg baru juga atau desain baru hanya untuk paspor 48 halaman?

    ReplyDelete
  32. Paspor 48 halaman cocok untuk mereka yang dalam 5 tahun (masa berlaku paspor) sering bepergian ke luar negeri karena hampir setiap berkunjung ke 1 negara paspor Anda akan dicap (stempel) oleh petugas Imigrasi negara yang Anda kunjungi.
    Kalau Anda jarang ke luar negeri pakai paspor 24 halaman, masa berlaku paspor sudah habis tetapi masih banyak halaman yang kosong yang belum dicap (mestinya pemerintah menerbitkan paspor 12 halaman, cocok bagi warga negara yang jarang bepergian antar negara).

    ReplyDelete
  33. ya sabar sajalah, saya juga bikin elektronik paspor terpaksa biar bsa masuk jepang tanpa visa. yg pntg dapat paspor. intinyakan paspor kn ya. utk imigrasi ya gitulah mereka sejak dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman berikutnya tentang paspor 24h saya sih, lancar dan tanpa diskriminasi lagi. Mungkin saat ini sosialisasinya sudah merata :)

      Tapi tetap, kalo paspor sudah habis, mau pake e paspor lumayan ngurangin antri di imigrasi luar, tanpa harus antri manual, cukup gesek aja hehehe

      Delete
  34. Mau nanya mbk. Paspor tki sama paspor biasa bedanya pa ? Semisal saya tki Taiwan deh abis finish kontrak pengen main ke Malaysia dulu sebelum pulang indo? Itu bisa gk ya mbk? Thx

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang tidak ada perbedaan tentang paspor biasa sama paspor tki, semuanya sama. Jadi boleh kok ke Malaysia dulu :)

      Delete
  35. https://www.lapor.go.id/id/1148700/perbedaan-paspor-24-halaman-dan-paspor-48-halaman.html

    mungkin ini, coba dibaca lampiran di halaman terakhir.. hehe.. sebenarnya sosialisasi sudah dilakukan, tapi di negara yang mengeluarkan Visa mungkin belum merata..

    jadi, keputusan ada di tangan Anda kan :)

    ReplyDelete
  36. Kalau paspor biasa yang halamam paspornya udah penuh cop tapi paspor itu masih berlaku dua tahun lg,bjsa nggak disambung lg atau di tukar menjadi e paspor?

    ReplyDelete
  37. Kalau paspor biasa yang halamam paspornya udah penuh cop tapi paspor itu masih berlaku dua tahun lg,bjsa nggak disambung lg atau di tukar menjadi e paspor?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa ganti paspor, syaratnya sama kayak perpanjangan paspor habis berlaku. boleh pakai paspor biasa atau e paspor.

      Delete
  38. Thanks postingan nya mba.pengalaman yg sama.
    Cerita sedikit saya baru saja buat passport yg 24 hal. Dan saya merasa tersinggung saat mau menyerahkan arsip untuk membuat passport. Ditanyain terus "mba TKI ya ?kalo mau bikin 24 hal udah bisa nih jadi TKI"
    Saya hanya diam dann tersinggung oleh perkataan bapak tersebut. Setelah mengambil passport pun demikian saya ditanyain lagi "mba TKI ya??"
    Lalu saya bilang "kenapa saya selalu dibilang TKI hanya karena buat yg 24 halaman!!! "
    Dan petugas pun cuma diam aja setelah saya ngomong begitu..
    Jadi sampai sekarang saya cemas. Padahal cuma mau kesingapore aja. Saya bukan org travelling juga. Untuk apa buat yg 48 halaman kalo yg 24 aja masih banhak lebihnya!!
    Setelah lihat postingan mba kalo datang kesingapore ternyata di welcome in sama org negeri sana. Saya jadi sedikit tenang 😂soalnya baru minggu ini mau berangkat hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau saya sih, kenapa juga harus tersinggung kalau dibilang TKI? Orang kerja kok, gak minta-minta, gak korupsi.

      Delete
    2. Lagian sapa yg bahas soal ketersinggungan dibilang TKI, yg dishare d sini kan soal gagal paham oknum2 yg masih byk gk ngerti ato pura2 gak ngerti tntang 24 hal

      Delete
    3. Petugas imigrasi yg sok dan belagu ga nyadar ya, klo TKI it nyumbang devisa , sdngkan dia d gaji ngabisin devisa,, ,hehe

      Delete
  39. well... mungkin masih kurang sosialisasi akan UU peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah ke bagian2 di bawahnya sendiri untuk passport 24 hal ini. Namun sedikit share e-Passport, ini pun ga menjamin semua lancar dan lebih baik, contohnya kejadian saya dimana buat e-passport ketekuk di jalan pas di eropa eh... akhirnya ga bisa scan pada saat saya di Belanda, then harus sampai ditahan di imigrasi bandara, di tanya2 ini itu...dan itu tidak hanya di Belanda dan semua negara di Eropa sisanya (travelling) akibat ketekuk doang dikit pada saat di tas doang...kacau setiap kali masuk keluar bandara ga bisa di scan jadi manual dan pasti ditahan diimigrasi....hadehhh, sesuatu banget. Punya e-passport ga boleh ketekuk, ga boleh kena panas, basah dikit ga boleh, ga boleh kena elektromagnet baik daya kecil or sedang pun. Jika dikatakan bebas visa, saat ini baru Jepang saja belum di negara2 lainnya....untuk negara lainnya bebas visa e-passport saya rasa implementasinya masih lama kedepan, jika tau gini mending ak buat visa biasa saja T_T"....pulang dari luar ngurus kerusakan bayar lagi ak, sesuatu banget ahahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduh saya takut buat e-paspor jadi galau denger pengalamannya, padahal rencananya mau buat e-paspor karena paspor saya reguler yang 48 halaman mau habis maret ini :(

      Delete
    2. Wah, keren nih share, bermanfaat bgt 😉

      Delete
    3. Wah, keren nih share, bermanfaat bgt 😉

      Delete
  40. mantap kak artikelnya, sangat membantu.terima kasih.
    berarti lebih recommended ngurus yang 48H sj ya kak --"

    ReplyDelete
  41. saya kemarin baru saja buat paspor 24 halaman di imigrasi pemalang.. wawancaranya emang agak ribet sampe saya aja lumayan keder. maklum traveler ingusan.. hehe..sampe hari ini saya belum bayar di bank. mudah2an semuanya lancar jaya..

    ReplyDelete
  42. Aman2 aja bikin pass 24hal di kanim Bogor. Cuma pas wawancara, petugasnya agak judes, karena ngelihat tampilan saya yang "nggak banget" mau bikin paspor ke luar negeri.
    Pas di bandara aman2 aja, cuma pas pulangnya di soetta petugas imigrasinya yang bingung. Nanya "Kok paspor-nya begini Mas?"
    Saya jawab, "Lho kenapa? Pas pergi nggak ada masalah. Masa saya ditolak masuk ke negara sendiri?"
    Trus aman2 aja...

    Saran saya sih, kalau ada pegawai imigrasi yang masih beda2in passpor 24hal ya marahin aja. Kalau perlu bodoh2in. beda 24 sama 48 kan ada pada tarif. Mereka punya target untuk ngejar pendapatan dari paspor, wajar aja mereka rekomendasikan yang 48hal biar target tercapai. (malah ngelantur)
    Yang pasti JANGAN TAKUT BIKIN PASPOR 24HALAMAN kalau pergi ke LN sesekali aja.
    Trims, dan maaf

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah jgn dibodoh2in donk mas, kita kan bangsa cinta damai :D kalo bisa dijelasin dengan baik, ngga perlu dibuat geger hehehe

      Delete
  43. Mohon dengan sangat kepada pihak yang berwenang (Direktur Jenderal Imigrasi) untuk segera mensosialisasikan bahwa fungsi dan derajat Paspor 24 hal dan 48 halaman adalah SAMA , perbedaan hanya pada fisik jumlah halaman saja. Agar kami warga negara indonesia tidak mengalami diskriminasi. Terima kasih

    ReplyDelete
  44. Mbak, aku mau perpanjang passport pas daftar online kenapa passport 24 halaman udah nggak ada ya? Yang ada hanya option 48 halaman? Coba googling ternyata passport masih 24 halaman masih ada, kenapa nggak ada opsinya di ipass.imigrasi.go.id ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. 24 hal emang udah gak bisa daftar onlime, kudu lgsg ke TKP

      Delete
  45. nice info mbak, ijin share ya :) . barusan terjadi di saya. ke vietnam takut nya gak bisa kata salah satu petugas nya, gak tanggung jawab kalo ada apa2 -_-, langsung aja deh bikin yg 48 lembar

    ReplyDelete
  46. Kmrn saya ke kanim bogor untuk buat paspor 24 hal, karena di website imigrasi ditulis bahwa sudah tidak dapat mengurus paspor 24 halaman melalui online. Namun ternyata ketika proses wawancara petugas bilang kanim bogor skrg sdh tidak lagi menyediakan paspor 24 halaman. Otomatis saya harus buat yang 48 halaman, huffft tau gitu saya bikin online ajaa lbh cepat. Sudah antri lama ujung2nya 48 halaman juga. Oia ktpnya hrs ektp ya, soalnya kl bentuknya bukan ektp hrs bikin surat keterangan pernah rekam ektp di disdukcapil, tp cepat sih urusnya hanya 5 menit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you dear sudah share pengalamannya :D

      Delete
  47. Saya kemarin baru bikin paspor di imigrasi jogja, rencana mo bikin 24 halaman aj secara lebih murah dan jarang ke luar negeri karena tujuan bikin juga buat umroh, pas ditanya sama petugasnya saya bilang ya buat persiapan ke luar negeri sama buat umroh. Trus petugasnya ngomong kalau paspor 24 halaman cuma buat negara ASEAN saja tidak bisa untuk pergi jauh terutama umroh, ya sudahlah akhirnya saya ganti yang 48 halaman. Karena penasaran saya hari ini terus googling penasaran apa benar memang beda, dan nemu blog ini ternyata bisa ya 24 halaman untuk kemana-mana cuma memang agak ribet ya di imigrasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya paspor 24 halaman akan dihapus :( mulai dari online yang sudah dihapus atau datang langsung.

      Delete
  48. intinya mau jualan produk yg mahalan aja, aku sejak 1998 cuma 1 kali pake yg 48 hal, selanjutnya sampe skarg pake 24 hal gada masalah tuh..cuma oknum sirik kalee..hehehe, soale kn yg 24 skrg dah cepek harganya, kurang kali pemasukannya...

    btw paspor 24 bukan paspor TKI dan nggak ada asosiasi ke TKI imho, cuma lebih murah, diperuntukan buat org yg emang jarang2 ke ln dan keuangan kagak tajir gilak.

    iya, bete nih barusan daftar online buat anakku, ngga ada lg yg 24 hal ..

    klo langsung tkp masih ada ya??

    ReplyDelete
  49. yahhh seriusan langsung datang ke kanim jg udah gbisa untuk yg 24hal? pdhl aku mau bikin yg 24hal aja buat ke bangkok bulan september, kan lumayan harganya murah gitu, soalnya mau liburan pake uang sendiri gak minta ortu, jarang jg ke LN :')

    ReplyDelete
  50. Hai, ak minggu kmrn abis bikin yg 24hal di kanim Solo ... masih bisa kok ... ada banyak yg buat 24hal juga kmrn pas ak ambil ke kantor kanim :)

    ReplyDelete
  51. Baru bikin hari ini di kanim bandung yg 24h masi bisa

    ReplyDelete
  52. mbak saya ne mw kerja ke kuwait jadi engineer di kilang migas disana, rencananya kerja mo 2 th, kira kira klo bikin passpor 24H bisa gak masuk ke kuwait? trus tata cara ngurus visa tu kayak gmn?

    ReplyDelete
  53. Minggu kemarin saya juga punya pengalaman ttg paspor 24hal yg dibuatkan untuk ibu saya, Saat proses wawancara Dan foto aman2 saja Dan Ibu saya jg sudah konfirmasi untuk buat paspor 24hal. Setelah selesai, slip/nomer pembayaran paspor nunggu di sms oleh staffnya karna jaringan yg eror jadi gak bisa diprint. Dan pas dapet sms Dari staffnya disitu ternyata untuk pembayaran paspor 48hal, karna gak sesuai saya lgsg bales smsnya bilang kalo kmrn saya buat paspor yg 24hal bukan 48. Lalu staffnya ttp bilang kmrn itu saya ajukan yg 48hal. Dan saya tetep ngotot kalo kmrn saya jelas2 mintanya yg 24hal saya bilang bisa di cek diberkasnya kmrn. Dan akhirnya Ibu saya disuruh foto ulang ke imigrasi lagi. Setelah foto petugasnya bilang kalo paspor 24hal cuma bisa Asia tenggara saja Dan gak bisa umrah. Saya sempet kesel sih kenapa gak bilang dari awal pas wawancara kalo ternyata paspor 24hal gak se-efektif paspor 48hal. Tapi setelah saya baca komen2 di postingan ini lega juga sih, takutnya Ibu saya beberapa tahun ke depan ada niat umrah/ke luar Asia jadi ga takut lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, ya gitu deh, wkt nemenin bikin paspor keponakan jg gt, ngajuin 24, yg mau diproses 48, entah sengaja atau gak, tp yg pasti kalau gak sengaja, berarti mrk bnr2 menganaktirikan 24H.
      Untuk umroh tenang aja, mbak, insya Allah gak ada masalah. Saya pertama kali keluar negeri itu justru umroh dan pakai yg 24 hal, sampai skrg masih saya pakai tuh paspor.

      Delete
  54. (ask) kalau untuk tujuan korea selatan paspor 24 hal bisa ga yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah pas nih, buat memastikan, gue jg butuh info yg satu ini, krn gue jg ada plan Januari mau ke Korsel jg. Klo dr apa yg pernah gue baca2 sih, paspor 24H ttp bisa dipake

      Delete
    2. Bapak kayaknya ngerti banget nih ttg beginian haha. Mau nanya pak, Australia beneran nolak 24H ya? Ini kalo mau nyari tau kebenarannya tanya ke siapa ya pak. Blog internet juga simpang siur ttg australia. Petugas imigrasi di kota sy juga begitu bentukannya, ga ada ramah2nya. Hmmm

      Delete
  55. Kantor kanim 1 sby sudah tidak menerima pembuatan paspor 24hal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan ke Maspion square nggak terima, langsung ke Waru (sekarang sementara pindah ke belakang DBL graha Pena, karena Waru sedang renovasi). Saya baru minggu lalu bikin, bisa.

      Delete
  56. From: Hadi

    Soreee,,

    Sorry, izin ikutan nambah pertanyaan dong.
    Kira2 di sini ada ga yg pernah/sudah buat paspor 24h di KanIm ULP 1 Pondok Pinang? Ceritain dong gmn prosesnya? lancarkah atau punya cerita lain? ^_^
    Yang baru read juga boleh nambahin kok and terima kasih banget klo udah mau share.
    Soalnya tujuan saya mau buat 4 paspor sekaligus lumayan kan benefitnya. hehe

    Thanks in advance

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gimana mas masih bisa bikin yg 24 halaman di situ, sya mau bikin di ULP Bona indah..

      Delete
  57. Saya barusan bikin yang 24 halaman di Imigrasi Surabaya. Sebelum mengurus, saya datang ke imigrasi untuk menanyakan persyaratannya, termasuk jika membuat yang 24h. Mereka hanya minta tambah surat pernyataan bermaterai saja. Jadi ketika hari H dimana saya sudah ijin ke kantor untuk mengurus passpor, semua berkas saya siapkan termasuk surat pernyataan. Semua berjalan lancar, kecuali untuk anak saya yang baru lulus SMA. Dia dijelaskan "kemungkinan buruk" menggunakan P24h (seperti ditakut-takuti). Tapi kita sudah mantap hati, karena lumayan selisihnya jika untuk 3 orang, total selisih 600rb. Lagipula paspor lama kami yang 48h cuma terpakai 2 halaman selama 5 tahun (:malu).
    Saya juga sudah surfing di internet, pengalaman orang-orang justru perlakuan diskriminatif malah hanya datang dari petugas imigrasi negeri sendiri. Termasuk pengalaman pembuat blog ini kan. Di negara lain malah nggak ada masalah.
    Kenapa sih mereka ngotot "menjual" P48h? Padahal tugas pokok Imigrasi kan bukan untuk mencari pemasukan buat negara seperti pajak atau bea cukai? Bayangkan selisih 24 halaman (=6 lembar kertas, atau tidak selebar 2 lembar kertas Folio) dihargai 200rb (selisih harganya). Lagipula kalaupun kita sering keluar negeri sampai paspor habis sebelum 5 tahun kan bisa bikin lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih Bapak :D sharingnya sangat bermanfaat buat teman-teman yang ingin mengurus paspor 24 hal.

      Saya juga setuju pemilihan paspor harus sesuai dengan kebutuhan kita sendiri dan perlakuan di Luar Negeri paspor 24 hal memang tidak ada diskriminasi.

      Delete
  58. Info yang sangat bermanfaat buat saya yang ga ngeh beginian. Baru tau juga klo bisa buat e-passport..

    ReplyDelete
  59. saya memperpanjang paspor di KJRI LA, juga merasa lebih gampang sekali di luar negeri, di Indonesia berbelit2 dan banyak nunggunya, ga tau kenapa, pengurusan statuspun sama, mengurus status saya di luar negeri malah merasa lebih mudah daripada mengurus KITAS untuk suami di Indonesia, padahal persyaratan lengkap, tapi terlalu banyak tingkatan birokrasi dan "banyak nunggu tandatangan" . pengalaman saya mengurus paspor jg saya share di blog saya www.morning-dew.weebly.com semoga bermanfaat buat yg baca soalnya saya udah pindah ke negara lain lagi, jadi saya share cerita saya disini

    ReplyDelete
  60. Halooo
    Baca komen nya dr nov taun lalu trus berlanjut smp nov taun ini ya, hehehe
    Sy mw share barusan bikin paspor 24 hal di imigrasi jaksel, g ada masalah sama sekali, sebelumnya udh gugling tdk ditemukan perbedaan paspor 24 hal&48 hal selain beda lembaran sm biayanya aja,
    Jadilah td bikin yg 24 hal untuk sy dan baby.
    Smp nyerahin berkas dipetugasnya sy udh nanya 24halaman itu bukan untuk tki kan dan bs umroh, beliau jawab bisa. Ya udh mantep,,ketika sudah petugas disebelahnya bilang 24hal terbatas hanya untuk asia tenggara, jrengggg.... Dan udh terlanjur di print pas blg bs diubah ga katanya g bisa, ngeselin....
    Pdhl ada rencana ke australia krn suami mw ditugasin kesana,tp masih taun depan.bikin dr skrg krn mw ke sing, yg udh jelas gpp kan... Nahhh itu kesel sih tp y udh lah...sabarrrrrr...yg blm sy temukan disini komen ttg ke australia yg pake paspor 24hal nih, semoga ada info nya. Thx (maap kepanjangan)

    ReplyDelete
  61. saya sudah 3x bikin paspor 48 hal, dan memang tersisa banyak sekali halaman, karena tidak setiap tahun juga pergi ke LN. Kalau memang paspor 24 hal masih ada, saya akan buat saja yg itu. Kebetulan taun ini mau bikin untuk anak jg. Penghematan.
    Hanya saja visa US saya masih berlaku di paspor lama. Barangkali ada yg bisa share, bagaimana visa tersebut bisa dipergunakan setelah ganti paspor?

    ReplyDelete