Hongkong Day 3 : Tram Ding Ding, Snoopy World, Ah Lung, Langham Palace and Avenue Star

Kak, breakfast yuk?? Ujar travelmate saya yang sudah kelaparan berat
Nanti aja dek, jam 11 an sekalian makan pagi dan siang dirapel gitu? alibi ngirit saya
Ngga bisa kak, iki wes luweeeesu tingkat akut??? Ayo, ke KFC seberang apartement aja kan udah pasti halal.
Okay..okay…

KFC Causewaybay itu dekat banget sama apartment kita, dalam beberapa menitpun kita #ngesot sampai di KFC. Karena harga sewa bangunan di Causewaybay itu mahal, jangan dibayangin kalo resto fast food bangunannya seperti Indonesia yang menempati bangunan besar dan luas. KFC yang saya maksud ini menempati sebuah bangunan yang terletak di lantai 2 dengan luas kecil.

Kelihatannya KFC besar banget, padahal di lantai 2 yang sempit


Menu KFC itu berbeda disetiap negara (baca : pengalaman makan KFC). Ya, menu tersebut disesuaikan dengan lidah masyarakatnya. Di Hongkongpun jangan berharap kalo menu KFC bakalan ada nasinya seperti Indonesia. Menu mereka juga serba roti ataupun kentang. Karena misi saya hanya mengantarkan travelmate, jadi saya ngga pesan menu apapun. Eh, tiba-tiba ada seorang pria bule yang tiba-tiba mendekati kami.


“Do u share food with your friend?”
“Yes” jawab saya dengan singkat
“May, I buy u a drink?” Coffe or tea?

Singkat cerita, si bule berumur itu (saya ngga enak bilang tua hehehe) membelikan saya minum coffe. Sambil berkata “Kamu cantik?” (dalam bahasa Indonesia) eaaa. Entahlah mungkin melihat kami kelihatan kere, maka si bule itu iba melihat kita hahaha padahal aslinya emang saya ini belum lapar kalo pagi, dan suka mules kalo sarapan. Okay, lupakan…Lupakan si bule itu…

Menu KFC HKD 22


Daftar menu KFC Hongkong


Daftar menu KFC Hongkong


Masih di KFC, travelmate saya yang pede kalo KFC itu halal, harus menerima kenyataan kalo KFC Hongkong itu ngga halal. Informasi ini saya dapat setelah googling ketika menunggu travelmate saya makan. Duh, ngga tega mau bilang travelmate kalo yang dimakan itu ngga halal. Ketika dia menggigit ayam filletnya…”Dek, itu ngga halal loh..jangan lupa bilang bismillah?”” #$^^%$%&*$#&*

Tram ding..ding
Setelah makan di KFC, saya menaiki tram ding..ding.. untuk menuju MTR station. Transportasi tram ini usianya sekitar 80 tahun dan jumlahnya sekitar 30-an. Lintasan tram seperti rel kereta api yang hanya beroperasi dikawasan Causewaybay. Kebetulan karena apartement kita tepat di dekat lintasan tram ding-ding, jadi kemana-mana saya sering banget dengan naik tram ini. Sekali naik tarifnya HKD 2.5 dengan jarak jauh atau dekat tarifnya sama. 

Cara naik tram cukup mudah, naik dari pintu belakang lalu keluarnya lewat pintu depan lalu bayar dengan mentouch kartu octopus. Untuk rutenya terbagi dalam westbound dan eastbound. Terdapat dua jalur arah ke Utara dan Selatan, kalo naiknya dari Utara maka jika ingin kembali ketempat sebelumnya maka menyebrang dahulu ke jalur Selatan, begitupun sebaliknya. Biar ngga nyasar ingat-ingat nama stationnyanya, kalo mau sambung dengan rute MTR perhatikan nama station tram yang berhenti tepat didepan MTR.

Tram ding ding yang penuh iklan


Ini fotonya dari lantai atas tram loh...


Tangga putar tram



(Suasana didalam tram dan pintu masuk tram)


Kalo didalam tram jangan dibayangin seperti naik kereta ya…karena kereta tua jadi jalur relnya seperti gronjal-gronjal (sorry belum ditranslate ke Indonesia hehehe) bagaikan naik mobil tua yang scocknya keras dan berisik gludak-gluduk mirip naik kereta “the flinston”. Namun, tetap asik kok karena kereta ini unik banget, terdiri dari dua lantai yang penuh dengan iklan dibagian body kereta. 

Eh, saya pernah gaya-gayaan loh naik diatas yang lantai dua, enak banget bisa ngerasain angin semilir-milir tapi repotnya ketika tram masih melaju lalu ketika turun jadi bingung turun tangganya yang model melingkar. Kereta ini biasa disebut ding-ding karena belnya berbunyi ding-ding ahh keren



Kalo mau download Tram Ding Ding Route Map bisa lihat di Dropbox saya


Snoopy World

Setelah naik tram ding-ding saya turun di Admiralty MTR Station (Westbound tram) yang lokasinya tepat di Admiralty MTR station. Tujuan saya selanjutnya adalah menuju Snoopy World yang dapat dituju dengan turun di Sha Tin Station. Sebenarnya, snoopy world tidak terlalu istimewa, keistimewaannya terletak pada embel-embel “gratisan”. Selain itu, tempat ini cocok banget buat yang hobi narsis kayak saya hehehe…. 

Sampai lokasipun cuacanya panaaaas banget, hampir sama dengan cuaca Surabaya yang panas 35 derajat ituhhh. Spot fotonya ternyata tidak begitu banyak, jadi jepret-jepret udah kelarrrr. Ada spot bus kuning yang banyak banget pengunjung yang masuk, rupanya tempat tersebut terdapat AC yang lumayan dingin…jadi kalo selesai foto trus kepanasan bolehlah ngadem dibusnya. Dibelakang bus juga terdapat drink machine yang bisa untuk membeli minuman, lumayan ngilangin dehidrasi…















Selesai narsis di Snoopy World, saya sekalian window shopping di City Link Mall. Brandnya sih seperti mall pada umumnya, disana saya nyempatin mampir di H & M dan counter lipstick Channel yang harganya lebih murah daripada di Indonesia.


Cara ke Snoopy World
  1. Turun di Sha tin Station (MTR) exit A
  2. Keluar dari Exit A tadi kita masuk di kawasan City Link Mall, jalan lurus saja sampai menemukan counter Zara
  3. Nanti kita melewati Zara sampai menemukan pintu exit Mall, nah dari pintu exit tersebut Snoopy World sudah kelihatan


Ah Lung Pakistan Halal Food
Masih ingatkan kalo saya belum sarapan, hanya minum secangkir kopi yang dibelikan bule tadi. Nah, karena lapar berat, saya penginnya makan yang istimewa dan tentunya halal. Salah satu tempat yang sering direkomendasikan para traveler muslim adalah Ah Lung Pakistan Halal Food. Untuk mencari lokasinya sebenarnya cukup mudah, namun karena banyak blog yang menjelaskannya kurang detail jadi saya harus beberapa kali bertanya setelah turun dari Jordan Station. 

Lokasi “ah lung” ini bersebelahan dengan “ah long”. Banyak banget loh traveler yang bingung antara kedua nama restoran ini yang hampir mirip. Sebenarnya “ah lung” restoran kari yang pertama dikawasan tersebut, namun beberapa tahun kemudian pegawai dari “ah lung” keluar dan mendirikan usaha restoran sendiri yang tepat disebelahnya dengan nama “ah long”. Saya sih tidak tahu pasti mana yang lebih enak, tapi kebanyakan pengunjung nyari yang “ah lung” ituhhhh…





Ketika itu suasana Ah lung lengang. Padahal biasanya ketika jam makan siang restoran ini selalu ramai dan penuh sesak. Suasanya didalam resto sederhana, seperti restoran-restoran Hongkong yang berdesain minimalis dengan tempat yang tak terlalu luas. Menu special dari ah lung adalah Beef Kari dan roti canai. Sayangnya travelmate saya ini ngga makan daging, jadi saya pesannya Chicken Kari dengan nasi. 

Satu porsi chicken kari terdiri dari dua ayam yang cukup besar dan gemuk dengan kuah kari yang sangat kental yang cukup untuk dua orang. Rasanya oke banget khas makanan Timur Tengah yang strong banget rempahnya tapi ngga bikin blenger. Untuk minumnya free air putih (lumayan ngirit hehehe). Satu porsi Chicken curry adalah HKD 70 itu sudah include nasi atau salt roti (tulisannya memang roti bukan bread).


>Chicken Curry Ah lung






Oia, kalo mampir ke ah lung jangan lupa mampir ke “in fashion”. Toko ini pasti kita lewati sewaktu menuju Ah lung. Waktu saya survey kesana harga baju-banyunya under 100k dan lucu-lucu banget. Saya juga naksir sama tas trolleynya yang bagus banget…namun karena iman saya masih kuat jadi saya ngga jadi beli hahaha…



In Fashion yang saya maksud


Alamat : 93 A Woosung Street Jordan

Cara ke Ah Lung Pakistan Halal Food
  1. Exit A MTR Jordan Station
  2. Lalu belok kanan berjalan lurus
  3. Nanti ada pertigaan, yg ada Mc D tetap lurus seberangi jalan dan berjalan lurus
  4. Setelah itu kita akan melewati toko “in fashion” dan sebelahnya ada “Sasa” toko kosmetik, dan bertemu pertigaan
  5. Dari pertigaan tersebut seberangi jalan terlebih dahulu lalu belok kanan
  6. Setelah belok tadi berjalan lurus sampai menemukan “Ah lung” di sisi kanan, jangan sampai salah yang “ah long” ya…karena warung “ah long” letaknya bersebelahan dengan ah lung


Lang Ham Palace
Entahlah, si travelmate saya ngebet banget mengunjungi Langham Palace. Katanya, dari hasil browsing di Langham Palace banyak baju dan pernik-pernik lucu yang khas anak muda. Mall ini adalah salah satu mall terbesar di Mongkok dengan 14 lantainya. Sampai disana, saya melihat kebanyakan pengunjungnya rata-rata abg dan banyak toko-toko yang berkonsep lucu-lucu. Kalo brandnya sih seperti H & M, Coach, CK dan sebagainya. Untuk harga sih relatif, pintar-pintar aja ngebandingin antara mall satu dengan lainnya, adakalanya Langham Palace lagi menggelar diskon gede-gedean.



Spiral Langham Palace


Toko-toko lucu di Langham Palace






Ada lagi satu keunikan di mall ini yaitu escalatornya yang tinggi banget dari lantai dasar ke lantai 14 an. Awal naik eskalator ini saya maju mundur ketakutan hihihi akhirnya setelah memberanikan diri, rasanya biasa aja sama kayak eskalator pada umumnya. Kalo kesini jangan lupa untuk berfoto dengan background spiral yang merupakan kekhasan dari interior Langham Palace. Eh, btw travelmate saya yang katanya mau belanja, akhirnya ngga belanja apa-apa sewaktu di Langham Palace duh…



Escalatornya panjang banget


Cara ke Langham Palace
Banyak cara menuju Langham Palace, namun rute yang saya pilih ini lebih mudah. Rute ini melewati pintu depan dari Langham Palace yaitu Mongkok MTR exit A1.


Karena dekat banget dengan Ladies Market yang terletak di Mongkok MTR exit A2, jadi sekalian mampir lagi ke Ladies Market. Entahlah, meskipun penjual jutek saya kok betah banget kalo ke Ladies Market…

Avenue Star
Jika naik MTR ke Avenue Star itu turunnya di East Tsim Tsa Tsui station. Nah, karena melamun dari Mongkok MTR saya turunnya di Tsim Tsa Tshui MTR. Karena sudah terlanjur turun di Tsim Tsa Shui dan memperhatikan peta MRT ada garis putus-putus antara kedua station ini bakalan nyambung. Akhirnya saya sama travelmate nekat untuk berjalan kaki, sambil berharap jalannya dekat atau akan nyambung dengan MTR lagi. Dan…ternyata…jaraknya jauhhhhh…jauuuuh banget saudara…saudara…karena saking capeknya saya sampai nyopot sandal karena udah gak kuat jalan lagi. 

Duh, ada kayaknya 3 km jaraknya. Sudah lama jalan akhirnya kita nemu juga East Tsim Tsha Shui dan mencari exit J untuk perjalanan menuju Avenue Star. Lagi…lagi dari exit tersebut ke Avenue Star masih jauh bangetttttt,….hyaaaa mengumpulkan tenaga tersisa saya selonjoran dulu didepan taman Avenue Star. Karena urat malu udah hilang saya pijit-pijitan sama travelmate hahahahaha… padahal ini dipinggir jalan raya…

Kaki saya yang tak kuat karena berat bedan kelelahan


Sebagai must visit wisata Hongkong, siapapun pasti menyambangi tempat ini. Lokasi Avenue Star terletak disebelah laut, kalo malam hari suasananya romantis habis dengan pemandangan lampu-lampu gedung pencakar langit Hongkong. Disekitar Avenue Star terdapat cetakan tangan para artis-artis Hongkong dan banyak pula patung-patung Cinema. 

Salah satu patung actor Avenue Star yang terkenal adalah Bruce Lee. Oia, setiap jam 8 malam ada perunjukan lampu laser dari hotel-hotel sekitar Avenue Star yang pertunjukannya selalu ditunggu wisatawan. Karena saya sudah lelah sangat, maka sekitar 1 jam-an saya sudah balik dari Avenue Star untuk menuju Clock Tower.


Suasana malam di sekitar Avenue Star


Makin malam suasananya semakin ramai


Foto andalan kalo ke avenue star


Untuk menuju Clock Tower jalan lurus saja dari Avenue Star sekitar 1 km. Clock tower salah satu landmarknya tertua di Hongkong yang selesai dibangun pada tahun 1915.



Clock Tower indah banget


Cara ke Avenue Star:
Exit J, East Tsim Tsa Tsui MTR Station


Star Ferry
Saya sengaja menyeberang dengan kapal untuk menuju apartement, karena trauma dengan jalan kaki menuju MTR yang jauh banget. Nah, kebetulan lokasi Clock Tower ini bersebelahan dengan dermaga star ferry. Jadwal keberangkatan terakhir adalah pukul 20.00 jadi usahakan beberapa menit sebelumnya udah stand by disekitar dermaga. 

Jalan menuju deck kapal terbagi dua yaitu upper dek dan lower deck. Saya memilih yang upper deck. Untuk masuk ke kapalnya kita tinggal mentouch octopus digerbang menuju deck. Tempat duduknya kita bisa pilih sesukanya karena star ferry ini cukup luas. Sekitar 10 menitan star ferry ini mengantarkan saya ke Causeway bay dari Kowloon. Dari dermaga saya menuju halte bus terdekat untuk menuju apartement.



Didalam Star Ferry Hongkong


Star ferry di malam hari


You Might Also Like

10 komentar

  1. Hong Kong (plus Macau) merupakan salah satu destinasi terbaik yang pernah saya kunjungi. `Ngangenin banget` dengan segala hal yang saya jumpai disana. Terima kasih sudah menuliskan pengalaman Vika selama di Hong Kong, mengobati sedikit rasa rindu saya pada kota beton tersebut :)

    Adi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah mampir dan baca cerita saya di Hongkong

      Delete
  2. aduh aduh aduh...mupeng deh...pengen ke hongkong juga...ini gimana ini hahhaa....

    ReplyDelete
  3. Lumayan padat ya, banyak destinasi yang bisa dikunjungi dalam satu hari. 3D2N lumayan cukup kali ya. Aku sudah lama pengen, tp budget gak nyampe2 euy xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo cuma 3 hari kurang deh kak, minimal seminggu hehehe sayang diongkos tiket yang mahill

      Delete
  4. Terima kasih sudah share makanan halal, skrg udh berhijab, th 2012 waktu kesana belum jd makan sekena aja yg ptg pilih chicken aja. Skrg udh tahu jadi mo coba makanannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you "dear". Googling juga artikel saya yang makanan halal di Hongkong untuk lengkapnya.

      Selamat berkuliner :)

      Delete
  5. Mbak, ke HK kan nggak perlu pakai visa. Nah, apa ada Visa on Arrival untuk paspor asal Indonesia? Berapa biayanya? Terima kasih, mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hongkong dan Macau bebas Visa, kecuali Shenzen berlaku VOA

      Delete