Syarat Daftar Haji Reguler

Assalammualaikum….

Alhamdulilah tahun ini saya telah mendaftar haji. Awalnya, sempat maju mundur untuk mendaftar haji reguler ini, pengennya sih haji plus. Alasannya bukan karena faktor “gaya-gayaan” namun dikarenakan faktor antrian haji plus keberangkatannya jauh lebih cepat, sekitar 8 tahun lagi. Sedangkan haji reguler, sekitar 20 tahun lagi #eaaaaa.. Tapi, apa daya perekonomian tidak menunjang karena dollar yang semakin mencekik dan biaya haji plus semakin membengkak. Setoran awal haji plus yang sebelumnya sekitar Rp 40.000.000,-/orang menjadi Rp. 60.000.000,-/orang sedangkan biaya full sekitar Rp 125.000.000,- Kalo dikali dua untuk suami dan istri, bisa dibayangkan biayanya…

Sayapun memantapkan niat dengan “bismillah” untuk mendaftar haji reguler untuk melaksanakan rukun iman ke-5. Proses pendaftaran pun sangat mudah. Dalam sehari, saya sudah bisa mendapatkan nomor porsi keberangkatan. Pengalaman di wilayah Kemenag kota saya, mungkin akan berbeda disetiap wilayah diluar Jawa Timur. Sebaiknya ke kantor Kemenag terdekat terlebih dahulu, untuk menanyakan syarat-syaratnya.



Syarat Daftar Haji Reguler :

  1. Membuka rekening tabungan haji

Langkah awal adalah membuka tabungan haji di BPS BPIH yaitu bank yang ditunjuk menteri agama seperti BNI syariah, Bank Muamalat, BRI Syariah, Mandiri Syariah dan sebagainya. Tabungan haji berbeda dengan tabungan biasa, ketika di Customer Service mintalah tabungan khusus untuk Haji. Setoran awal untuk pembukaan tabungan haji minimal Rp. 500.000,- dan uang tidak bisa dicairkan kecuali pendebetan untuk biaya haji.

Pilihan bank yang saya tunjuk adalah BNI syariah. Alhamdulilah, karena sudah ada dana jadi saya langsung menyetor uang Rp 25.500.000,- per orang. Awalnya saya mengira setoran awal adalah Rp 25.000.000,- namun tahun 2015 ini bertambah Rp 500.000,- Selanjutnya ada biaya materai Rp 6.000,- Sewaktu di Bank saya membuka rekening bersama suami dengan pengajuan tabungan haji masing-masing, setiap calon jamaah haji harus memiliki tabungan sendiri-sendiri meskipun suami istri dan pembukaan rekening tidak boleh diwakilkan.


  • Surat Keterangan Sehat

  • Sebelum melakukan pendaftaran, terlebih dahulu saya browsing pengalaman beberapa orang di blog untuk mendaftar haji. Di blog tersebut, banyak yang menuliskan jika Surat Keterangan Sehat dari klinik atau puskesmas wajib dilampirkan sebagai syarat utama untuk mendaftar haji.

    Bank BNI syariah saya ini dekat dengan klinik BPJS. Setelah dari Bank saya kemudian menuju klinik tersebut. Surat keterangan sehat berisi menyatakan kita sehat, tinggi badan, berat badan dan golongan darah. Karena berstatus bisa BPJS awalnya saya kira gratis, namun ada biaya Rp 80.000,- untuk dua orang.

    Nah, Sewaktu di Kemenag sayapun “pede” menyertakan surat keterangan sehat tersebut, ternyata surat keterangan sehat tidak diperlukan (duh, uang saya Rp 80.000,- kandas). Pengalaman saya ini tentu berbeda disetiap wilayah, jadi langkah pertama harus mencari informasi terlebih dahulu ke Kemenag terdekat, bukan ke google ya wekekeke


  • Pas Foto Haji

  • Semula saya beranggapan jika pas foto ini bisa foto dimana saja seperti di foto studio atau dirumah (dengan background dinding putih biar ngirit hehe). Rupanya, foto harus dilakukan di Kantor Kemenag, yang biasanya dikelola oleh Koperasi. Biaya fotonya Rp 60.500,- sudah include CD dan beberapa lembar foto ukuran tertentu (setiap wilayah biaya pas foto berbeda).

    Ketentuan foto adalah 80% wajah dengan berbackground putih dengan memakai hijab/jilbab. Waktu itu sih saya datangnya ke Kemenag ngga pakai jilbab, orangnya sampai “mangap” bilang “Mbak, fotonya harus pakai jilbab” hehehe Untung aja dimobil saya bawa jilbabnya (ini daftar haji kayak mau ke mall aja wekekeke). Eh, fotonya udah saya senyum-senyumin, pakai bedak dan pakai gincu merah, tetep aja kayak foto KTP atau SIM yang jadinya gitu deh….



  • Menyerahkan Syarat pendaftaran ke Bagian Pelayanan Haji

  • Kalo ke Kantor Kemenag langsung aja menuju ke Bagian Pelayanan Haji. Diruang tersebut saya disuruh melengkapi dokumen sebagai berikut :
    ¤ Foto Copy KTP (yang berlaku)
    ¤ Foto Copy Kartu Keluarga
    ¤ Foto Copy salah satu dokumen (Akta Kelahiran, Surat Nikah atau Ijazah)
    ¤ Foto Copy Rekening Bank (Buku tabungan yang asli dibawa juga)
    Dokumen-dokumen tersebut dibuat rangkap 3.


  • Mengisi Formulir Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH)
    Formulir Pendaftaran Pergi Haji, bisa diperoleh di Kantor Kemenag.

  • Setelah melakukan mengisi formulir dan melengkapi syarat-syaratnya, kemudian saya mendapatkan SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji) untuk diserahkan ke bank sewaktu saya pembukaan rekening.



  • Menyerahkan SPPH ke Bank Mengajukan Porsi
    SPPH yang saya peroleh tadi saya berikan ke Customer Service untuk pendebetan buku tabungan haji saya agar mendapatkan nomor porsi keberangkatan haji.
  • Melaporkan ke Kantor Kemenag

  • Setelah melakukan pendebetan nomor porsi dibank, langkah selanjutnya adalah ke Kantor Kemenag kembali untuk melaporkan telah melakukan pendebetan.

    Taraaaaa… saya akhirnya mendapatkan porsi keberangkatan pada tahun 2033. KIra-kira berangkatnya sekitar umur 45 tahun, mudah-mudahan saya selalu sehat dan “greng”, Amin. Jadi kalo sudah ada dana, sebaiknya segera mendaftar agar nomor antrian keberangkatan tidak terlalu jauh.

    You Might Also Like

    41 komentar

    1. Yang penting daftar dulu krn antriannya nggilani itu. SOal plus atau regular, insya Allah kalau ada rejeki, kan bisa diupgrade. Alhamdulillah aku dah daftar tahun berapa itu, lama sih jadi biar aja tau2 berangkat, ngarep terus ntar nggak bisa tidur hehehee.... Denger2 pemerintah mau buat peraturan seorang hanya boleh haji sekali. Kalau benar, kita bisa maju nih.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Eh mak aq suka sama bahasanya "nggilani" hahaha. kita sih bisa pantau secara online keberangkatannya, ya sapa tahu dimajukan 10 tahun lagi #ngarep hehehe

        Delete
    2. Alhamdulillah.. semoha dilancarkan yah

      ReplyDelete
    3. berguna banget ini postingannya mba, aku insha Allah juga mau daftar. Semoga kita dilancarkan menuju baitullah :)

      ReplyDelete
    4. Thanks sharenya mba..duuh jd pengen cepet2 daftar. Niat udah ada tp diskusi blm.tuntas dg pasangan soalnya sumber penghasilan cuma.satu :)

      ReplyDelete
    5. Tfs mbak....berguna banget ini, semoga niatnya dilancarkan, usia kita dipanjangkan dan selalu sehat walafiat hingga tiba saatnya bertamu ke rumahNya, aamiin ya Rabb.
      *ngintip tabungan*
      hmmmm itu setoran awal 25.5juta dpt di tahun 2033, kalo setoran awal cerrrr 500rb kira2 dpt tahun brp ya???

      ReplyDelete
      Replies
      1. Amin :) semoga kita selalu dilancarkan oleh Allah ya mba

        Delete
    6. Baru serching bca kata2x"cri info haji k kemenag bkn google" hahaahaa sdh buat ktawa gt dtelusuri blogx masyaAlloh sangat brmanfaat n menyegarkan otot wajah #ngakakbacax...

      Pas bgt mw dftar n bc blog kaka..jazakillah kher smoga bs trlaksana sesuai ridhoNya n bs ktemuu kk dtanah suci #biidznillah ;)

      ReplyDelete
      Replies
      1. Makasih mba ;) senang banget dengarnya artikel ini bermanfaat buat pembaca

        Delete
    7. mbaa.. maacii banyaaak yaa infonya bermanfaat bgt.. tulisan yg jujur dan lucuu lepass skali critanya hehehe

      ReplyDelete
      Replies
      1. Makasih :) support seperti ini yang membuat saya semangat menulis

        Delete
    8. Mba Vika, maaf mau tanya, itu setoran awal 25.500.000 (untuk yg reguler ya mba?) totalnya berapa mba kalau reguler?

      ReplyDelete
    9. Mba Vika, maaf mau tanya, itu setoran awal 25.500.000 (untuk yg reguler ya mba?) totalnya berapa mba kalau reguler?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Hi, maaf baru balas :)

        Untuk BNI syariah setoran awalnya 25.500.000 tapi ada juga bank lain 25 juta. Tergantung kebijakan banknya.

        Ya, ini untuk pendaftaran awalnya, nanti pelunasannya kalo sudah mau berangkat. Total biaya saat ini haji reguler 33 juta.

        Delete
    10. Skrg gk pkai surat kesehatan dr puskesmas kah??

      ReplyDelete
      Replies
      1. Setiap daerah beda-beda mba ketentuannya, ada yang pake dan ada yang tidak. Sebaiknya ke kemenag terdekat dulu untuk melihat syarat-syaratnya.

        Delete
    11. Pingin daftar juga buat suami dan anak.

      ReplyDelete
    12. 18th ya mbak jaraknyaa. ya Allah, semoga disegerakan pemberangkatannya. aamiin
      Orgtuaku dftar tahun ini mbak, cuma ini ada isu yg simpang siur gitu, katanya klo bayar 50jt utk 2 org dpt porsi pemberangkatan lngsng dn gak selama itu sih. tapi ya Bismillah rejeki org gak ada yg tau.

      ReplyDelete
    13. Aq mau daftarin org tuaku.. Skrg umurnya 52, kelamaan bgt ya nunggu antrian 18 thn :(. Pke yg plus mihil bgt ya biayanya

      ReplyDelete
    14. Setiap daerah beda persyaratan Mbak ? koq bisa ya ? spt kasus Mbak yg surat kesehatan itu hehehe ....

      ReplyDelete
    15. maaf mbak, saya mau tanya. tadi setoran awalnya kan Rp25.500.000, jadi nggak bisa buka tabungan itu kalo belum punya uang segitu mbak? terus apa yang dimaksud dengan setoran awal pembukaan tabungan haji yang Rp500.000 itu apa?
      terima kasih, saya tunggu jawabannya

      ReplyDelete
      Replies
      1. Setoran awal tabungan haji BNI adalah 500rb, sedangkan untuk mendapatkan nomor porsi haji uang di tabungan haji adalah 25.500.000,-

        Jadi meskipun kita buka tabungan haji tapi belum genap uangnya 25,5juta maka tidak akan mendapatkan nomor porsi dari kemenag. Thanks :D

        Delete
    16. Hi Mbak,

      Salam Kenal. Itu serius berangktanya tahun 2033 ??, berarti sekitar 17 tahun lagi, bukan 8 tahun.

      Semoga lancar ya, mbak pergi hajinya.

      ReplyDelete
      Replies
      1. iyap 17 tahun lagi :D Kalo yang 8 tahun itu haji plus

        Delete
    17. terima kasih mba infonya, bermanfaat sekali. oya, saya mau tanya. dp nya kan 25 juta (utk tahun ini), lalu pelunasannya ketika mau berangkat nanti. Nah, biaya pelunasannya itu, menurut tarif yang tahun 2015/2016 ini? (total 33 juta?) Apa bakal naik sesuai biaya haji di tahun pelunasan? Makasih mba, soalnya saya ada niatan juga, tapi masih awam sekali

      ReplyDelete
      Replies
      1. Mengikuti tahun keberangkatannya mba :D Biasanya beberapa bulan sebelum keberangkatan akan dihubungi untuk pelunasannya. Jadi harganya tahun 2016 tentunya akan berbeda dengan tahun keberangkatan saya nanti.

        Delete
    18. Untuk biaya pelunasan nnti uangnya nabung dimna, apkh di tmpt kita nyetor tdi? Trmks

      ReplyDelete
    19. Untuk biaya pelunasan nnti uangnya nabung dimna, apkh di tmpt kita nyetor tdi? Trmks

      ReplyDelete
      Replies
      1. Iya, pelunasan di Bank pendaftaran setoran awal.

        Delete
    20. Saya juga niat mau daftar secepatnya, mudah-mudahan tidak ada halangan lagi buat buka rekening haji & langsung go.

      ReplyDelete
    21. Saya juga niat mau daftar secepatnya, mudah-mudahan tidak ada halangan lagi buat buka rekening haji & langsung go.

      ReplyDelete
    22. Kemaren Papa Mama n PRT daftar (Sengaja bawa PRT supaya ada yang ngurusin si Mama disana) riweuh di foto. Bolak balik ke Studio hingga 3X soalnya syarat background putih dan 80% ituh asli fotonya background biru/merah akhirnya di edit. Untungnya ketemu. Bagus mba daftarnya selagi muda. Kalau daftarnya pas orang udah 60-an kapan hajinyaa...

      ReplyDelete
      Replies
      1. Fotonya bukannya wajib pas di kemenag mba? Jadi ngga boleh foto sendiri di luar.

        Kalo boleh tahu ini yang kemenag daerah mana?

        Delete
      2. Fotonya diambil di Studio Foto MAG, Kelapa Gading Jakarta trus di edit krn ngga ada background putih. Ngga apa2 tuh. Jadi daftar dulu di Mandiri Syariah, lengkapin data2 trus ke Kemenag tinggal setor surat2 yang disebutin diatas, plus foto. Kemenang Jakarta Utara, Jln. Plumpang Semper.

        Delete
    23. salam kenal mba Vika, aku Ayu yg insyaaAllah mau daftar haji juga,kantor kemenag yg dimaksud mba Vika itu yg lokasinya dekat Masjid Al-Akbar ya? soalnya di web kok ada yg di Juanda, makasih ya infonya membantu sekali :)

      ReplyDelete
    24. makasi infonya, lagi browsing tentang syarat2 daftar haji

      ReplyDelete