NGEsteak di Holycow SteakHouse Surabaya

Holycow Steakhouse bagi penggemar steak, pastinya sudah ngga asing lagi. Yeah, steakhouse ini booming banget di Jakarta, saking hebohnya pembelinya sampai antri untuk membelinya. Kala itu, saya yang di Surabaya cuma bisa penasaran melihat antusiasme masyarakat Jakarta terhadap kelezatan steak ini. Saya hanya berharap, kapan sih akan buka di Surabaya?

Akhirnya di tahun 2014, holycow buka cabangnya di Graha Family di Surabaya Barat dan beberapa bulan kemudian buka cabang juga yang Holycow steakhouse by chef afit di Surabaya Pusat. Kedua restoran tersebut, meski nama depannya sama, tetapi ownernya berbeda. Ya, kedua restoran ini pecah personil. Tetapi, untuk rasa dan harga hampir sama kok, jadi terserah anda mau pilih yang mana...

Nah, kebetulan karena saya lagi jalan-jalan di Surabaya Pusat, saya memilih Holycow Steakhouse by chef afit. Sengaja datang kesini pukul 10.30, biar menjadi pengunjung pertama mendatangkan penglaris  dan bisa puas foto-fotonya wajib. Eh, sekalian merayakan ulang tahun saya yang tertunda hehehe...

Suasana didalam Holycow Surabaya

Untuk kapasitas tempat duduk disini cukup banyak, jadi ngga perlu reservasi terlebih dahulu. Kalo ingin merokok juga bebas, karena ada outdoor diteras belakang. Untuk wifi kayaknya masih belum ada dan signal hp agak susah.



Di Holycow ini, untuk memesan steak pasti akan ditanyakan tingkat kematangannya. Tingkat kematangan 75% adalah tingkat kematangan yang difavoritkan pengunjung. Kalo suka sama yang gosong mungkin bisa pilih yang 100% hehehe.. 

Side dish bisa memilih french fries atau mashed potato. Untuk sayurannya bisa pilih Green Bean atau sauteed spinach dan jagung. Semuanya sudah include dalam paket steak yang kita pesan. Saya pilih yang buncis dengan jagung, kalo pilih yang bayam nanti saya takut banyak popeye-popeye yang ngikut saya (opo toh....)

Untuk saosnya ada 5 macam yaitu : Homemade mushroom sauce dan W Sauce yang direkomendasikan si chef. Kemudian ada juga buddy's special sauce, blackpepper dan barbeque sauce. Kalo bingung tentang rasa saos, tanyakan aja ke abang waitres ya... Kalo saya sih pilih amannya yang menjadi favorit pelanggan yaitu Homemade mushroom sauce.

Prime Tenderloin
Tenderloin adalah daging bagian sapi yang katanya jarang digunakan untuk bergerak sisapi, jadi bagian ini lebih banyak lemaknya daripada bagian sirloin. Meskipun Tenderloin lebih berlemak daripada sirloin, tapi saya tetap suka sama bagian Tenderloin. Kenapa? karena kalo makan sirloin masih ada ototnya yang kadang alot. 

Prime Tenderloin terdiri dari buncis, jagung, french fries, mayonaise dan tentunya daging tenderloin yang tebal. Daging tenderloin yang dengan tingkat kematangan 75% ini sukses membuat bagian terdalamnya masak sempurna, tanpa menyisakan warna merah. 

Untuk mengeksekusinya saya tak perlu tenaga ekstra, cukup empuk untuk sekelas tenderloin. Saos yang saya pilihpun cukup membuat saya merem melek. Tak lupa cocolan mayonaisenya sangat match dengan saos maupun tenderloin.  Saya juga suka dengan cara masak buncisnya yang enak banget.

Dagingnyapun cukup tebal sekitar 200gr, dengan dua lapis tenderloin yang dilipat menjadi dua bagian. Dengan harga mendekati seratus ribu rupiah, saya rasa masih wajar untuk kelas steak. 



Prime Tenderloin, 96k
Wagyu Petite
Wagyu merupakan bagian steak yang disukai pengunjung dan direkomendasikan chef holycow. Wagyu sangat disukai karena dagingnya lebih lezat  dan lebih lembut daripada jenis sapi lainnya. Semuanya memang dikembalikan selera masing-masing ya...

Wagyu petite ini tampil dengan buncis, jagung, mashed potato, mayonaise dan sekitar 8 potongan wagyu dengan irisan yang cukup tebal. Beratnya adalah 200 gr. Mashed Potato ini rasanya seperti bagian terdalam perkedel tanpa telur. Sayang bumbu mashed potatonya kurang kuat, jadi mendekatai hambar.

Dibandingkan dengan Tenderloin, daging wagyu ini lebih lembut dan empuk. Untuk mengiris daging wagyu ini, sekali senggol langsung teriris tanpa kekuatan ekstra. Tingkat kematangannya juga sempurna, tanpa ada warna merah. Saosnyapun merata hingga bagian terdalamnya. 

Wagyu Petite, 98k


Jadi antara Wagyu sama Tenderloin saya suka yang mana? Saya sih suka tenderloin, kalo wagyu itu makannya jadi cepat banget karena mengunyahnya cepat. Sedangkan tenderloin lebih kenyang karena mengunyahnya lebih lama hahahah.... Sebenarnya, yang paling terpenting adalah jangan sampai salah pilih saos, usahakan harus sesuai dengan selara kita.

Oia, kalo mau gratisan ice cream di Steakholycow, mention twitter mereka @steakholycow dengan hastag #campsurabaya1 lalu tunjukin ke waitres dan kita akan mendapat ice cream gratis.. Lumayan loh, kalo punya twitter banyak juga dapat ice creamnya banyak #dasarsukagratisan

Ini salah setting auto focus, yang focus jadi tulisan dibelakang ice cream hehe..


Kalo punya fiestapoin mandiri ada promo potongan 50%

                      

Kue Kecil ini, mengandung banyak doa :)
Holycow SteakHouse
Jl Pregolan no: 6, Tegalsari
Surabaya
Telp : 031.5343412
Jam buka : 11.00 - 22.00

You Might Also Like

2 komentar

  1. Ehm...steaknya menggoda mbak, pernah baca holycow di solo itu sama.ga yaaa, tapi blm pernah nyobain sih. Harganya lmyn ya, pasti dagingnya tebel.

    ReplyDelete
  2. Dari dulu kepengen ke Holycow, tapi ya gimana inih duitnya mo dipake ke KUA dulu. #eaaak

    Aku tetep gak bisa bedain makan sirloin/tenderloin. Kok kayak sama aja rasanya. XD

    ReplyDelete