Pupuk Bawang, Cafe Ngehits di Kota Batu

Wah, stock kuliner saya di Malang dan Batu masih banyak nih. Maklum kuliner Malang dan Batu selalu ada saja yang baru, bikin saya ngga betah untuk melipir ke kota Apel ini. Jadi, buat referensi kuliner di Surabaya harap bersabar ya, di edisi berikutnya. Anway, kali ini saya mau mengulas cafe baru yang heboh banget di Batu, sebagai “ibu gaul” wajib donk mencicipi. Cafe tersebut adalah pupuk bawang.

Lucu ya, namanya “Pupuk Bawang”? Kalo dalam Bahasa Jawa artinya “cuma main-main”. Tapi, di cafe ini konsepnya bukan cuma main-main loh, tapi niat banget bikin konsepnya. Mulai dari datang, saya sudah takjub dengan parkirannya yang full mobil dan motor. Selain itu lokasinya super strategis karena berada di Jalan Raya kota Batu.

pupuk bawang batu 17
pupuk bawang batu16

Konsep yang dihadirkan dari cafe ini adalah viewnya yang menghadap ke sawah, sekelilingnya pun terlihat pegunungan. Minusnya mungkin jika turun hujan, maka kita tidak bisa nongkrong di tempat favoritnya yang berada di lokasi outdoor dengan menghadap sawah. Untuk indoor, konsepnya minimalis dengan dekorasi dominan kayu.

pupuk bawang batu 8pupuk bawang 10pupuk bawang batu 14

Waktu itu karena hujan, saya rela menunggu sekitar 30 menit untuk mendapatkan spot terbaik di outdoor. Proses menunggu saya pun terbayarkan dengan suasananya yang sangat bagus. Waitres juga sangat cekatan membersihkan sisa-sisa interior yang basah terkena hujan.

pupuk bawang batu 12

Sebagai tempat gaul di Batu, bisa dibilang harga cafe ini lebih mahal daripada cafe-cafe Batu lainnya. Ya, seperti harga cafe di Surabaya. Tapi ini ngga mengurangi jumlah pengunjung yang datang. Menu yang ada adalah tradisional Indonesia, Asian Cuisine, burger, pasta dan soup. Untuk minumnya adalah coffe, tea, milkshake, dan alcohol. Kabar baiknya tidak ada menu pork.

menu pupuk bawang 1menu pupuk bawang

Chicken Katsu Don Burri (55k) ini adalah favoritnya di Pupuk Bawang. Makanan ini adalah Japanese style rice bowl topping with deep fried breaded dengan chicken fillet, egg dan katsu sauce. Tatanan nasinya sangat cantik dibalut dengan telur dadar, dan ayam fillet dibalut dengan tepung crispy. Rasa jepang sangat terasa dengan kecap katsu sauce.

pupuk bawang batupupuk bawang batu 6

Classic Beef Burger (50k) Burger ini merupakan juaranya cafe ini. Seporsi burger dengan beef bacon yang lengkap dengan melted cheese, kentang, bawang Bombay crispy dan lengkap dengan selada, tomat serta timun, tak ketinggalan ada salad berisi kubis, wortel dengan mayonaisenya. Beef pun tebal terasa daging gilingnya dan cocolan keju lumernya sangat mix dengan burger ini.

pupuk bawang batu 3pupuk bawang batu 1

Latte (18k), Ditengah suasana batu yang mendung kali ini, saya memesan coffe. Latte ini disajikan dengan 3 gradasi sangat cantik, bagian bawah susu, coffe dan bagian atas foamnya. Ukurannya juga pas, bagi pecinta kopi amatir seperti saya, kopi pahit bukanlah selera saya. Saya sangat merekomendasikan Latte ini di Pupuk Bawang.

pupuk bawang batu 7

Deretan ice cream dengan 12 rasa ini hampir saja membuat saya tergoda memesannya, tapi cuaca Batu yang kala itu sedang hujan akhirnya mengurungkan niat membeli ice cream ini. Saya penasaran dengan black forest yang menjadi andalannya.

pupuk bawang batu 15

So far saya puas dengan Pupuk Bawang. Dari segi tempat, pelayanan dan makanan sangat oke, jadi kebayar lah harga dengan tambahan pajak 15% nya. Siapkan uang sekitar Rp. 100.000,-/orang untuk makan dan minum di cafe ini.

Pupuk Bawang
Jl Panglima Sudirman 116
Kota Batu

Open :
12.00 – 24.00

You Might Also Like

9 komentar

  1. harga makanannya sama ama jakarta :D.. tp dengan suasana yang begitu, wajarlah ;).. bikin betah banget

    ReplyDelete
  2. Sumpah seger banget liat view nya mbak.. seru tuh kalo kesana bareng temen-temen..

    ReplyDelete
  3. jadi inget mainan waktu kecil...kadang jadi pupuk bawang hehehe

    ReplyDelete
  4. wow gile, tempatnya keren banget... walau glek jg ya nunggu smp setengah jam... Kl saya (perutnya) udah emosi pasti nungguin selama itu.... And bener, harga2nya udah sm ya kayak di Jakarta

    ReplyDelete
    Replies
    1. demi apa coba nunggu 30 menit...demi sawah hahahahah

      Delete
  5. Wuih mantap, dulu waktu ke batu sempat bingung kulinernya apa, akhirna makan makanan yang biasanya ada di manana. Kapan2 kalau ke sana lagi bisa nih dijadikan.

    ReplyDelete