Terakhir kali saya menginjakkan kaki di Banyuwangi di tahun 2018. Waktu itu saya mendaki gunung Ijen. Perjalanan sekitar 5 tahun itu membuat saya kapok. Mendaki Ijen rupanya tidak mudah. Saya harus mendaki 3 jam tanpa becak orang. Kalau naik becak 800 ribu/orang. Mudah, asal ada uang sudah sampai kawah Ijen, namun saya kaum "mendang-mending" yang sayang mengeluarkan uang banyak, akhirnya pulang dari Ijen kaki saya bengkak 2 minggu :) Ya, itu dulu ketika saya "masih muda" sekarang sih ke Banyuwangi dalam rangka memanjakan perut dengan Kulineran Khas Banyuwangi.

Naik Kereta ke Banyuwangi

Saya naik kereta WijayaKusuma ke Banyuwangi. Kereta eksekutif dengan tarif yang lumayan juga :) Perorang sekitar 400 ribuan sekali jalan, dan kalau PP tinggal dikalikan 2 aja. Meskipun naik kereta eksekutif tetap aja..badan ini tidak bisa dibohongi. Perjalanan selama 7 jam itu membuat saya lelah. Berangkat malam hari dan sampai pagi hari. 



Untitled

Untitled
Untitled

Menginap di Kookon Hotel Banyuwangi

Saya sampai stasiun sekitar pukul 06.30 pagi. Langsung saya order Grab untuk menuju hotel. Untungnya Grab boleh masuk ke stasiun, nggak harus order jarak berapa meter dari stasiun. Sekitar 10 menitan atau 6 km saya sudah sampai ke Kookon.

Kookon Hotel ini salah satu hotel "mewah" di Banyuwangi dengan bintang 4. Lokasinya lumayan jauh dari pusat kota..sekitar 6 km. Hotel ini merupakan hotel tertinggi di Banyuwangi. Saya melakukan early check inn dengan biaya Rp. 400.000an sekitar 50% dari harga hotel. Kamar saya yang terletak di lantai 10 bagus banget dengan pemandangan Laut yang tampak dari kejauhan.


Untitled

Untitled
Untitled

Sebagai hotel yang "mahal" hotel Kokoon cukup ramai pengunjung. Terlihat sewaktu sarapan pagi banyak pengunjung yang sepertinya ada group pensiunan lagi jalan-jalan dan juga ada rombongan Event Organizer band.

Menu sarapan beragam standart bintang 4. Ada menu prasamanan ala jawa dan western, deretan salad dan buah, soto ayam, bubur ayam, indomie, laksa dan dessert manis-manis. Enak-enak lah sampai pulang dari Banyuwangi naik 2 kiloan hahahahaha....


Untitled

Kulineran Khas Banyuwangi

Sampai di Banyuwangi pagi hari membuat saya kesulitan untuk mencari kulineran yang khas di Banyuwangi. Rata-rata bukanya jam 09.00-an. Saya memutuskan makan pagi di Pecel Ayu, salah satu kuliner legendaris di Banyuwangi yang jam 06.00 pagi sudah buka.


Untitled

Depot Pecel Ayu

Menu khas dari Depot Pecel Ayu yaitu "Nasi Pecel Rawon". Di Banyuwangi memang terkenal istilah mencampur adukkan 2 menu jadi satu, semisal pecel rawon atau rujak soto.

Pagi itu saya belum "kepengen" beli menu pecel rawonnya, saya memesan nasi pecel. Seporsi nasi pecel harganya Rp. 25.000. Isinya lumayan banyak ada paru goreng, dendeng daging, tempe, oseng kentang wortel, dadar jagung, rempeyek udang dan rempeyek kacang dan pastinya ada sayur kacang panjang, kangkung dengan tauge yang diguyur sambal kacang kental.


Untitled
Menurutku memang rasanya khas. Bumbu kacang pecel pun rasa kencur dan daun jeruknya pas. Apalagi lauknya melimpah khas pecel depot yang bukan kaki lima. Lain kali saya pengen nyobain pecel rawonnya yang sering diburu wisatawan.

Depot Pecel Ayu
Jl. Hr. Muhammada No : 395
Jombang
Jam Buka : 06.00 - 20.00

Rujak Soto Citra

Mungkin bagi sebagian orang itu rujak soto terasa aneh, namun bagi saya sudah biasa karena di Surabaya ada salah satu Depot Rujak Soto Dahlia yang menyajikan masakan Banyuwangi. Kebetulan Rujak Soto Dahlia yang ada di Surabaya malah menjadi destinasi wisatawan yang ramai.

Ketika di Banyuwangi pastinya saya pengen mencicipi rujak soto. Kebetulan di Banyuwangi saya diajak sama teman yang asli Banyuwangi, diantara beberapa rujak soto di Banyuwangi katanya yang paling enak Rujak Soto Citra. Meskipun lokasinya berada disebuah gang yang sulit untuk parkir mobil, warungnya tetap ramai. Bahkan didinding warung ada foto-foto para pejabat dan artis yang datang berkunjung.

Menu rujaknya sebenarnya banyak, ada rujak soto, cingur, lontong, gobet montor kecut dan cemplung. Tapi tetap dong yang idola rujak sotonya. Seporsi sekitar Rp. 25.000-Rp. 30.000. Isinya yaitu sayuran yang ada dipecel pake petis, kuah soto kental dan jeroan, Bayanginnya pasti langsung aneh ya? Tapi ternyata enak banget. Nggak ada rasa amisnya sama sekali. Petisnya pun nyatu banget sama kuah soto daging yang kental. Apalagi pake telur dan krupuk udangnya.

Untitled

Waktu saya ngobrol dengan sopir Grab. Katanya rujak soto yang enak versi dia yaitu Rujak Soto Losari. Saya cek di google sih memang banyak direkomendasikan orang-orang dan reviewnya lebih banyak dibandingkan yang Citra. Lain kali kalau ke Banyuwangi pengen nyobain yang Losari :)

Rujak Soto Citra
Jl Agung Wilis No : 28
Banyuwangi
Jam Buka :
08.00 - 16.00

Nasi Tempong Mbok Wah

Malam itu perut saya sudah full karena kebanyakan makan. Maklum ke Banyuwangi ini juga dalam rangka seminar, mulai sarapan, makan siang dan hingga sore makanan melimpah. Tapi kok ada makanan khas Banyuwangi yang belum saya coba yaitu "Nasi Tempong" saya mencari "space" kosong diperut demi Nasi Tempong.

Kalau di Google ada 3 Top Nasi Tempong yang banyak pengunjungnya yaitu Nasi Tempong Mbok Nah, Nasi Tempong Mbok Wah, dan Sego Tempong Mbok Har. Paling banyak yang direview itu yang Mbok Wah jadilah saya langsung ke sana. Lokasinya berada di Gang Sempit, namun pengunjungnya banyak banget dan parkir mobilnya susah.

Deretan laut berjejer rapi di etalasenya. Bisa pilih ada ikan, jeroan, udang, daging, paru, cumi dan banyak lagi. Saya tergiur menggunakan lauk paru dan cumi-cuminya yang aduhai. Seporsi memang tergantung lauknya, waktu itu saya habis sekitar Rp. 30.000, perporsinya.

Untitled

Rupanya Nasi Tempong adalah sayur bening pake bayam. Dinamakan tempong karena sambalnya yang khas sambal mentahan dengan aroma yang khas. Rasanya segar dari sayur beningnya dan sambalnya yang pedas manis dengan aromanya yang saya suka banget. Namun karena cuminya pake kuah jadi kuah cumi bercampur sama sayur beningnya. Sepertinya lebih cocok pakai ikan atau lauk yang tanpa kuah. 

Untitled

Nasi Tempong Mbok Wah
Jl Gembrung No : 220
Banyuwangi
Jam Buka :
09.00 - 22.00

Cheese Stick "Toko Oleh-Oleh Nebula"

Paling enak kalau jalan-jalan memang ditemani oleh warga lokal karena pastinya lebih akurat dibandingkan dengan browsing google. Saya bilang ke teman saya, kalau beli oleh-oleh dimana? Jawabnya "Nebula", padahal kalau di Google Nebula ini kalah pamor sama Osing Deles.

Kita lalu meluncur ke toko oleh-oleh Nebula. Benar saja toko mungil yang tidak begitu terlihat dari luar ini pengunjungnya ramai. Bahkan waktu itu ada group EO band dan rombongan ibu-ibu dari Sunda yang memadati toko ini. Biasanya Nebula memang menjadi langganan para corporate pemerintahan karena UMKM termasuk laris manis. Nah yang bikin betah nunggu di ruang tamu tokonya ada tester yang diletakkan di toples besar. Saya aja nyemil sampai lupa diri habis banyak hahahah...


Untitled

Salah satu andalannya yaitu cheese sticknya seharga Rp. 22.000 dan bakiak keju yang dibanderol sama. Memang ya cheese sticknya itu gurih keju, empuk dan perbungkusnya 200 gram dengan harga segitu menurutku murah. Akhirnya aku borong 6 Cheese stick dan bakiak kejunya.

Nebula

Jl Kh. Wachid Hasyim No : 20

Banyuwangi

Jam Buka : 

08.00 - 21.00

.....

Sebenarnya banyak list yang saya hapus ketika di Banyuwangi. Salah satu tempat yang menjadi impian saya harus kandas nggak bisa saya datangi yaitu ke Diaalog yang merupakan resort pantai yang sering jadi jujugan wisatawan. Pengennya ngopi cantik sambil lihat pantai. Mungkin suatu hari saya akan ke sana :)