Zangrandi, Ice Cream Legendaris Surabaya



Kalo Surabaya lagi panas-panasnya, paling asyik nongkrong di kedai ice cream biar hati ini ikutan adem. Beruntunglah yang tinggal di Surabaya karena banyak sekali kedai ice cream yang recommended, konsepnya pun ada yang bertemakan modern ataupun masih mempertahankan suasana tempo doloe. Nah, kedai ice cream tempo doloe yang sering jadi langganan saya adalah Zangrandi.




Sedikit cerita flashback tentang Zangrandi, dahulu kedai ice cream ini tempat para berkumpulnya sosialita Belanda sebagai tempat nongkrong ataupun berdansa. Awal mulanya nama kedai ini adalah Renato Zangrandi yang didirikan pada tahun 1930, berjalannya waktu nama kedai ini menjadi Zangrandi. Bukti-bukti sejarah kepopuleran Zangrandi terlihat dari foto-foto zaman dahulu yang terpasang di dindingnya. Hmmm, pasti kebayangkan kita, bagaimana si noni-noni Belanda lagi berdansa sambil memakai gaun yang bagian roknya menggelembung.




Meski ada beberapa kali renovasi, hingga saat ini bangunan kedai Zangrandi masih mempertahankan keasliannya. Suasana tempo doloe masih terlihat dari lantainya yang bermotif dan berwarna coklat, kursinya pun memakai kursi rotan pendek berwarna merah dan coklat dan pilar-pilar ruangan yang berwarna kuning membuat suasana kedai ini semakin jadul khas Eropa.




Menu-menu di Zangrandi tentunya seputar ice cream, namun ada juga snack seperti risoles, pastel ataupun kroket. Menu favorit yang menjadi langganan pengunjung adalah Banana Split, Tuty Fruty dan Macadonia. Khusus macadonia saya sudah lama tidak pernah pesan karena mengandung rhum yang tidak diperbolehkan oleh agama. Saya juga baru tahu setelah melihat dari tayangan televisi jika sesuatu mengandung rhum diharamkan karena memabukkan (ups kok jadi khutbah gini hehehe).

Kembali ketopik pesanan, kali ini saya pesannya agak nyeleneh yaitu The Love Deal, seporsi berisi 6 scop ice cream yang bagian atasnya ada krim coklat. Seporsi berisi 2 ice cream vanila, coklat, vanila, mocca dan durian seharga Rp. 55.000,- Rasa ice creamnya sangat khas yang homemade, sangat berbeda dengan ice cream pabrikan yang kita beli di Swalayan.






Beberapa menu ice cream di Zangrandi (maaf harganya kurang fokus) :









So, nongkrong di Zangrandi sangat mengasyikkan sambil mengenang masa lalu dan nyemilin ice creamnya. Saat ini Zangrandi juga buka cabang didaerah Dharmahusada dengan konsep yang lebih moderen yang diberi nama Zangrandi Grande, segmentasinya bertemakan anak muda, sedangkan di Yos Sudarso lebih kesegmentasi keluarga.


Zangrandi
Jl Yos Sudarso 15, Surabaya
Contact:
031 5345820
Operational Hours :
10.00-22.00
Overal Rating :
&#9733&#9733&#9733&#9733&#9734
Range Harga :
Rp 22.000-Rp 70.000
Order:
The Love Deal Rp 55.000,-


Map Zangrandi :

You Might Also Like

11 komentar

  1. nyam nyam nyam enak banget mbak, dari dulu pengen kesini tapi katanya harganya mahil...dan nggak mahil2 bget ternyata dengan bentuk es krim yg seperti itu..kapan2 mau mampir juga ah dgan harga yg agak murah dikit :) makasih infonya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya dulu juga keder ke Zangrandi takut mahal, ternyata harganya masuk akal bagi sebuah ice cream :)

      Delete
  2. wah baru tahu saya ada es cream tempo dulu di surabaya,taunya cuma di malang...oen nama tokonya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga pernah coba oen yang di malang n semarang, bangunannya lebih jadul dari Zangrandi ini hihihi

      Delete
  3. Aih The Love Deal. Aku juga mau yang itu Mbak. Benaran aku bisa nngabisin satu mangkok sendirian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha bener deh kalo kesini rasanya menu yang ada di buku menu pengen kupesan semua

      Delete
  4. Holaaa Mbak Vika -
    Aku juga suka banget sama es krim zangrandi ini.. Hihihi.. boleh lah, buat nongkrong sesekali. Es krim nya emang enak. Suka es krim yang ada pisang nya. Wuenak.. Lumer cess... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ups ketemu disini qiqiqi jadi malu.... Banana split tuh cocok enak :)

      Delete
  5. Rasa mirip seperti es puter tradisional (ato emang es puter tradisional? tekstur n rasa nya sama), cuma kita di tarik harga restoran. Lokasi so-so, parkir mobil cuma 5 biji. Harus parkir masuk hotel setelah zangrandi (di depan gereja, ato di sepanjang jalan samping hotel).
    Cukup sekali ajah deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang sih rasa zangrandi berubah ngga seperti dulu dan parkirannya bikin gemes, sering dilempar keklinik sebelahnya.

      Mmm, udah coba yang zangrandi grande di jl dharmahusada? Parkirannya luas dan concepnya cafe modern minimalis. Untuk harga sih sama.

      Delete
  6. rasanya yg masih asli ice cream tempo doeloe itu yg bikin kangen
    aku paling suka yg banana split mbak....
    dimanapun sih...di mon cheri jg suka pesan banana split :)

    ReplyDelete