Pesona Ecotourism Lombok di Lomba Blog Pegipegi

Indonesia saat ini lagi giat-giatnya mempromosikan wisata berkonsep ecotourism untuk menarik wisatawan. Konsep wisata ecotourism adalah wisata yang dikemas dengan panorama alam dan keanekaragaman kebudayaan masyarakat sekitar. Tak dipungkiri konsep ecotourism mampu mendongkrak wisatawan asing untuk mengunjungi Indonesia. Tengok saja konsep wisata ecotourism yang sedang dikerjakan di Batam adalah Funtasy Island yang rencananya akan selesai pada akhir tahun 2015. Eco Theme Park yang digagas menjadi yang terbesar di dunia harapannya akan menyedot wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia.

Salah satu pesona wisata ecotourism di Indonesia yang menarik hati saya adalah keindahan alam Lombok. Ya, Pulau Lombok yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini terbagi dalam Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara telah memiliki banyak wisata ecotourism. Hebatnya, pada tahun 2014 Lombok menjadi daerah yang paling banyak menerima kunjungan wisatawan asing yang mampu menggeser pesona Bali yang sudah tersohor dimata dunia.

Hmmh, apa saja sih ecotourism yang ada di Lombok? Banyak. Beberapa wisata Lombok ini membuat saya ingin berkunjung ke Lombok bersama @amrazing.

Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air
Pesona 3 Gili ini menjadi maskot keindahan alam Lombok. Yang saya sukai adalah usaha pemerintah untuk tetap menjaga kelestarian Gili dengan melarang kendaraan bermotor untuk digunakan di area Gili. Untuk berkeliling sekitar Gili adalah menggunakan sepeda atau cidomo, sedangkan untuk menyeberang antar Gili menggunakan perahu motor. (Cidomo, sumber foto: www.indonesiatravel

Menuju Gili Meno kita dapat menikmati keindahan bawah laut dengan bersnorkeling seperti di Turtle Point, selanjutnya tak kalah menariknya adalah Gili Meno Bird Park. Dibandingkan dengan 3 Gili lainnya, Gili Meno memang relatif lebih sepi tak heran keindahan alamnya masih tergolong alami. Bersnorkeling di Gili Meno airnya sangat jernih kita dapat melihat dengan jelas koral dan hewan-hewan laut yang berwarna-warni. Kegiatan berjalan-jalan di Gili Meno ini kita akan dapat melihat penyu-penyu yang berjalan dengan bebasnya. Lalu di Gili Meno Bird Park kita dapat melihat beberapa spesies burung-burung. Ecotourism Gili Meno tak kalah menariknya dengan hadirnya Danau Garam yang masih dikelilingi hutan bakau dan pesona burung elang yang hinggap dipepohonan menambah keasrian sudut Gili Meno.

Gili Trawangan dan Gili Air sedikit berbeda dengan Gili Meno, di kedua Gili ini kita dapat menikmati alam yang dibalut dengan fasilitasnya sangat modern. Beberapa fasilitas seperti cottage, hotel, cafe, restoran tersedia di Gili Trawangan dan Gili Meno. Menariknya beberapa fasilitas entertainment tersebut keindahan alam gili ini masih terjaga. Kita dapat melihat pasir pantai yang berwarna coklat, birunya air laut, terumbu karang maupun keindahan alam bawah lautnya yang masih terjaga.

Gili Trawangan, sumber foto: www.indonesia.travel

Desa Sade, Desa Banyumelek dan Desa Sekarbela

Jika anda pernah melihat sebuah desa yang tetap mempertahankan bangunan rumahnya yang beratapkan jerami, berdinding anyaman bambu yang berlantaikan tanah liat dan kotoran kerbau maka desa tersebut adalah rumah suku Sasak. Desa suku Sasak yang sering dikunjungi wisatawan adalah Desa Sade dan Desa Rembitan. Oleh Dinas Pariwisata Lombok Desa Sade dijadikan sebagai desa wisata. Masyarakat Desa Sade memang lebih modern dibandingkan suku Sasak didesa lainnya namun tetap menjaga adat mereka. Yang unik setiap perempuan suku Sasak haruslah bisa menenun agar mereka mandiri. Untuk menunjang perekonomian masyarakatnya di Desa Sasak banyak toko-toko yang menjual kain tenun songket hasil dari perempuan penenun songket di Desa Sade. (Desa Sade, sumber foto: www.indonesia.travel)

Selain Desa Sade yang terkenal akan hasil tenunnya, tak kalah menariknya Desa Banyumelek merupakan desa penghasil gerabah, hampir seluruh desa ini masyarakatnya membuat kerajinan gerabah yang diekspor keberbagai Negara. Letak Desa Banyumelek di Kecamatan Kediri, Lombok Barat. Mengunjungi Desa Banyumelek kita dapat melihat proses pembuatan gerabah dari awal hingga menjadi gerabah yang kemudian dipasarkan.

Kerajinan di Desa Banyumelek, sumber foto: id.lombokindonesia.org

Didesa Sekarbela kita dapat mengunjungi sebuah desa yang terkenal akan pengrajin mutiaranya, seperti desa-desa sebelumnya kegiatan pengrajin mutiara diturunkan secara turun temurun. Banyak wisatawan yang berburu oleh-oleh mutiara ini, memang mutiara Lombok terkenal dengan The Queen of Pearls. Ya, kualitas mutiara Lombok ini terkenal dengan kilaunya yang cemerlang.


Pantai Senggigi, Pantai Kuta dan Pantai Pink

Pantai Senggigi bisa dikatakan sebagai maskotnya pantai di Lombok. Salah satu keindahan pantai Sengigi terletak pada garis pantainya yang memanjang dengan pasir kecoklatan yang masih bersih, lalu kejernihan dan keindahan bawah lautnya masih terjaga. Aksesnya memang tergolong mudah maka tak heran disukai banyak wisatawan. Selain banyak hotel, cafe dan resto berkonsep modern di Pantai Senggigi juga terkenal dengan makanan khas lokalnya. (sumber foto: ensiklopediaindonesia.com)

Pantai Kuta yang saya maksud ini bukanlah Pantai Kuta yang terkenal di Bali itu, memang namanya mirip tapi Pantai Kuta juga ada di Lombok. Biasanya setelah atau sebelum berkunjung ke Desa Sade banyak wisatawan yang mengunjungi Pantai Kuta ini. Pantai Kuta di Lombok sangatlah bersih, dipantai ini kita dapat bersnorkeling maupun melihat Sunset. Meski aksesnya tergolong lebih susah daripada Pantai Senggigi, Pantai Kuta pun tak kalah ramainya dengan Pantai Senggigi.

Pantai Pink adalah julukan untuk Pantai yang sebenarnya bernama Tangsi. Pantai ini terkenal akan pesona pasirnya yang sedikit berwarna pink. Sebenarnya warna pasir pantai pink ini juga berwarna putih kecoklatan, hanya saja kandungan serpihan terumbu karang yang berwarna kemerahan menjadikan warna pasir berbaur menjadi warna pink. Memang untuk menuju pantai pink ini dibutuhkan waktu kurang lebih dua jam dari kota Mataram, namun sayang jika kita melewatkan keindahannya. (Pantai Pink, sumber foto: id.wikipedia.org)


Misi Bersama @amrazing
Jika ditanya misi apa yang akan saya lakukan bersama @amrazing???
Hal pertama yang akan saya lakukan untuk promosi Lombok adalah menulis artikel tentang Lombok melalui blog pribadi, social media twitter, facebook dan instagram. Harapannya melalui artikel yang saya tulis wisatawan lebih mengenal keanekaragaman wisata dan budaya Lombok. Tak dipungkiri jika banyak wisatawan berkunjung ke Lombok akan mengangkat potensi Lombok dan menambah pemasukan yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat Lombok.

Misi selanjutnya ingin untuk kelestarian lingkungan, bersama @amrazing di Lombok, saya akan membawa tulisan dari papan yang bertuliskan “Please Keep This Area Clean” yang akan saya sematkan di area ecotourism diatas. Misi ini bertujuan mengingatkan wisatawan agar tetap menjaga lingkungan, harapannya saya ingin Lombok tidak ingin tercemar dengan sampah karena ulah manusia.


Tertarik dengan Lombok, jangan lupa cek tiket pesawat maupun hotel di www.pegipegi.com. Met Traveling!!!



Terimakasih artikel ini menjadi salah satu pemenang hadiah hiburan di Lomba Blog pegipegi

You Might Also Like

5 komentar

  1. kangen Lombok.... emang seru di sana, mba. naik cidomo, main air, lihat tenun khas & mutiara... : )
    yang seru lagi kalo lewat jalanan di gunung apa gitu, ada monyet liarnya, bisa ngasih makan mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, iya itu hutan monyet pusuk salah satu ecotourism lombok yg masih alami dengan monyet liarnya. Sayangnya saya phobia dengan monyet, jd ngga masukin list wisata ini diatas :(

      Delete
  2. keren banget ya lombok, mau juga aku :)

    ReplyDelete