Jangan Malu Deteksi Dini Kanker Serviks

Sehari sebelum saya tes kanker serviks, saya gelisah memikirkan proses pemeriksaan pap smear. Pikiran saya berkecamuk, mulai dari malu memperlihatkan daerah kewanitaan dan takut sakit. Beberapa artikel pengalaman pap smear yang saya baca, ada yang mengatakan sakit dan tidak. Perasaan takut dan malu yang besar membuat suami ikut menyemangati dengan meyakinkan saya bahwa tidak sesakit seperti bayangan saya.

Sebenarnya saya tidak ada gejala apapun dengan kanker serviks. Saya selalu rutin untuk tes kesehatan, mulai dari kolesterol, asam urat, kadar lemak, gula darah, dan tes lainnya secara teratur. Kebetulan kantor suami juga ada fasilitas kesehatan untuk keluarga secara gratis, saya sering memanfaatkan untuk tes kesehatan. Mobil aja rutin di check up 6 bulan sekali, masak tubuh kita tidak di check up secara rutin.

Di Prodia ada progam pemeriksaan pap smear gratis bagi peserta aktif BPJS kesehatan selama periode April-November 2017. Normalnya tes pap smear sekitar lima ratus ribuan. Progam gratis pap smear ini hanya ada beberapa cabang tertentu, yang terdekat dari Surabaya adalah cabang Kediri. Total perjalanan yang saya tempuh sekitar 3,5 jam dari Surabaya.

Sebelum menuju Prodia di Kediri, saya menelepon customer service terlebih dahulu. Saya diberitahukan syarat sebelum melakukan pemeriksaan kanker serviks yaitu:


Sumber: www.prodia.co.id


prodia 2
Klinik Prodia

Setelah mempersiapkan syarat dan kelengkapannya, saya berangkat ke Kediri. Saya diberikan formulir dan menyerahkan copy KTP dengan BPJS. Saya lalu diarahkan ke ruangan khusus untuk pap smear. Payudara saya diperiksa terlebih dahulu menggunakan handscoon (sarung tangan kesehatan) untuk di cek kondisi kemungkinan ada benjolan. 


prodia 1
Mengisi formulir pap smear

prodia 5

Selanjutnya saya tidur di tempat tidur yang disediakan sambil membuka kedua kaki. Dokter mengambil lendir di leher rahim serviks dengan alat spatula. Prosesnya cepat dan tidak sakit. Lalu lendir yang sudah diambil diletakkan di potongan kaca bening untuk tes di laboratorium. Dua minggu kemudian saya mengambil tes pap smear. Alhamdulilah tes menunjukkan dalam kondisi normal.

prodia 3
ruang pengambilan serviks
prodia 4
Pengambilan sampel lendir serviks diletakkan di kaca

Hasil pemeriksaan tes Pap Smear



...

Saat ini kanker serviks menjadi penyebab kematian terbanyak kedua pada wanita di Indonesia. Jumlah kasus baru kanker serviks serta kematian yang diakibatkannya terus meningkat setiap tahun. Padahal, kanker serviks termasuk jenis kanker yang paling bisa dicegah dan disembuhkan dibandingkan dengan semua jenis kanker. Kanker serviks yang masih dini tidak memberikan keluhan, sedangkan kanker serviks yang ditemukan dan ditangani sejak dini dapat sembuh 100%.


sumber foto: www.prodia.co.id
Kanker serviks terjadi karena infeksi virus bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang berhasil masuk ke dalam area kewanitaan. Kanker serviks tidak menular akibat kontak langsung seperti jabat tangan, terkena keringat, atau bertukar pakaian, melainkan menular melalui kontak seksual. Risiko seorang wanita mengidap kanker serviks juga akan meningkat apabila wanita tersebut menikah dan melakukan hubungan seksual di bawah 20 tahun, bergonta-ganti pasangan seksual, dan merokok.

Kanker serviks tidak akan menimbulkan gejala pada stadium awal. Stadium selanjutnya, kanker serviks menimbulkan gejala seperti pendarahan melalui vagina, keputihan abnormal (bercampur darah dan berbau), nyeri panggul, dan susah buang air kecil. Kondisi inilah di mana kondisi kanker serviks susah disembuhkan. Maka deteksi dini sangatlah penting dilakukan bagi wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.

Ada tiga cara deteksi dini kanker serviks yaitu pap smear, IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan HPV-DNA . Terus terang saya sebelumnya bingung dengan pilihan deteksi dini kanker serviks, namun dijelaskan oleh dokter di Prodia dengan sangat jelas sesuai kebutuhan saya. 

Pap Smear untuk mengetahui kelainan sebelum ada keluhan atau gejala kanker serviks dengan mengambil cairan dikerok dari dimulut rahim. Kemudian hasil usapan tersebut dipulas ke kaca khusus untuk di laboratorium menggunakan mikroskop. Ada  dua metode pap smear, yaitu konvensional (metode lama) dan sitologi serviks berbasis cairan (metode baru). Metode baru memberikan hasil yang lebih jelas, dan dalam satu sampel dapat digunakan untuk pemeriksaan HPV DNA. 


sumber foto: www.prodia.co.id

Sedangkan IVA pemeriksaan serviks dengan memulas serviks menggunakan larutan asam asetat. Apabila setelah pulasan asam asetat ada perubahan warna bercak putih, ada kemungkinan tahap pra kanker. Namun dibandingkan pap smear, metode pemeriksaan IVA memiliki sensitivitas dan akurat yang lebih rendah dibandingkan dengan metode pemeriksaan lain.

HPV-DNA  merupakan pemeriksaan molekuler yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Human Papilloma Virus (HPV) pada sel-sel yang diambil dari serviks untuk melengkapi Pap Smear. Gejala HPV ini berupa kutil yang dapat menyerang kanker serviks. Jika setelah pemeriksaan pap smear dan ditemukan ketidaknormalan dari hasil pemeriksaan, maka dokter akan menganjurkan pemeriksaan HPV untuk menilai adanya kemungkinan keganasan penyakit. HPV-DNA ini melengkapi dari pap smear.

prodia 6
HPV-DNA

Diantara pap smear, IVA dan HPV-DNA saya dianjurkan oleh dokter melakukan pemeriksaan pap smear metode konvensional. Sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk pemilihan deteksi dini kanker yang tepat. Pemeriksaan kanker serviks dengan metode pap smear ini tidak sakit sama sekali. Normalnya untuk pemeriksaan pap smear  wajib dilakukan satu tahun sekali. Biayanya memang mahal untuk tes pap smear, namun mengingat manfaatnya untuk mengetahui kondisi mulut rahim dan serviks maka wajib dilakukan.

Sebaiknya deteksi dini kanker serviks dilakukan sesuai umur yaitu: 
  • Jika berusia < 21 tahun, Pap Smear dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual pertama. Apabila hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali. 
  • Jika berusia atara 21-30 tahun, Pap Smear dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal. 
  • Jika berusia > 30 tahun, pemeriksaan dengan Pap Smear dan dilengkapi dengan HPV-DNA dilakukan secara berkala.

Saya tidak percaya mitos jika rajin tes kesehatan maka kita malah berharap sakit atau buang uang. Semua penyakit semakin dini terdeteksi, maka semakin tinggi pula peluang sembuhnya. Begitu pula kanker serviks yang bisa diketahui secara dini maka bisa disembuhkan. Jangan malu deteksi dini kanker serviks, di Prodia pengambilan tes dilakukan dengan profesional dan dilakukan oleh dokter maupun petugas perempuan Prodia. 

Seperti di Jakarta, ada Prodia Women' s Health Center (PWHC) yang merupakan klinik layanan kesehatan khusus perempuan berbasis Women-Wellness yang pertama di Indonesia. PWHC melayani para wanita dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan dini maupun pencegahan lanjutan.


Agar terhindar dari kanker serviks maka lakukan gaya hidup dengan :


sumber: www.prodia.co.id

Mari hidup sehat mulai sekarang. Jangan lupa cek rutin kanker serviks dengan deteksi dini

Referensi:
www.prodia.co.id

You Might Also Like

11 komentar

  1. Wah mba saya jadi ingat mau cek ini juga. Untung lihat jadi alarm karena selama ini nunda plus takut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya permasalahan setiap wanita nih kayaknya takut dan malu kayak aku. Tapi setelah dijalani nggak seseram itu :) ayo buat alarm buat diri sendiri

      Delete
  2. nggak disarankan imunisasi serviks mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kemarin aku juga tanya-tanya tentang imunisasi HPV, nggak kujelasin di atas karena artikel harus maksimal 1.000 karakter. Aku jelasin di sini aja ya.

      Jadi gini imunisasi HPV itu sebaiknya diberikan ke wanita di atas 21 tahun yang belum menikah dan belum melakukan hubungan seksual. Untuk yg sudah menikah, sebelum imunisasi HPV sebaiknya tes pap smear dulu untuk mengetahui deteksi dini kanker serviks. Jadi harus diketahui benar-benar bebas kanker serviks sebelum imunisasi HPV.

      Nah kalo sudah imunisasi HPV apa perlu pap smear? Kata dokter sih kemarin tetap perlu karena imunisasi HPV itu sebagai tindakan pencegahan atau membentengi diri dari kanker serviks. Namun sebaiknya deteksi dini dengan pap smear atau IVA tetap dilakukan.

      Begitu sih mba aku kemarin dijelaskan sama dokternya :)

      Delete
    2. eh kok typo 1000 karakter maksudnya 1000 kata wekekeke

      Delete
  3. Oh berarti utk saya yg melajang langsung konsultasi utk dpt imunisasi HPV ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. HPV ini sudah bisa diberikan sejak anak usia sekolah mba, seperti pasa saat kelas 5 SD atau 12 tahun nggak harus nunggu dewasa dulu. Jenisnya juga ada dua vaksin HPV, yaitu vaksin HPV bivalen (2 tipe HPV) dan quadrivalen (4 tipe HPV). Suntiknya di lengan jadi nggak perlu takut merusak selaput dara wkwkwkwk...

      Aku habis ini juga mau vaksin mba yag tipe Vaksin yang HPV quardrivalent. Intinya sih mba Ria harus konsultasi dulu agar bisa mendapatkan keterangan yang lebih lengkap dari dokter dan keterangan pilihan vaksin HPV yang tipe mana.

      Delete
  4. Makasi Mbak udah nulis tulisan ini. Buat aku jadi sedikit lebih berani buat mau coba papsmear. Lagian kan mumpung gratis dari BPJS. Hehehe

    ReplyDelete
  5. Terimakasih informasinya, virus kanker serviks bisa kita cegah bila kita telah melakukan pemeriksaan sejak awal, maka dari itu jangan biarkan kesehatan bahkan nyawa anda terancam karena virus kanker yang banyak membunuh wanita ini.

    ReplyDelete