Industri Kreatif Dalam Balutan Wisata Surabaya

Surabaya yang terkenal akan gedung tingginya yang menjulang, kini menyulap dirinya sebagai kota wisata. Tidak hanya membuka wisata semata, namun wisata tersebut juga didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan industri kreatif. Wisata baru tersebut disandingkan dengan Usaha Makro Kecil Menengah (UMKM) yang juga membuka usahanya secara berdampingan.

Wajah Pantai Kenjeran di Surabaya kini telah berubah, dahulu yang terkenal kumuh kini menjadi wisata yang diperhitungkan. Sekitar satu tahun lalu, Walikota Surabaya berani merelokasi para pedagang ikan yang tidak teratur berjualan disepanjang Kenjeran, kemudian ditempatkan di sebuah bangunan khusus yang menjual hasil ikan dan olahannya. Ya, gedung tersebut bernama Sentra Ikan Bulak.

Sentra Ikan Bulak
Kini para pedagang ikan memiliki stand khusus untuk berjualan ikan segar, ikan asap, dan aneka seafood di Sentra Ikan Bulak. Pun para penjual aneka camilan yang berbahan dasar ikan juga menempati lokasi yang sama. Untuk lantai atas dikhususkan untuk pembeli yang ingin menikmati ikan yang dibelinya sambil menikmati pemandangan Kenjeran dari atas.

Para Pedagang di Sentra Ikan Bulak


Tentu tidak mudah meyakinkan para pedagang mau menempati lahan Ikan Sentra Bulak, karena mereka terbiasa berjualan dipinggir jalanan Kenjeran. Tantangan pedagang juga dari malasnya pembeli masuk kedalam Sentra Ikan Bulak sehingga penjualannya tidak selaris sebelumnya.

Namun Walikota Surabaya meyakinkan bahwa Ikan Sentra Bulak akan ramai dikunjungi pembeli. Dengan bantuan promosi yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya, pedagang ikan kini menuai hasilnya. Kini banyak wisatawan yang setiap minggunya datang ke Sentra Ikan Bulak untuk berwisata, membeli aneka ikan dan membeli oleh-oleh camilan krupuk ikan yang terkenal dengan wisata Kenjeran.

camilan krupuk yang sering dibawa untuk oleh-oleh khas Surabaya

Ada juga wisata Surabaya yang sedang menggeliat yaitu Food Junction yang berada di daerah Tandes, yang bersebelahan dengan Tol Gresik. Siapa sangka wisata yang jauh dari pusat kota Surabaya ini diserbu pengunjung setiap harinya. Warga Surabaya yang haus akan tempat wisata menyambut dengan antusias wisata Food Junction yang dibalut dengan aneka permainan dan sentra kuliner.

Food Junction
Food Junction ini disetting seperti food court yang menjual aneka makanan di stand-stand kecil. Aneka kuliner khas Surabaya banyak tersedia dalam berbagai pilihan. Pun nama-nama baru kuliner juga memadati stand tersebut juga menjadi pilihan pengunjung. Geliat industri kreatif kuliner ini sangat digemari oleh pengunjung Food Junction, meskipun lokasi yang jauh tidak menghalangi kepamoran Food Junction.

aneka kuliner di Food Junction
Ada juga Surabaya North Quay sebagai wisata baru Surabaya yang berada di Terminal Peti Kemas. Sebelumnya kawasan ini adalah kawasan yang tertutup untuk umum, namun kini dijadikan wisata. Surabaya North Quay menghadirkan sensasi pengunjung yang bisa melihat kapal berlayar dari rooftop dan juga bisa melihat kegiatan bongkar muat terminal peti kemas.

Surabaya North Quay



Wisata yang dibuka pada hari Sabtu dan Minggu ini menghadirkan aneka stand-stand kuliner dari UMKM di Surabaya. Aneka kuliner dihadirkan dengan harga yang terjangkau, selain nama kuliner yang sudah familiar juga banyak nama-nama kuliner baru yang juga diserbu pengunjung.

Kuliner di Surabaya North Quay


kreco

lontong balap
Surabaya berhasil mengembangkan potensi diri dengan membangun industri kreatif lewat wisatanya. Banyak wisata baru di Surabaya yang menggandeng UMKM Surabaya, hasilnya para pengunjung bisa menikmatinya sambil berwisata. Inspirasi dari Pemerintah Kota Surabaya ini juga menginspirasi beberapa kota lainnya di Surabaya.

Dalam memajukan dan mendukung industri kreatif Surabaya, selain membuat wisata baru, Walikota Surabaya juga mendukung industri kreatif seperti Usaha Mikro Kecil Menengah dengan progam biaya perizinan secara gratis. Sejak tahun 2016 yang lalu, Pemerintah Kota Surabaya membebaskan biaya merek dan hak paten. Sekitar 1000 UMKM akan memperoleh hak paten dan merek secara gratis setiap tahunnya. Angin segar gratisnya biaya merek dan hak paten ini disambut antusias oleh penggiat industri kreatif Surabaya.

Astra sangat mendukung industri kreatif lewat Corporate Social Responsibility (CSR). Seperti Kampung Keputih Tegal sebagai Kampung Berseri Astra. Kampung yang dulunya kumuh kini tersedia fasilitas yang lengkap seperti rumah pintar, rumah hijau, bank sampah, hingga instalasi pengolahan air bersih, pembudidayaan tanaman dan kompos. Kini Kampung Keputih Tegal selain dijadikan percontohan juga dijadikan tempat wisata.

Visi Astra yang menginspirasi pembangunan dapat terlihat dalam beberapa progam CSR yang sangat mendukung pertumbuhan portofolio bisnis, sumber daya manusia, dan kontribusi sosial dan lingkungan secara serentak dengan berkesinambungan. Tentu progam dari CSR Astra ini juga didukung dan dijalankan oleh masyarakat di Kampung Keputih Tegal.


Progam CSR Astra Kampung Keputih Tegal menghidupkan pelestarian lingkungan dan pengembangan Usaha Kecil dan Menengah yang mendukung pendapatan ekonomi bagi masyarakat luas. Dengan progam CSR yang dilakukan Astra pada Kampung Keputih Tegal mendongkrak perekonomian masyarakatnya.

Astra tidak hanya tentang otomotif, namun juga peduli kepada masyarakat Indonesia. Terlihat dari kontribusinya kepada masyarakat lewat 9 yayasan, yaitu Yayasan Toyota Astra yang fokus pada bidang pendidikan, Yayasan Dharma Bhakti Astra yang fokus pada UMKM, Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim yang membantu sekolah prasejahtera.

sumber foto: www.astra.co.id
Yayasan Astra Bina Ilmu fokus bidang pendidikan teknologi, Yayasan Amaliah Astra untuk kegiatan sosial keagamaan, Yayasan Astra Honda Motor yang mendukung safety riding campaign, Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKB UT) sebagai lembaga pendidikan keterampilan mekanik dan operator alat-alat berat terbaik di dunia, Yayasan Astra Agro Lestari didirikan pada tahun 2010, memiliki visi menjadikan salah satu sekolah terbaik di wilayah operasional perkebunan dan Yayasan Insan Mulia Pama (YIMP) fokus Pengumpulan dana umat (Zakat, infaq & Shadaqoh), Dakwah dan Donasi Bidang Sosial.

Inspirasi 60 tahun Astra ini akan bersinergi jika dijalankan bersama-sama dengan bantuan masyarakat maupun pemerintah secara berkelanjutan. Dengan komitmen bersama, kota Surabaya semakin menginspirasi dalam membangun industri kreatif dan perekonomin masyarakat Surabaya pun meningkat.



You Might Also Like

8 komentar

  1. Pokoke kolaborasi Astra dan insan kreatif Sby makin bikin kota ini sip markosiippp

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba :) tangan dingin ASTRA memang keren

      Delete
  2. Aku belum pernah explore Surabaya, kapan meet up kl kesampaian berkunjung ke kota ini ya mba.

    ReplyDelete
  3. Surabaya oh Surabaya kapan aku ke sini lagi, ya. Dulu ke sini dalam rangka workshop Fun Blogging. Kunjungan singkat, belum puas.

    ReplyDelete
  4. kadang ya menurut saya, baik pedagang sm pembeli itu sama2 males... Pdahal tempat mrk biasa jualan itu udah kumuh, bikin macet (kl di Jkt kasusnya ya tanah abang). Tp krn org males ke dalam, lbh enak beli di luar...ya gitu deh... Salut loh bisa berubah keren ginih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba setuju, kembali lagi ke pedagang dan pembeli juga. Kadang kalo pembeli males banget naik turun tangga, pedagang juga malas jualan di lantai atas

      Delete