Mengajarkan Anak Menerima Kekalahan di Lomba Kemerdekaan


Berakhirnya kegiatan memperingati hari 17 Agustusan ditandai dengan malam tujuh belasan. Acara tersebut dihiasi dengan panggung hiburan, memotong tumpeng dan pembagian hadiah yang lokasinya di area komplek perumahan. Semua warga berkumpul dengan gembira. Mereka bernyanyi, menikmati tumpeng, dan diakhiri dengan doa. Kegiatan ini berlangsung hampir setiap tahun sejak saya masih kecil, kini ketika saya memiliki anak, saya juga menanamkan semangat kemerdekaan kepadanya.

Setiap bulan Agustus, selalu ada perayaan kemerdekaan yang diawali dengan berbagai lomba, dan jalan sehat. Para orang tua dan anak mengikuti lomba dalam beberapa kategori yang sesuai dengan usia. Tak terkecuali saya dan mas suami juga ikutan lomba senam sehat, lomba beregu jalan bakiak, lomba kempit balon dan memasukkan paku ke dalam botol.

Si Kecil sangat bersemangat mengikuti lomba-lomba yang diadakan di komplek. Tahun lalu, semua lomba yang diikuti seperti lomba kelereng dan memasukkan jarum ke dalam botol berhasil dimenangkannya dengan juara dua. Ada hadiah seperangkat alat tulis lengkap dengan buku yang membuatnya kembali bersemangat. Saking semangatnya anak saya juga berlatih untuk lomba kelereng karena si kecil takut akan kalah karena gigi depannya sudah tanggal yang membuatnya kesulitan menggigit sendok.

Pagi hari sebelum lomba dimulai, anak saya sudah minta dibuatkan susu kesukaannya vidoran Xmart 5+ Madu untuk diminum. Katanya, agar semangat dan nggak loyo ketika lomba. Susu vidoran Xmart 5+ ini susu kesukaan anak saya karena rasanya yang enak dan manisnya pas. Saya sering menyebutnya kayak unta, karena hobi sekali minum susu tiga kali sehari yaitu pagi hari, pulang sekolah dan juga malam sebelum tidur.

Ada 2 lomba yang diikuti anak saya yaitu lomba kempit balon dan memasukkan paku ke dalam botol. Lomba kelereng ternyata tidak ada pada tahun ini, padahal dia sudah giat berlatih. Semua lomba yang diikuti tidak ada yang dimenangkan, anak saya pun langsung nangis tidak menerima kekalahannya. Prestasi yang diraihnya dulu tidak diperolehnya tahun ini. Saya berusaha mengajarkan anak saya menerima kekalahan di Lomba kemerdekaan.

Saya mencoba menenangkan dan menghiburnya. Saya memberikan nasehat bahwa kita harus menerima kekalahan, karena rezeki sudah diatur sama Allah. Kalo nggak hari ini, pasti dengan doa Allah akan menggantinya dengan yang lain. Anak saya berusaha untuk menerima kekalahannya yang pahit baginya. Saya dengan semangat 45 memberikan dukungan agar tetap semangat di lomba-lomba berikutnya.

Picture3
Selang seminggu kemudian, ketika pulang sekolah saya sudah dipamerin gelas tutup plastik yang berisi snack. Dengan bangganya dia memamerkan gelas tutup plastik yang berisi snack seharga seribuan. Lomba kemerdekaan hadiahnya memang tidak seberapa tapi bagi anak-anak suatu kebanggaan bisa memenangkan lomba di hari istimewa tersebut. Ya, seperti anak saya.



Bangga memilikinya yang kini sudah berusia enam tahun, selalu bersemangat dan ceria. Untuk menemani kesehariannya, saya menerapkannya wajib minum susu. Nggak dipaksa sih, karena anak saya sendiri suka selalu minum susu. Waktu itu saya juga nggak pernah memaksa menggunakan vidoran Xmart 5+ Madu untuk diminumnya. Susu ini merupakan pilihan sendiri anak saya. Dulu, karena main ke rumah temannya, terus dibuatin susu sama mama temannya terus dia minta ke saya untuk membelikan vidoran Xmart 5+.

vidoran Xmart 5+ merupakan susu untuk tumbuh kembang anak yang mengandung asam lemak esensial dan sumber serat pangan Inulin yang baik untuk pencernaan anak. Dilengkapi formula Nutriplex yang kaya kandungan berbagai nutrisi penting, yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan. vidoran Xmart 5+ ini mengandung Cod Liver Oil (minyak hati ikan cod) yang berasal dari perairan laut dalam sehingga bebas kontaminasi dan tinggi nutrisi. Susu nggak harus mahal yang terpenting nutrisi dan gizi harus terpenuhi.




Masih dalam rangka hari kemerdekaan vidoran XMart mau mengajak anak-anak usia balita dan sampai 8 tahun untuk ikut lomba menyanyikan lagu Hari Merdeka (17 Agustus) #SemangatAnakvidoran. Cara ikutan dengan merekam video saat menyanyikan lagu Hari Merdeka ciptaan H. Mutahar itu lho, dengan smartphone atau pun gadget lainnya. Nyanyinya boleh sendiri, tapi lebih seru lagi kalau sama Mama, Papa, adik, atau kakak.

    Mekanisme mengirim videonya bagaimana? Ini S&K-nya: 
  1. Semangat Anak vidoran adalah kampanye yang mengajak orang tua dan anak Indonesia mengabadikan momen kebersamaan dengan menyanyikan lagu Hari Merdeka karangan H.Mutahar sebagai wujud semangat kemerdekaan.
  2. Seluruh peserta adalah warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia, memiliki anak berusia maksimal 8 tahun dan dapat dibuktikan dengan identitas diri berupa kartu identitas (KTP/SIM).
  3. Periode kegiatan ini mulai dari 1 Agustus – 17 September 2017.
  4. Mekanisme Semangat Anak vidoran:
    • ‘Like’ Facebook Fanpage Anak vidoran, ‘Follow’ Twitter @anakvidoran dan Instagram @anak.vidoran.
    • Beli produk susu vidoran apa saja.
    • Abadikan momen bersama si Kecil menyanyikan lagu Hari Merdeka karangan H.Mutahar.
    • Upload videonya ke Facebook atau Instagram.
    • Mention @anakvidoran dan sertakan hashtag #SemangatAnakvidoran.
    • Wajib menggunakan atribut merah putih dan menyertakan kemasan susu bubuk vidoran Xmart 1+, 3+, atau 5+.
    • Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu video.
    • Peserta boleh menggunakan alat musik sebagai alat bantu menyanyi.
  5. Kriteria pemenang adalah ekspresi dan kreativitas dalam penampilan membawakan lagu. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.,
  6. >
  7. Hadiah yang akan diberikan berupa 10 voucher belanja masing-masing senilai Rp 1.000.000 dan bingkisan produk untuk 10 video terbaik pilihan juri.
  8. Pemenang akan diumumkan pada akhir periode di Facebook, Twitter, dan Instagram Anak vidoran.
  9. Pemenang akan dihubungi Penyelenggara untuk verifikasi data diri. Kandidat Pemenang wajib memberikan dan/atau mengisi data diri dengan benar dan lengkap, paling lambat 1 (satu) minggu setelah dikonfirmasi pihak Penyelenggara.
  10. Penyelenggara berhak melakukan verifikasi data kandidat. Pemenang dan berhak membatalkan status pemenang jika diketahui data yang diterima palsu.
  11. Pengiriman hadiah akan dilakukan maksimal 90 (Sembilan puluh) hari setelah konfirmasi kelengkapan data dilakukan.
  12. Dengan mengikuti kegiatan ini, seluruh peserta dianggap telah menyetujui syarat dan ketentuan yang berlaku.
  13. Pihak penyelenggara berhak untuk mengubah dan/atau memodifikasi syarat dan ketentuan kegiatan ini dari waktu ke waktu dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
  14. Pihak penyelenggara berhak mendiskualifikasi peserta dan/atau pemenang yang menurut penyelenggara tidak memenuhi dan/atau melanggar syarat dan ketentuan kegiatan ini.
  15. Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Facebook, Twitter, atau Instagram Anak vidoran.
  16. Hadiah tidak dapat dialihkan, ditukar barang lain, atau diganti dengan uang, dan dipindah-tangankan.
  17. Setiap hasil video dan data yang diikutsertakan dan dikirimkan dalam program ini menjadi hak milik vidoran dan penyelenggara berhak untuk mempergunakannya sesuai dengan kepentingan program.
  18. Program ini tidak dikenakan biaya apapun. Pajak ditanggung penyelenggara. Hati-hati penipuan. Keputusan Penyelenggara tidak dapat diganggu gugat.

Jangan lupa Ikuti lomba #SemangatAnakvidoran . Semoga beruntung. Yuk sambil minum susu juga tanamkan semangat kemerdekaan Indonesia di negeri ini.

You Might Also Like

32 komentar

  1. hadiahnya lumayan banget, pengen nyobain lombanya. Semoga beruntung menjadi salah satu pemenang.

    ReplyDelete
  2. Anakku pernah juga sedih pas kalah lomba, mba. Emang tugasnya orangtua untuk memberikan dukungan ke anak ya mba. Asikk Ayyas juga udah ikutan mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kita dulu mungkin gitu yah mba waktu kecil :D

      Delete
  3. Aahhh bener banget mba. Umumnya anak-anak nangis klo lomba kalah. Termasuk aku dulu wktu masih anak2 Hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yg susah kalo minta dibeliin hadiah wkwkwk

      Delete
  4. Jav dl wkt pertama kali ikut lomba kalah, hihi...

    ReplyDelete
  5. Wah kakak pinter dapat juara 1. Kalau adek Salfa belum tahu nanti bisa juara apa nggak hehehe... Soalnya ga bisa diem dan moody. Lihat kakak nyanyi, Salfa jadi mau nyanyi juga...

    ReplyDelete
  6. Setujuuu, mengajarkan anak untuk menerima kekalahan itu penting banget dan tugas kita sebagai ortu untuk mengingatkan dan terus menyemangati. Wah seru ya lombanya. Kayanya perlu ikutan juga nih siapa tahu menang. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus ikutan mba :D masih lama deadline lombanya

      Delete
  7. anak memang hrs diajrai menerima kegagalan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget...istilahnya harus legowo :D

      Delete
  8. Memang harus diajarkan ya mbak. Anak saya ini tipenya suka menyembunyikan perasaan banget :D

    Gak mau kelihatan kecewa gitu, ya padahal aslinya kecewa. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaaha beda banget sama anakku langsung nangis :D

      Delete
  9. Jd inget di sekolah keen ada yg gak menangin lomba apa2 trus nangis kasiannya.. anak itu.

    ReplyDelete
  10. jangankan si adek, saya aja masih suka mundung kl ikut kompetisi terus kalah... hahahaha... Tp mudah2an si adek gak kapok ya... ikutin terus yg lain ^_^

    ReplyDelete
  11. hadiahnya lumayan ya mbak kalau menang, bisa buat nambahin uang sekolahnya anak hehehee tapi benar kata mbak, kalau ikut lomba harus siap menerima kekalahan, itu yang harus diajarkan sama anak biar dia nggak minder kalau kalah :)

    http://www.dajourneys.com/

    ReplyDelete
  12. Salah satu dampak positif lomba 17an yaa ini bun, selain menumbuhkan jiwa nasionalisme juga mengajarkan anak legowo alias mau menerima kekalahan sebagai proses belajar.

    ReplyDelete
  13. Bangganya kl anak juara. Kadang yang repot, anaknya yg lomba, emaknya yg ribet anaknya kudu menang *di kompleksku gt..

    ReplyDelete
  14. Hai kakak cantik, salam kenal ya. Abang Fatih juga sempat ngambek karena gak menang lomba, kakak senang minum susu ya, biar makin sehat ya kakak

    ReplyDelete
  15. Bijak sekali mengajarkan anak menerima kekalahan. Sikap sportivitas ini yang sekarang mungkin jarang diajarkan. Kebanyakan kita lebih siap menang,

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar :D berlomba harus siap menang dan kalah

      Delete