Sunpride Lolos Global G.A.P

Siang itu kami beberapa blogger dari Surabaya dan sekitarnya menghadiri gathering yang diadakan oleh Sunpride di The Goods Dinner. Dress code berwarna putih yang dikenakan tampak serasi dengan logo hijau khas Sunpride. Bertemu dengan para blogger selalu seru dengan isian gossip dunia blogger dan kegiatan foto yang tidak akan pernah berhenti jika acara belum dimulai.

Mendengar nama Sunpride pasti kita ingatnya cuma satu yaitu pisang Cavendish Sunpride yang khas berwarna kuning cerah yang dikenal dengan produk impor. Namun Sunpride tidak hanya pisang saja, banyak sekali buah Sunpride seperti nanas honi, guava crystal, pepaya, salak dan sebagainya yang perkebunan dan buahnya asli dari Indonesia.



Dalam acara gathering Sunpride ini saya bertemu dengan tim Sunpride yang berada dibalik layar kesuksesan Sunpride yang bisa lolos Global G.A.P. Apa sih Global G.A.P itu? Good Agricultural Practice (GAP) merupakan system sertifikasi produk yang menerapkan pendekatan system produksi untuk memastikan keamanan produk buah segar untuk dikonsumsi. Seperti bebas residu pestisida, logam berat dan formalin yang terdapat pada pisang Cavendish, nanas honi dan guava crystal sunpride. Global GAP meliputi Food Safety System Certification, Traceability, Eco Friendly & Social Responsibility, Non-GMO, Worker Safety and Walfare dan Quality Grade. Berikut penjelasannya tentang Global GAP:





Buah Sunpride yang juga di ekspor ke 16 negara diantaranya Dubai, China, Malaysia, Hong Kong dan bahkan Jepang ini memilki produk bersertifikasi Global GAP yang memenuhi kualifikasi Ekspor sehingga diterima di pasar dunia. Hal ini dikarenakan Sunpride ditanam di perkebunan sendiri yang berada di Lampung Timur di Lahan seluas 3.700 hektar. Buah yang ditanam meliputi nanas honi, guava, pepaya dengan perkebunan berkelas dunia dan berstandart internasional.



Saya dulunya penasaran sekali dengan pisang Cavendish yang mulus berwarna kekuningan, ternyata buah-buahan Sunpride memang diperlakukan dengan berbeda seperti bibit unggul tidak menggunakan praktek rekayasa genetik, keamanan pangan mulai dari pemilihan bibit, pemeliharaan pohon hingga proses pasca pasca panes. Pisang Cavendish ini ketika dipetik pun tidak mengenai tanah dan tidak boleh jatuh karena akan menimbulkan cacat dan warna kehitaman pada kulit pisang.

Proses Quality Control sangat berperan, untuk memilih dan memilah buah yang sesuai standart produk SSN (kemanisan, tingkat kematangan, kualitas). Setelah lolos proses sortir, baru dilakukan pencucian secara berkala dengan diganti air. Proses pencucian menjadi bagian penting, guna membersihkan pisang dari getah yang menempel di kulit. Pencucian dilakukan dengan benar, agar selain kulit pisang bersih juga bebas jamur. Selain itu juga pisang Cavendish juga dikemas dengan cantik seperti versi single dan kemasan baru yaitu mini banana. Mini banana sunpride ini lebih kecil dibandingkan dengan pisang Cavendish dikarenakan ukuran yang tidak seragam meski ada dalam satu pohon. Hal ini merupakan proses alami dan lazim dijumpai dalam bidang agrikultur. Lalu terciptalah kemasan mini banana yang harga per packnya sekitar Rp. 15.000,-





Dalam acara gathering ini saya juga jadi tahu loh kalau bintik hitam yang ada pada buah pisang pertanda pisang lebih banyak nutrisi. Pisang yang memiliki bintik coklat pertanda kalau pisang sudah matang sempurna, ada zat pati yang terkandung menjadi gula. Namun jarang sih melihat Sunpride di Supermarket yang berbintik kecoklatan karena pisang Sunpride selalu terlihat kuning dan segar. Tapi kalo di rumah pastinya pisang Sunpride akan menjadi bintik kecoklatan setelah matang sempurna setelah beberapa hari.

Untuk proses distribusi dan transportasi Sunpride pun sangat diperhatikan, mulai dari kotak-kotak pengepakan buah yang tidak boleh dibanting dan cara membawanya pun sesuai dengan prosedur yang diterapkan. Kotak-kotak buah pun diberikan tanda khusus sesuai dengan waktu masak buah. Pengiriman selain dari perkebunan dari Lampung juga dari Blitar karena PT Sewu Segar Nusantara juga memiliki perkebunan di Blitar yang dipasarkan di wilayah Jatim dan sekitarnya.

Hasil panen buah Sunpride secara berkala enam bulan sekali juga dilakukan test di Sucofindo. Untuk melakukan tes, Sunpride mengirimkan sample ke Sucofindo untuk menjaga kualitas buah benar-benar aman sampai di tangan konsumen. Wah nggak salah ya usaha keras dari PT Sewu Segar Nusantara ini memang layak mendapatkan Global GAP satu-satunya di Indonesia.

Setelah mendengar informasi tentang Sunpride ini saya menjadi yakin tentang merek Sunpride yang benar-benar aman dikonsumsi. Tak lupa saya mendengarkan sambil mencicipi buah-buahan Sunpride yang telah dikupas yaitu nanas, guava, jeruk dan beberapa buah Sunpride lainnya.




You Might Also Like

8 komentar

  1. tapi kenapa setiap dokter spesialis anak yg kudatangi selalu tidak menganjurkan bayi mpasi diberi pisang jenis ini yaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini saya nggak berani jawab nanti takut salah :) soalnya kalo kata orang tua dulu bagusnya kalo MPASI di atas 6 bulan pake pisang sepet atau kepok itu yah hehehe... Makan pisang cavendishnya nunggu satu tahun dulu aja mba biar nggak ketagihan :)

      Delete
  2. Keren ya Sunpride ini, bikin acara gathering buat blogger jadi masyarakat lebih paham dan mengerti tentang kualitas buahnya, thanks sharingnya mbaak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah hayuk stock buat buka dan sahur :)

      Delete
  3. Kemasan mini sunpride terbilang murah ya,kak ... dapat beberapa pisang berkualitas sekaligus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi image Sunpride yg katanya mahal salah donk :) 15rb udah dapat beberapa buah

      Delete
  4. wah, baru tau Kak Fika kalau Sunpride punya banyak jenis buah yang lainnya.
    dan ini keren banget sampe udah lolos di global GAP.
    makasih sudah sharing ini mbak :)

    ReplyDelete