Ternyata Mudah Belanja Tanpa Nyampah Bersama Unilever

Ketika kita belanja barang seperti sabun, pasta gigi, shampo, minyak goreng dan beberapa kebutuhan rumah tangga lainnya, kita selalu mendapatkan kemasan plastik yang sebenarnya bisa didaur ulang. Contohnya plastik bekas pengharum baju atau sabun pencuci piring bisa difungsikan menjadi barang yang berguna seperti tas, tempat tisu, pajangan bunga dan lainnya. Tentunya tidak semua sampah bisa didaur ulang, kita tetap harus memilah sampah dengan benar.



Melihat permasalahan pemilahan sampah di Indonesia masih rendah, Unilever Indonesia menggandeng Hypermart untuk mengajak konsumen untuk memilah sampah di rumah dan menyalurkannya di dropbox yang ada di 3 toko hypermart di Surabaya, diantaranya Hypermart Pakuwon, Hypermart Sidoarjo dan Hypermart East Coast. Melalui progam Belanja Tanpa Nyampah Pilah Sampah itu Mudah yang berlangsung dari Desember 2017 dan Februari 2018.

Kerjama Unilever Indonesia dengan Hypermart ini diharapkan mengubah pandangan masyarakat yang sebelumnya hanya ambil-pakai-buang, kini mengubah cara pandang bahwa kemasan plastik bekas pakai tidak sebagai sampah namun sebagai komoditas yang nantinya mendapat nilai manfaat. Sampah yang dikumpulkan konsumen melalui dropbox pengumpulan sampah maka akan disalurkan ke jaringan Bank Sampah binaan Unilever yang nantinya akan didaur ulang.



Kabar baiknya Progam "Zero Waste From Nature" ini, setiap konsumen yang mengumpulkan sampah dan memasukkan ke dalam dropbox akan mendapatkan reward. Seperti membawa 5 sampah plastik kosong Unilever dan membeli produk Unilever senilai Rp. 30.000, - maka akan mendapatkan tas blue band, tas dove atau tas clear. Jika hanya mengumpulkan 5 sampah tanpa membeli produk Unilever akan mendapatkan hand towel, pouch tresemme, piring dan tumbler. Pengumpulannya antara bulan Desember 2017 hingga Februari 2018 di Hypermart yang terpilih.

Progam ini sekaligus menyentil saya yang cuek akan sampah. Biasanya sampah di rumah hanya satu macam yang dicampur dengan antara sampah plastik dengan sampah basah. Sekarang saya memiliki dua macam sampah khusus di rumah, jadi sampah-sampah bekas sabun cuci piring, botol shampo, sabun cuci sudah saya letakkan di sampah tersendiri. Dengan kesadaran yang dimulai dari kita maka akan mengatasi permasalahan sampah yang ada di Indonesia. Mulai dari rumah tangga, instansi dan juga industri.


You Might Also Like

0 komentar