Kalau lagi di Solo, maka sempatkanlah mampir ke Karanganyar. Kabupaten yang letaknya bersebelahan dengan Solo ini dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan dari pusat kota Solo. Karanganyar nih banyak banget tempat wisata yang bagus-bagus, incaran kami ada tiga yaitu The Lawu Park, Bukit Mongkrang dan Rumah Atsiri.

Sebelum ke Karanganyar, sarapan dulu di Soto Gading I. Jadi karena kami nginepnya di Solo maka cari sarapannya ya di Solo. Soto Gading ini menunya soto khas Jawa Tengah yang kuahnya bening, ada irisan ayam, irisan kentang dan bihun. Seporsinya cuma 10k aja.

IMG_2960-01
Soto Gading I

The Lawu Park
Objek wisata bertema glamping sekarang lagi musim banget. Di Karanganyar Juga ada wisata glamping yaitu The Lawu Park. Kami berangkat dari Solo, start dari Soto Gading, pakai GPS total perjalanan tepat 1 jam. Suasana perjalanannya syahdu banget, udaranya dingin, terasiring cantik dan berkabut. Siapkan kondisi kendaraan aja karena perjalanannya menanjak.

IMG_3075-01_mix01

Kami sampai di The Lawu Park sekitar jam 09.00 pagi. Suasananya masih sepi banget, ya mungkin karena kami terlalu pagi. Namun semakin siang suasananya semakin ramai. Masuk di The Lawu Park ini gratis. Pengunjung bisa langsung masuk ke lokasi.

2019-04-16_08-22-45
Cuacanya sangat berkabut kalau pagi dan udaranya cukup dingin

BeautyPlus_20190416201251528_save

Fasilitasnya ada restoran, Glamping, Cottage dan Tenda. Ditengah-tengahnya ada kandang domba, flying fox dan kandang kelinci yang nggak ada kelincinya. Kalau misalnya kita nggak nginep, kita bisa asyik foto-foto. Kita juga bisa kasih makan domba. Waktu itu saya beli makanannya yaitu wortel seharga Rp. 5.000,- langsung deh domba-domba mendekat jadi fotonya bagus banget.

IMG_3072-01_mix01 IMG_3066-01_mix01 IMG_3059-01_mix01

Waktu yang saya habiskan di The Lawu Park sekitar 2 jam karena memang tempatnya tidak terlalu luas. Kami yang masih kenyang juga belum sempat nyicipin menu di restorannya.

The Lawu Park
Jl. Bulakrejo, Tawangmangu,
Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Jam Buka:
07.30 - 22.00



Bukit Mongkrang
Destinasi kedua kami yaitu ke Bukit Mongkrang gara-gara lihat di Instagram foto-foto cantik dengan ilalang. Lokasi Bukit Mongkrang yaitu sekitar 2 km dari The Lawu Park. Masuk ke Bukit Mongkrang melewati pemukiman penduduk, namun aksesnya yang sudah dikelola warga sekitar jadi kita tinggal ngikutin di gerbang pintu masuk bayar Rp. 10.000,- lalu tinggal cari parkir.

Setelah parkir mobil kami diarahkan jalan kaki melewati jalan setapak yang sekelilingnya perbukitan. Cantik banget suasana sekitarnya. Udaranya yang sejuk bikin jalan kaki menjadi nyaman. Sepanjang perjalanan kami bertemu dengan anak-anak muda (berasa tua hehehe...) yang bawa tenda, makanan, atau gitar.. Sepertinya mereka akan camping.


IMG_3083-01_mix01
Perjalanan menuju Bukit Mongkrang

IMG_3080-01_mix01
Viewnya bagus


Kami berjalan kaki sekitar 1,5 km. Semakin lama jalannya semakin rusak, dan kok tidak berujung. Si kecil pun mulai rewel karena capek jalan. Mampirlah kami di warung ala kadarnya. Sekalian "ngaso" sikecil beli mie instan dan mama papanya asik makan gorengan.

IMG_3096-01_mix01
Jalan setapak

IMG_3089-01
IMG_3092-01

Lalu kami bertanya ke penjaga warung, lokasi bukit mongkrang ya ngehits dengan ilalangnya. Katanya kami harus jalan kaki sekitar satu jam lagi atau 2 km..."maaaaaaaaaaaaaak" bisa klenger si kecil, pantes daritadi nggak lihat anak kecil jalan kaki. Ternyata bukit mongkang tuh memang harus mendaki bukit dan butuh perjuangan banget jalan kakinya.

1970-01-01 07.00.00 2

Ya sudah akhirnya kami kembali ke parkiran mobil... nungguin si Kecil besar dulu kayaknya buat diajakin hiking.

Rumah Atsiri
Kecewa nggak bisa foto-foto dengan ilalang, saya kemudian mencari destinasi selanjutnya...ketemulah sama Rumah Atsiri. Kebetulan lokasinya masih satu perjalanan di daerah Karanganyar jadi tinggal setting GPS aja.

Sampai di rumah atsiri, di gerbang pintu masuk mobil kami diwajibkan membeli tiket yaitu Rp. 50.000,- yang mana tiketnya bisa dipakai untuk makan atau ikut tour. Tiket ini wajib untuk orang dewasa, kalau anak saya tidak dikenakan tiket karena masih gratis.

IMG_3108-01
Tiket Masuk 50k bisa ditukar makan minum atau ikut tour

Rumah Atsiri ini baru aja di renovasi pada tahun lalu, dulunya merupakan pabrik minyak atsiri dari Bulgaria dengan Indonesia. Tapi sekarang pabrik tidak difungsikan namun digunakan untuk wisata edukasi tentang tanaman Atsiri. Biasanya juga digunakan untuk kunjungan study tour untuk belajar mengenal macam-macam tanaman Atsiri.

20190323133214_IMG_3110_mix01-01
Halaman depan rumah atsiri
2019-04-16_07-26-22

Masuk ke kawasan Rumah Atsiri pasti kita bingung karena luas banget. Kami sekeluarga jalan-jalan dulu lihat toko-nya. Ada kaos, aromatheraphy dan tanaman yang dijual ke pengunjung. Setelah puas berkeliling di toko, kami menuju lantai bawah ke spot foto andalannya rumah atsiri. Di area taman belakang ada beberapa tanaman yang di tata apik untuk spot foto.


IMG_3114-01
Bagian Toko


Tanamannya banyak, tapi sayangnya saya nggak tahu nama-namanya heheee... Langsung deh kepikiran suatu hari nanti pengen bikin halaman rumah belakang ada tamannya kayak di Rumah Atsiri.

IMG_3143-01
Area Taman di Rumah Atsiri

IMG_3141-01


MAKEUP_20190328205829_save
20190323154727_IMG_3219-01

Di sebelah taman tadi ada restoran. Saya lihat sih review restoran ini bagus, katanya makanannya nggak pernah mengecewakan. Memang benar sih saya memesan cordon blue, pastel dan aneka juice rasanya enak semua.

IMG_3171-01
IMG_3169-01
IMG_3168-01
IMG_3176-01

Selesai makan kami melanjutkan ikut tour. Tour ini bayar Rp. 15.000,- yang bisa dibayar tunai atau tukar tiket. Karena Tiket udah kepake buat makan jadi kami bayar tunai, si kecil masih gratis jadi kami bayar cuma Rp. 30.000,- untuk tour selama 45 menit.

Awalnya saya dan mas suami kurang tertarik dengan tournya si kecil nay aja yang ngotot pengen ikt tournya. Ternyata tournya sangat mengedukasi untuk anak saya dan mama papanya hehehe... apalagi guidenya ramah banget bikin perjalanannya menjadi menyenangkan.

Tour ini diawali dengan melihat proses pembuatan minyak atsiri. Jadi minyak atsri itu dikenal dengan essensial oil. Setiap tanaman yang diolah akan memberikan aroma khas. Selanjutnya kami diajak berkeliling melihat tanaman atsiri. Ada rosemary yang sekali sentuh dengan tanamannya maka tangan kita langsung tercium aroma atsiri.


IMG_3196-01
Selanjutnya kami diajak tebak-tebakan aroma tanaman seperti jenis serai. Tapi indera penciuman saya ingatnya kayak minyak GPU, minyak tawon atau balsem hahahaa...padahal aslinya yaitu serai dapur. Jadi selama tour, guide akan memotong tanaman trus kita disuruh menghirup aromanya..ya kalau salah kita akan dikasih tahu apa tanamannya.


IMG_3206-01
IMG_3211-01
IMG_3204-01
Choco Mint yang bisa dimakan

Untuk masuk di rumah kaca, tiket yang sudah kita beli tadi di tap di pintu masuk. Nah di dalam area rumah kaca ini lebih banyak tanamannya ada kumis kucing, mawar, minyak kayu putih, bahkan ada tanaman yang bisa langsung dimakan seperti choco mint.

IMG_20190329_174236_040
Rumah Kaca
IMG_3227-01
IMG_3214-01

Duh andai nggak ikut tour tadi pasti nyesel. Si kecil juga semangat banget ngikutin penjelasan dari guidenya. Pokoknya wajib deh ikut tournya :)

Rumah Atsiri
Jl. Watusambang, Tawangmangu
Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Jam Buka:
10.00 - 17.00
...

Begitulah cerita sehari saya di Karanganyar berkeliling The Lawu Park, Bukit Mongkrang dan Rumah Atsiri. Sebenarnya masih banyak sih wisata di Karanganyar, semoga bisa ke Karanganyar lagi. Malamnya masih sempat kuliner malam di Solo yaitu Nasi Liwet Wongso Lemu yang masakannya enak tapi porsinya minimalis.

IMG_3251-01