Kuliner di Dubai (Part 2)

Masih ada stock tentang kulineran di Dubai Part 2 loh… Kalo ingat kulineran saya di Dubai, rasanya pengen balik lagi ke sana.

Al Ustad Special Kabab
Mencari Al Ustad Special Kabab ini penuh perjuangan, gara-gara naik bus yang salah saya harus terdampar di daerah perbatasan Dubai dan Sharjah yang gersang. Untung saya bisa kembali lagi ke kota setelah bertanya kepada beberapa orang. Saya tersesat karena mengikuti panduan GPS yang disarankan naik bus, padahal Al Ustad Special Kabab ini lebih mudah dijangkau dari Al Fahidi Metro exit 4.

2018-03-08 10.25.09 3
Al Ustad Special Kabab

Sampai di Al Ustad Special Kabab saya langsung takjub melihat keramaian para pengunjung yang datang. Para pengunjung ini sampai rela berbaris hingga di pintu keluar, termasuk saya yang rela menunggu 30 menitan sampai mendapat tempat duduk. Untuk kapasitas tempat duduknya sebenarnya banyak, namun karena bertepatan dengan jam makan siang maka restoran sangat ramai. Harap maklum sih karena restoran ini kuliner wajib yang harus didatangi para wisatawan.

2018-03-08 10.25.09 2
Ini pas sudah sepi, sebelumnya seluuh kursi terisi
2018-03-08 10.25.10 2
Pemiliknya ramah dan narsis, hampir semua pengunjung diajak foto

2018-03-09 07.05.03 3

Al Ustad Special Kabab memiliki menu andalan kabab atau kebab. Saya langsung memesan dua porsi karena kelaparan, pesanan saya Joujeh Kabab dan mix4. Joujeh kabab ini minced mutton dengan 3 kebab, roti prata dan kentang, kalo yg mix 4 ada 2 kebab, 2 ayam, nasi dan margarin. Harganya lumayan mahal antara 25 dirham s.d 34 dirham, tapi sebandinglah dengan harga kambing di Dubai yang memang mahal.

2018-03-08 10.25.10 1
Kabab + Chicken

2018-03-09 08.13.28 1

Rasa kebabnya beda dengan yang ada di Indonesia, kebab di restoran ini dari daging kambing yang digiling, dibakar lalu digoreng memanjang. Kalo di Indonesia kan biasanya cuma dibakar lalu diiris tipis-tipis dan dimasukkan ke roti prata yang digulung. Kebabnya terlihat berminyak dan sangat terasa daging kambingnya, agak susah jelasin enaknya bagaimana, karena mulai aroma, tekstur dan rasanya unik, apalagi kalo dicocolin pake margarin (mereka nyebutnya yogurt) semakin nikmat.

Saran saya kalo ke Al Ustad Special Kabab tidak perlu ambil yang chicken karena specialnya kan kabab. Penyesalan saya setelah dari Al Ustad Special Kabab ini karena mencoba kuliner ini di hari terakhir sebelum saya berangkat ke airport untuk perjalanan pulang, kalo tahu rasanya seenak itu pasti akan datang dua kali.

Transportasi:
Al Fahidi Metro Station exit 4. Lalu jalan lurus sekitar 300 meter.

Jam Buka:
Sabtu - Kamis
12.00 - 16.00 dan 18.30 - 01.00
Jum'at
18.30 - 01.00

Note:
Perhatikan jam bukanya karena restaurant ini buka dua kali, siang sampe sore, lalu buka lagi malam hari.
Bu Qtair Restaurant
Sama halnya dengan Al Ustad Special Kabab, Bu Qtair Restaurant salah satu kuliner terkenal di Dubai yang banyak dikunjungi warga local dan wisatawan.

Bu Qtair restaurant lebih banyak dikunjungi turis ketika sore jam 4-an hingga restoran tutup. Kemarin saya datang siang hari, sekitar jam 11-an, restoran lebih banyak dikunjungi warga local yang merupakan pekerja sekitar. Area Bu Qtair merupakan area militer yang tidak diperkenankan untuk foto-foto sembarangan, saya nggak berani foto-foto narsis cuma ambil foto suasana bagian depan.

2018-03-09 07.05.06 1
2018-03-01_10-33-29

Pengunjung yang datang langsung menuju ke bagian pemesanan ikan. Ada 3 pilihan yaitu ikan hammour, sherri dan udang. Saya memilih ikan hammour yang tidak terlalu besar karena takut sama harganya. Totalnya saya habis 50 dirham, yaitu ikan hammour, nasi, kuah kari, sayuran kubis, lalu ada bonus ikan kecil. Untuk minumnya ada air putih di setiap meja.

2018-03-09 07.05.04 2
memilih ikan di Bu Qtair


2018-03-09 07.05.05 2
Udangnya terlihat enak tapi nggak beli karena takut mahal hehehehe
2018-03-09 07.05.05 1
ikan di bu qtair

Ikan hammour dimasak kering. Ikan ditaburi dengan serpihan bumbu ikan yang digoreng kering. Rasanya gurih, dan bumbunya meresap hingga kedalam daging terdalamnya. Untuk menikmati ikan hammour ini, setiap nasi akan diberikan tambahan bumbu kari khas India/Pakistan.

2018-03-01_10-37-39
2018-03-09 08.13.29 1

Ketika membaca ulasan Bu Qtair di internet banyak yang mengatakan kalo Bu Qtair ini mahal dan rasanya biasa saja. Memang semua kembali ke selera, saya suka dengan Bu Qtair karena rasanya mendekati dengan masakan Indonesia. Di Bu Qtair ini harus pintar memilih ikan, kalo tidak mau mahal ambil ikan yang tidak terlalu besar dan jangan beli udang. Kalo dikurskan saya kemarin habis sekitar 185k.


Bu Qtair Restaurant

Jam Buka:
06.30 -23.40 
Restoran ini buka setiap hari. Restoran akan ramai jam 3 sore keatas, antriannya bisa panjang banget dan susah cari tempat duduk. 
Transportasi:
Kalo dari Cove Beach bisa naik uber biaya nya 22 dirham. Jika dari pusat kota bisa naik bus umum dengan cek nomor bus di google map. Kebanyakan bus dengan nomor 88 dengan nama halte umm sequim library 1. Dari halte jalan kaki sekitar 450 meter.

Burger King Dubai
Menu Burger King nggak jauh-jauh dari menu di Indonesia. Saya sering nongkrong di Burger King karena kebetulan lokasinya di sebelah apartement saya di Dubai. Apalagi ada promo menu hamburger seharga 5 dirham yang lumayan buat ganjel perut dan ada promo cone seharga 1 dirham hehehe… Besoknya lagi malah ada promo chicken fillet burger seharga 15 dirham.


2018-03-09 07.05.03 2
hamburger 5 dirham

2018-03-09 07.05.04 3

Fast food di Dubai seperti Wendys, Mc D, dan KFC tidak memiliki menu nasi, rata-rata menunya hanya burger dan nasi. Harganya pun sekitar 26 dirham ke atas, atau hampir seratus ribuan untuk burger, kentang dan minuman. Salah banget kalo pengen hemat ke fast food, saya lebih memilih Al Tajaz karena ada menu nasi. Ya intinya sih karena Burger King ini sebelahan sama apartement jadi saya makan di sana.

Zaroob
Sewaktu pulang dari ngetrip ke Abu Dhabi, kembali ke Dubai saya kelaparan berat. Lalu saya ingat teman sebelah kamar apartement saya yang orang India menyarankan untuk ke Zaroob karena harganya murah dan rasanya enak.

Zaroob ini cabangnya banyak karena fast food khas Dubai, saya mencoba yang diseberang apartement. Waktu ke sana saya tidak sempat foto sama sekali karena baterai kamera saya habis. Padahal interior Zaroob yang dominan pink dan hijau ini instagramable banget. Harap maklum, no picture bukan berarti hoax hehehe…

Menu di Zaroob ada falafel, hummus, dan shawarma. Saya memesan shawarma yang chicken seharga 12 dirham. Shawarmanya enak, banyak ayam, sayur dan mayonnaise. Pun rasanya normal seperti shawarma yang ada di Indonesia.

Arabian Tea House Cafe
Arabian Tea House Cafe ulasannya sudah saya tulis lengkap di artikel : Arabian Breakfast Bastakiya kuliner ini meskipun rasanya aneh dan mahal, tapi wajib didatangi karena lokasinya sangat cantik buat foto-foto.

imageimageimage

Akhirnya cerita kuliner saya di Dubai sudah lengkap, sampai ada dua seri. Kalo mau tanya kehalalannya semua kuliner di atas, nggak perlu takut, karena Negara Dubai yang mayoritas muslim banyak makanan halal. Selamat berkuliner di Dubai :)

You Might Also Like

4 komentar

  1. Ngences lihat Kabab-nya ������

    Dubai memang jadi wishlist banget ya bagi para traveler sekarang. Entah kapan duitku terkumpul buat jalan-jalan, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga belum tahu bisa balik lagi ke sana atau nggak hehehe

      Delete
  2. Ya Allah itu foto-foto makanannya, ya. Bikin ngences tiada tara. :)) Dijamin rasanya enak dan nendang. Rasanya Dubai mau kumasukkan ke bucket list ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba makasih sudah mampir :) Dubai keren banget hehehe

      Delete