Kuliner di Dubai (Part 1)

Setiap kali menyusun rencana perjalanan, saya selalu bersemangat memasukkan list kulineran. Pun ketika berangkat ke Dubai, saya sudah siap daftar kuliner halal yang harus saya jelajahi nanti. Ya kan saya nggak mau pulang traveling badan jadi kurus atau terlihat menderita backpakeran ke negeri orang.

Kalo pernah berangkat haji atau umroh, pasti tahu deh rasa makanan Arab itu seperti apa… Terkadang ada beberapa rasa makanan yang kurang masuk dengan cita rasa orang Indonesia, ada yang menurut saya hambar, asam dan adapula yang enaaak banget saya sampai ketagihan. Pensaran kan?

Al Tajaz
Al Tajaz merupakan fast food-nya Dubai. Menunya nggak hanya fried chicken tapi juga ada menu ala India seperti chicken mandi dan chicken tikka lengkap dengan nasi biryani. Menu Arab seperti kebab, kabsah, dan satay. Menu khas fast food seperti nugget, burger, kentang dan fried chicken.

Dubai food
Al-Tajaz 
Dubai food
Menu di Al Tajaz
Saya makan di Al Tajaz dua kali, pertama nyobain lokasinya di Al Rigga, niat banget naik bus dulu. Lalu hari berikutnya karena pindah penginapan, saya baru tersadar kalo lokasi penginapan baru saya dekat dengan Al Tajaz Dhiyafa. Al Tajaz memang cabangnya banyak di Dubai, bahkan ada juga di Abu Dhabi serta Saudi Arabia.

Saya mencoba menu Kabsa Al Tajaz seharga 26 dirham isinya ada nasi kabsa, 4 potong ayam dan segelas coke. Menu ini merupakan nasi khas arab dari beras brasmati yang direbus dengan kuah kaldu kambing/sapi, katanya sih favoritnya orang Arab. Lalu 4 ekor ayam yang membuat saya cukup kekenyangan kaya dengan bumbu khas Arab. Ya, mirip-mirip sama nasi kebuli yang biasanya pake kambing tapi ini pake ayam.

Dubai food
Nasi Kabsa


Menu hari berikutnya saya memesan tajaz breast combo harganya 22 dirham. Isinya ada dua roti prata, 4 friend chicken, kentang dan segelas coke. Setelah beberapa hari jarang makan gorengan, makan ayam di Tajaz ini terasa nikmat, bumbu dan wanginya khas Arab tapi tetap masuk dengan lidah Indonesia saya. Fast food KFC, Mc D atau burger king kalah deh sama Tajaz, saya bener-bener merekomendasikan Al Tajaz ini kalo lagi di Dubai.

Dubai food
Penampakan friend chicken seperti fast food lainnya, tapi ini beneran enak loh
Al Tajaz 
Plot No 793, Al Rigga Road, Deira - Dubai - Uni Emirat Arab 

Jam Buka:
11.00 - 04.00 (dini hari) 

Cara Menuju Ke sana: 
Kalo naik metro, turun di Al Rigga Station keluar di pintu A1 lalu jalan lurus aja 600 meter sampai bertemu Al Tajaz dengan logo warna orange-biru. Tapi kalo saya kemarin malas jalan kaki dari metro, dari penginapan naik bus turun di halte "ghurair city 1" lalu jalan kaki cuma 100 meter. Gampang kok naik bus di Dubai, jadi mending naik bus aja. Ini panduan naik bus di Dubai

Selain yang cabang di al Rigga, Deira, al Tajaz juga ada cabang di Al Dhifaya dan Dubai Mall. Ada sekitar 5 cabang di Dubai yang bisa cek alamatnya di websitenya. Oia, saya adak bingung dengan nama restoran ini yang bener nyebutnya al tajaz atau taza, kalo saya baca tulisan arab yang ada di restonya sih Al Tajaz tapi kalo di map namanya Taza. Intinya sih sama aja kok al tajaz atau taza dilihat dari logo, warna restoran dan menunya , tapi kalo cari alamat di map harus nulis "taza" ya.

Ravi Restaurant
Di negeri orang kalo lagi bingung cari makanan yang cocok dengan masakan Indonesia, pasti larinya ya ke makanan India. Sebenarnya saya tidak terlalu suka dengan masakan India karena terlalu kuat rempah dan menunya selalu kaya kare. Tapi meskipun kurang suka, masakan India selalu jadi pilihan terakhir kalo di luar negeri, seperti di Dubai saya ke Ravi Restaurant yang merupan menu Pakistan.

Dubai food
Ravi restaurant

Menu Pakistan menurut saya juga nggak jauh-jauh dari rasa menu India. Ravi Restaurant ini terkenal sekali di Dubai, sering diliput majalah dan televisi. Nggak hanya orang local saja yang datang, tapi wisatawan yang rata-rata bule memenuhi restaurant ini. Pun saya yang biasanya nyinyir kurang suka dengan masakan ala India, sampai dua kali datang karena murah dan rasanya cocok.

Dubai food
Menu Ravi Restaurant

Pertama kali saya datang sekitar pukul 10.00 pagi, menu yang saya inginkan chicken tikka belum siap, katanya sih akan ada mulai pukul 12.00 siang. Nah, karena sudah kelaparan saya skip chicken tikka dan memesan chicken biryani seharga 14 dirham. Rasa nasi biryani dan dua ekor ayam kari seperti rata-rata di restoran India. Saya cukup puas karena mengenyangkan, hanya dengan 50 ribu sudah bisa makan nasi di restoran Dubai itu sesuatu banget, biasanya minimal harus 80ribu.

Saya masih penasaran dengan Chicken Tikka di Ravi Restaurant yang katanya “Best Chicken Tikka…” se Dubai, akhirnya hari berikutnya kembali ke restoran ini. Pesanlah saya nasi biryani dengan chicken tikka 8 dirham + nasi biryani 10 dirham. Chicken Tikka dengan rasa rempah yang super kuat, ayamnya digoreng dulu lalu dibakar. Rasanya seperti sate ayam, tapi dengan bumbu rempah.


Dubai food
Kiri: Chicken Tikka, kanan: chicken briyani

Dubai food
Chicken Tikka + Nasi Briyani

Penyesalan saya sewaktu di Ravi restaurant karena memesan salad khas Dubai. Saya sok-sokan memesan salad sayur yang dilengkapi dengan yogurt yang banyak dipesan pengunjung. Rasanya benar-benar zonk, yogurt dengan rasa super asin ini bikin saya meringis. Terlepas dari salah pilih menu salad di Ravi restaurant ini menurut saya wajib dikunjungi karena famous dan rasanya tidak mengecewakan.
Ravi Restaurant
245, Al Dhiyafa Rd, Opp. Union Co-operative Society، Satwa - Dubai - Uni Emirat Arab 

Jam Buka:
05.00 - 03.00 (dini hari) 

Cara ke Sana:
Ada 3 cabang Ravi Restaurant di Dubai, saya mengunjungi yang di kawasan Satwa/Al Dhifaya karena dekat dengan halte bus. Saya naik bus lalu turun di halte Satwa Post Office lalu jalan kaki sekitar 100 meter.Tidak ada jalur metro menuju Ravi Restaurant, transportasinya hanya bus atau bisa naik uber. Kalo naik uber minta yang ravi Restaurant yang satwa, yang di satwa ini yang paling ramai dan cabang pusat.


Falafel Ala Kaifak
Falafel Ala Kaifak ini saya temukan secara tidak sengaja, ceritanya karena datang ke Al Tajaz di kawasan Al Rigga kepagian, restorannya masih tutup dan baru buka sejam kemudian. Di sebelah al Tajaz al Rigga ada Falafel Al Kaifak. Melihat restorannya ramai, dan banyak warga local yang sararapan, lalu saya iseng browsing restoran ini. Di internet Falafel Ala Kaifak direkomendasikan best shawarma dan falafel.

Seperti biasa kalo baca tentang kuliner enak saya langsung panas pengen nyobain, singkat cerita akhirnya saya duduk manis di Falafel Ala Kaifak. Ada dua menu yang favorit, yaitu falafel dan shawarma. Pengennya sih pesan dua-duanya, tapi juga penasaran sama resto sebelah Al Tajaz, jadi saya pesan Falafel sandwich with mayonnaise harganya 10 dirham.

Dubai food
Falafel ala Kaifak

Dubai food
tempat duduknya outdoor

2018-03-06 11.47.36 1
Menu di Falafel ala Kaifak


Falafel merupakan makanan sehari-hari orang Arab, biasanya untuk sarapan. Falafel dibuat dari kacang chickpeas atau kacang arab lalu dibuat bola-bola dan digoreng. Kalo pernah nyobain kacang arab, bisa dibayangin kalo kacang tersebut ditambahkan tepung terigu, maka begitulah rasa falafel.

Di Falafel Ala Kaifak, Falafel ini dibungkus dengan sandwich roti arab yang crispy luarnya. Falafel sandwich ini juga berisi sayuran dan juga kentang goreng yang dipotong besar seperti sebelum membuat perkedel. Saya cocok banget sama falafel sandwich ini karena juga dilengkapi dengan mayonnaise yang rasa normal ala Indonesia. Nggak salah kalo Falafel Ala Kaifak ini best falafel, sayangnya saya belum mencoba yang shawarma.


Dubai food
Falafel sandwich with mayonnaise

Seperti biasa kalo lagi di restoran saya selalu memesan menu yang aneh karena penasaran, lalu saya pesan Labal ayran yang merupakan minuman khas Turki. Katanya sih di internet minuman ini, Yogurt yang berasal dari susu unta. Tapi...tapi...rasanya bedaa banget sama yogurt yang ada di Indonesia yang manis, menyegarkan dan ada rasanya. Kalo Labal ayran ini rasanya asin dan apa ya...susah diungkapkan dengan kata-kata karena rasanya aneh di lidah. Ini saya kalo lihat pengunjung lain asik banget menyeruput labal ayran sambil baca koran..saya mau pengen nangis  habisin minumannya.  

image
Falafel al Kaifak
26 Al Rigga Road, Dubai 

Jam Buka:
08.00 - 03.00 (dini hari) 

Cara Menuju Ke sana:
Kalo naik metro, turun di Al Rigga Station keluar di pintu A1 lalu jalan lurus aja 600 meter sampai bertemu Falafel Al Kaifak yang resto-nya bersebelahan dengan Al Tajaz berwarna orange biru. Tapi kalo saya kemarin malas jalan kaki dari metro, dari penginapan naik bus turun di halte ghurair city 1 lalu jalan kaki cuma 100 meter. Gampang kok naik bus di Dubai, jadi mending naik bus aja.

Masih banyak lagi cerita kulineran saya di Dubai, nanti akan saya lanjutkan di “Rekomendasi Kuliner Dubai (Part 2)”, kalo saya lanjutkan di artikel ini bakalan panjang ceritanya. Cerita ini ditulis ketika saya memesan tiket kereta api Semarang Jakarta seperti biasa mau ngetrip jalan-jalan lagi tapi di Indonesia aja. Lalu lanjut nonton Shane Filan Live in Concert di Yogyakarta, sudah pesan tiketnya di tiket event terbaru.

CONVERSATION

4 komentar:

  1. makanan di dubai itu porsinya banyak ya mbak? bisa buat seharian kayaknya >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. tertentu sih porsinya, kadang memang banyak ada juga yang sedikit

      Delete
  2. Hahahahahah kebayang sih rasa yoghurt khas arab yg asin gimana gituu :p. Tp aku bakal datangin nih tempat2nya kalo ke dubai thn depan :D. Seharusnya sih aku bisa cocok ama makanan khas arab ato india gini mba

    ReplyDelete

Instagram

Follow Us