Pencarian Kuliner Halal di Tokyo

Selama beberapa hari di Tokyo, saya selalu menyempatkan diri untuk setidaknya kulineran di restoran minimal satu kali sehari. Kalau nggak jajan di restoran, saya makan di sevel atau menyeduh stock cup mie yang saya bawa dari Indonesia. Well, pencarian kuliner halal di Tokyo ternyata mudah banget karena Jepang sudah memberlakukan wisata yang muslim friendly.



Pencarian Kuliner Halal di Tokyo 
Berikut beberapa referensi kuliner halal yang sudah saya coba di Tokyo, semua restoran yang saya cicipi telah bersertifikat halal dari lembaga muslim di Jepang.

Yoshiya Shinjikuten 
Yoshiya ini bukanlah Yoshinoya yang banyak gerainya di Indonesia. Yoshiya terkenal akan udonnya yang khas, serta lokasinya yang berada di stasiun Shinjuku yang strategis menjadi alasan saya memilih Yoshiya

IMG_2006-01
Tampak Depan Yoshiya

Cara menuju ke Yoshiya Shinjikuten: 
Saya mencicipi Yoshiya ini ketika hari pertama di Tokyo. Awalnya pede banget karena berpikir stastion Shinjuku pastinya akan mudah ditemukan, ternyata meskipun sudah keluar masuk beberapa blog saya nyasar beberapa kali, butuh hampir sejam saya muter-muter di Stasiun Shinjuku. Untung saya memegang JR pass, jadi keluar beberapa kali stasiun Shinjuku gratis.

Okay, sebenarnya Yosiya mudah ditemukan kalau kita konsentrasi, nah kalau lapar bakalan syusah wekekeke... Di stasiun Shinjuku cari Exit A10, lalu naik tangga setelah itu belok kiri setelah itu kira-kira 10 langkah Yosiya ada disebelah kanan. Oia jangan sampai keluar dari stasiun atau tap kartu di mesin karena lokasinya di salam stasiun.


IMG_2025-01
Tangga exitA10
IMG_2008-02
Setelah naik tangga lalu belok kiri maka akan terlihat restorannya di sisi kanan
Nah kenapa saya bisa tersesat? ternyata setelah saya baca ada 200 exit di dalam Stasiun Shinjuku, belum lagi banyak banget jenis kereta yang berangkat dan pergi dari Stasiun Shinjuku yang memiliki platform tersendiri. Maklumlah waktu itu saya mencarinya di hari pertama Tokyo jadi agak bingung.

Lokasi: 
Shinjuku Metro Restaurant Floor B1F, 1-1-2 Nishi-Shinjuku, Shinjuku-ku Tokyo

Jam Buka: 
11am-10.30pm daily (last orders 9.30pm)

Menu di Yoshiya 
Banyak menu di Yoshiya saya memilih Tempura Soba seharga 1382 yen (Rp. 180.000,-) lebih murah dari pilihan menu saya juga banyak kok yang harga 900 s.d 1.000 yen, maklum saya khilaf karena lapar berat setelah geret koper dari bandara.

IMG_2027-01
Klik untuk lihat menu, banyak kok yang 900 yen
IMG_2005-01
Suasana di dalam restaurant

Penampilan menunya cantik banget, ada soba, torikatsu chicken cutlet yang diatasnya ada scramble egg, tahuwa, kuah kaldu dan tentunya nasi. Untuk minumnya air mineral yang free refill. Oia, orang Jepang kalau nyebut air itu "wata..wata" agak aneh sih jadinya di telinga hehehe...

IMG_1992-01
Penampilan menunta cantik banget

Secara rasa semuanya oke di lidah saya karena saya suka torikatsu yang crispy dan diaduk bareng scramble telurnya. Soba yang rasanya hambar pun ketika dicelupin di kuah kaldu jadi gurih. 

Mazilu Halal Beef Noodle 
Katanya sih Mazilu Halal Beef Noodle baru dibuka pada Agustus 2018, tahun 2019 awal pastinya masih happening banget diburu orang. Jadi Mazilu Halal Beef Noodle ini terkenal banget di China, setelah itu diboyonglah cabangnya ke Jepang. Waktu saya ke sana pun ramai banget, sepertinya yang datang nggak hanya muslim saja tapi juga non muslim.


IMG_3360-01
Mazilu Halal Beef Noodle
IMG_3361-01

Ketika masuk di restorannya langsung datang ke meja receptionist di bagian depan, saya memilih menu setelah itu dibantu memesan lewat mesin yang disediakan. Saya memilih dengan menu standart dengan pilihan mie tipis seharga 880 yen (Rp. 115.000,-) Untuk minumnya ocha free refill.

Sebelum mencicipi Mazilu, pengunjung diberikan celemek plastik supaya kalau nyeruput kuah nggak sampai kena baju. Lihat porsi mienya di Mazilu bikin saya takjub, karena mangkoknya aja gede banget yang berisi mie dan kuah penuh hingga ke atas mangkok. Kuah dari Mazilu Halal Beef Noodle ini bening berwarna kuning pucat ada rasa jahe ketika diseruput. Untuk beefnya banyak banget dipotong tipis lebar.


2019-01-21 09.17.40 1

IMG_3348-01
porsinya jumbo


Secara rasa menurut saya cukup, dibilang enak banget juga nggak wekekeke... Tapi ini kembali ke selera juga sih, karena dilihat dari antusiasme pengunjung Mazilu Halal Beef Noodle banyak direkomendasikan. Yang pasti kuah Mazilu ini bikin badan saya anget setelah seharian Tokyo diguyur hujan.

IMG_3351-01
saya pilih yang mie tipis

IMG_3353-01
dagingnya banyak


Cara ke Mazilu Halal Beef Noodle 
Lokasi Mazilu Halal Beef Noodle mudah banget saya temukan tanpa ada drama. Dari Jimbocho Station cari exit A7 setelah itu belok kanan menyusuri toko-toko buku sekitar 300 meter. Nanti ada Mazilu Halal Beef Noodle disebalah kanan dengan warna hijau putih.

Alamat: 
1-3-18,Kandajimbocho,Chiyoda-ku,Tokyo 101-0051 Japan 
Jam Buka: 
11:00〜15:00 17:00〜20:30 (perhatikan jam bukanya karena jam 15.00 hingga jam 17.00 istirahat)

CURRY HOUSE CoCoICHIBANYA Halal Akihabara 
Ada dua CURRY HOUSE CoCoICHIBANYA di Tokyo yaitu di Shinjuku dan Akibahara. Saya sempat mencari yang di cabang Shinjuku, tapi tidak menemukannya malah tersesat dan jajan KFC. Nah kalau di Akihabara ini mudah banget di temukan. Oia, jangan lupa CoCoICHIBANYA ini kalau yang berwarna kuning non halal, dan kalau berwarna hijau yaitu yang halal.

Saya datang ketika jam makan malam sekitar pukul 7 malam. Counternya kecil banget, kalau nggak salah ada cuma sekitar 10 kursi dengan meja berbaris menghadap ke pramusaji yang ala-ala Jepang banget. Waktu itu karena ramai banget dan full, saya harus menunggu dengan beberapa orang diluar restoran. Pengunjungnya banyak yang dari Indonesia dan Malaysia.

IMG_3222-01
Curry house halal akihabara

Setelah perjuangan 45 menit menunggu, saya dipersilahkan masuk. Saya memesan menu terfavorit yaitu Chicken Cutlet seharga 900 yen. Dengan harga tersebut porsi chicken cutlet pesanan saya ini banyak banget dan piringnya juga lebar, mulai dari nasi, chicken cutlet dan kuah karinya melimpah.

Sesuai dengan namanya di CURRY HOUSE CoCoICHIBANYA menunya memang nggak jauh-jauh dari curry seperti curry ala India, namun rempahnya tidaklah sekuat masakan India. Chicken cutlet merupakan ayam yang difillet lalu dikasih tepung roti lalu diguyur dengan curry. Enak sih ya, karena jenis makanan yang digoreng ala-ala fillet memang favorit saya.


IMG_3218-01
Porsinya jumbo

IMG_3219-01
Cara ke CURRY HOUSE CoCoICHIBANYA Halal Akihabara :
Mudah banget menemukan CURRY HOUSE CoCoICHIBANYA Halal Akihabara yaitu Stasiun Akihabara lalu cari exit Daouri Street. Setelah keluar stasiun jalan saja sampai menemukan CURRY HOUSE CoCoICHIBANYA yang ada di sebelah kiri. 

Jam Buka: 
Senin s.d Minggu
11.00 - 22.30

Tempura Halal "Tsunahachi" atau Ginza Itsuki 
Saya sangat merekomendasikan Tsunahachi atau disebut juga Ginza Itsuki (天丼専門 銀座いつき) menjadi ceklist utama menu halal di Tokyo. Menurut saya rasanya terfavorit karena beberapa hari di Jepang jarang makan gorengan wekekeke... Apalagi nih tempura halal di Jepang tuh memang nggak banyak.

IMG_3538-01
Lokasi Ginza Itsuki di dalam mall Ginza Nz di lantai 2
IMG_3539-01
Kalau dari C9 ini langsung terconnecting dengan mall Ginza Nz
IMG_3534-01
Didepan restoran

Saya lupa nama dari tempura yang saya pesan, yang pasti saya memesan dengan harga termurah yaitu 1.000 yen. Satu porsi terdiri dari nasi dan tempura yang berlimpah. Kalau nggak salah ada sekitar 4 tempura udang. Ada juga sayuran yang dibungkus dengan tepung, tahuwa dan kuah kaldu khas Jepang.

IMG_3528-01
Porsinya melimpah dengan tempura

IMG_3530-01
sayurnya juga dibuat crispy

Tempuranya super crispy. Cara makan saya yaitu telur goreng bulat yang isinya telur setengah matang ini saya aduk bersamaan dengan kuah yang saya campur nasi. Nah tempuranya saya cemil bersama dengan sayurannya yang crispy. Untuk dessert nya ada tahuwa atau kembang tahu.

IMG_3532-01
telur setengah matang yang saya aduk dengan telur


Cara ke Tempura Halal "Tsunahachi" atau Ginza Itsuki :
Waktu ke Ginza Itsuki ini seperti biasa tersesat karena mengikuti panduan blog. Nah menurut saya Ginza Itsuki paling mudah jika kita mengambil rute Ginza Station exit C9. Nanti kita naik tangga karena lokasinya ada di lantai 2. Susuri saja jalan yang ada di dalam lantai 2 mall "Ginza NZ". mudah banget menemukan Ginza Itsuki yang ada di sisi sebelah kanan.

Jam Buka: 
Lunch: 11:00 - 15:30 (last order 15.00) 
Dinner: 17:30 - 23:15(Last Order 22:00) 
Perhatikan jam buka karena pukul 15.30-17.30 Ginza Itsuki tutup

Halal Ouka Ramen (新宿御苑らーめん桜花) 
Ramen halal di Jepang itu sebenarnya nggak banyak, salah satu yang direkomendasikan adalah Halal Ouka Ramen. Waktu ke ramen ini, saya merasa bukan seperti di Jepang, karena baik pengunjung dan pelayan restoran menggunakan bahasa Indonesia dan Melayu.

IMG_3641-01
Halal Ouka Ramen


Saya memilih ramen ayam seharga 1.200 yen (Rp. 156.000). Seporsi ramen terdiri dari mie ramen, kuah kaldu berwarna kecoklatan yang diatasnya ada foam putih yang saya nggak tahu itu apa, bisa jadi keju. Lalu dipiring terpisah ada ayam goreng, telur, dan jagung muda. Lalu ada dessertnya kue mochi dan minumnya free refill.


IMG_3637-01
Ramen Halal Ouka

IMG_3638-01
Pendamping ramen

IMG_3640-01
Mochi


Secara rasa saya lebih suka ramen honolu yang pernah saya coba di Osaka (ramen honolu juga ada di Tokyo) tapi bukan berarti nggak enak ya.. karena kuah kaldu dan mienya cukup menghangatkan saya. Apalagi mochinya juga enak banget. Menurut saya harganya terlalu mahal untuk ramen karena ramen di Jepang biasanya di kisaran 1.000 yen

Cara ke Halal Ouka Ramen:
Shinjuku Gyoemmae exit 2, lalu jalan 200 meter
Alamat: 
1 Chome-11-7 Shinjuku, Tokyo 
Jam Buka: 
Senin – Kamis : 11:30 – 15:00/17:00 – 21:00 
Sabtu – Minggu : 11:30 – 21:00 Jumat Libur 

...

Okay, semoga referensi pencarian kuliner halal di Tokyo bisa jadi panduan selama di Tokyo. Jangan lupa share juga referensi kuliner halal di Tokyo. Sengaja saya mencari kuliner halal yang antimainstream karena seperti ramen Naritaya atau ramen Honolu sudah banyak dibahas di beberapa blog.

Ada beberapa restoran halal seperti sushi dan shabu-shabu tidak saya coba karena mahal, seperti hanasakaji san, gyumon, dan sumiyakiya rata-rata kalau dikurskan sekali makan perorang Rp. 500.000,-an. Beberapa referensi makanan halal lainnya di Tokyo tapi belum saya coba yaitu:

  1. Manekineko Yotsuya Sanchome 
    Kisaran harga antara 580-1.200 yen dengan menu ada curry, ramen dan beberapa snack. Konsepnya selain menyajikan makanan halal juga ada karaoke.

    Cara ke sana: Yotsuya-sanchome Station (四谷三丁目駅) Tokyo Metro line lalu jalan kaki dari Exit 1 of Yotsuya-sanchome Station.
  2. Sekai Kafe Asakusa
    Sekai Kafe halal ini menu-menunya seperti nasi goreng, burger, pizza, kentang dan menu ala kafe lainnya. 

    Cara ke sana: 
    Setelah turun di Stasiun Asakusa, berjalanlah menuju Kaminarimon. Dari Kaminarimon berjalanlah melewati Jalan Nakamise-dori sekitar 50 meter, lalu belok ke kiri.
  3. KO-SO Cafe Biorise 
    KO-SO Cafe Biorise ini berada di dalam mall Lions Plaza Ebisu 1F di daerah Shibuya. Suka banget sama konsep cafenya yang halal dan jarang banget di Tokyo. Sayang saya nggak sempat ke sana. Untuk menunya yaitu organik dan ada cake yang kisaran harganya masih aman antara 1.000 yen - 2.000 yen. 

    Cara ke sana:
    Ebisu Station (恵比寿駅), JR Yamanote, Saikyo lines
    Access: 4 minute walk from west exit of Ebisu station

CONVERSATION

4 komentar:

  1. mbaaaa, hiks, sayangnya pas ke jepang nanti aku bisa dibilang cm trnsit di tokyo. :( .. kyknya ga bakal sempet cari kuliner halal di atas, pdhl pgn. tp semoga di kota2 lain yg aku bakal datangin kuliner halalnya jg banyak. aku udh pake aplikasi halal local, demi bisa dpt yg halal di kota2 lain di jepang. dr semua di atas,aku pgn bgt coba yg curry :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kabari kalau ada info kuliner halal di Jepang lainnya wekekeke aku selalu kepo

      Delete
  2. Terima kasih rekomendasinya, mbak Vika. Insya allah Maret ini mau ke Tokyo lagi, bisa jadi pilihan makan di sana.

    ReplyDelete

Instagram

Follow Us