Kampung Biru Malang

Tujuan saya ke Kampung Biru Malang karena tidak sengaja. Waktu itu karena melewati kampung Jodipan saya juga melihat ada kampung biru yang lokasinya bersebelahan. Saya bersama rombongan keluarga besar memutuskan untuk mampir demi foto #OOTD di instagram.


kampung arema biru 1

Kami parkir di dekat SPBU yang diarahkan tukang parkir, saya juga melihat parkiran motor yang tertata rapi. Pintu masuk menuju Kampung Biru Malang tidak jauh dari lokasi parkiran. Dibandingkan dengan Kampung Jodipan, parkir mobil di Kampung Biru Malang ini lebih mudah dan banyak spot parkir.

Di pintu masuk saya sudah melihat puluhan anak tangga. Lokasi Kampung Biru Malang naik turun dari jalan utama. Ada beberapa pintu masuk di Kampung Biru Malang sesuai dengan tempat parkir terdekat. Setiap pintu masuk yang berupa gapura pemukiman ini dijaga oleh ibu-ibu warga kampung ini.


kampung arema biru 5

Setelah turun tangga kami dikenakan biaya tiket masuk Rp. 3.000,-  sudah dapat gantungan kunci kerajinan tangan dari warga Kampung Biru Malang yang bisa pilih sepuasnya. Untuk anak-anak di bawah 10 tahun tidak dikenakan biaya masuk. Suka banget sama konsep masuk wisatanya karena memajukan perekonomian warganya.


kampung arema malang 8

Sedikit cerita tentang Kampung Biru Malang karena gagasan dari Pemerintah Malang yang ingin menghapus kampung-kampung kumuh yang ada di Malang. Proyek ini terlaksananya dengan adanya CSR dari perusahaan cat tembok. Kampung yang dulunya kumuh di sekitaran Brantas dicat warna biru semua, idenya kayak di Maroko. Warna biru juga dari kebanggaan klub sepak bola andalan Malang yaitu Arema.

Meskipun dijadikan wisata, warga sekitar yang menghuni Kampung Biru Malang menjalankan aktifitas sehari-hari seperti biasa. Saya melihat anak-anak tetap bermain sambil berlarian meskipun banyak pengunjung yang datang. Kalo ke sini jangan sungkan atau malu di depan rumah warga ketika mereka asyik cuci baju atau jemur parkiran, cukup sapa atau tunjukkan senyum manis hehehe.. Bisa juga jajan camilan atau minuman yang dijual warga.


kampung arema malang 10

Cuaca hari itu mendukung sekali karena mendung, tidak panas meskipun jalan di siang hari. Kalo jalan di Kampung Arema Biru ini cocoknya sore hari sekitar jam 3-an untuk menghindari panas menyengat di Kota Malang.

Kami menyusuri gang-gang sempit yang ada di Kampung Biru Malang. Sayangnya karena saya jalan-jalannya dengan ibu saya, beliau sudah tidak kuat untuk naik turun tangga. Minusnya saya cuma dapat 5 jepretan karena beliau sudah ngos-ngosan.

Wisata Kampung Biru Malang memang tidak cocok untuk usia lanjut karena medan di Kota Malang yang khas naik turun. Kalau masih muda dan gemar foto pasti dapat spot yang banyak dan bagus. Mungkin saya harus kembali lagi ke Malang untuk mencari spot-spot bagus di sana.


kampung biru malang 2

Find It:

CONVERSATION

4 komentar:

  1. Wah aku kemarin nggak ke Kampung Jodipan dan Kampung Biru, ujan seharian

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini paginya juga hujan, untung siang bersahabat dan sore hujan lagi :(

      Delete
  2. Serasa lagi di Maroko atau Jodhpur India nih. Keren... Dulu pas ke Malang belum ada kampung biru T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah semoga kesampaian sayanya ke Maroko atah Jodhpur. Iya kampung Biru baru tahun ini :)

      Delete