Yuk, Cek Sinergisme Akal, Fisik dan Sosial Anak!

Saya masih perkembangan si Nay waktu tahap usianya menginjak 2 tahun. Kala itu saya selalu membanding-bandikan tumbuh kembangnya dengan anak teman-teman saya yang usianya sama. Contohnya mulai dari tengkurap, mengangkat kepala, duduk, merangkak hingga berjalan. Pun ketika dia berjalan di usia 1 tahun lebih 2 minggu betapa bahagianya saya, si Nay tumbuh kembang sesuai umur.

Sebagai seorang ibu saya selalu memantau perkembangan anak saya, ada sih ART di rumah tapi hanya untuk membantu membersihkan rumah, sedangkan untuk merawat, mengasuh dan mendidik  anak, yaitu saya sendiri yang turun tangan bersama suami.

2018-12-16_09-09-39




Sinergisme Akal, Fisik dan Sosial
Saya menghadiri acara "Sudahkah Si Kecil Tumbuh Kembang Sesuai Usianya?" yang diadakan oleh Parenting Club dan Clozette. Acara juga dihadiri oleh Margenie "Miss Grand Indonesia 2014" yang memiliki dua putra dan dr Ahmad Suryawan, SpA(K) "Dokter Spesialis Anak - Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial".

2018_1216_22000700-01

Dalam acara ini banyak ilmu yang saya dapatkan tentang tumbuh kembang anak. Menurut Dokter Wawan agar kepintaran dan perilaku si Kecil seimbang, aspek akal, fisik, dan sosial harus bekerja secara sinergis yang mampu mencerminkan kemampuan si Kecil dalam merespon, berpendapat serta menunjukkan keinginannya dan meluapkan emosinya. serta mengembangkan alternatif untuk si Kecil saat memecahkan masalah yang dihadapi.

Segala sesuatu tidak bisa didapat secara instan Mams, begitu pula pembentukan aspek akal fisik dan sosial si kecil yang membutuhkan proses yang cukup panjang dan harus dipantau secara terus menerus. Empat aspek perkembangan dasar yang harus dipantau yaitu:

  1. Aspek Gerak Kasar 
    Aspek gerak kasar adalah kemampuan anak untuk mengembangkan aktivitas yang menggunakan kekuatan otot-otot besar penyangga tubuhnya. Misalnya, tengkurap, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, naik-turun tangga, dan sebagainya.

  2. Aspek Gerak Halus
    Aspek gerak halus adalah kemampuan anak dalam hal mengembangkan keterampilan yang membutuhkan koordinasi antar otot-otot kecil, yang juga melibatkan berbagai fungsi indera. Misalnya, meraih mainan di depannya, memegang pensil, menulis, dan sebagainya.

  3. Aspek Bicara-Bahasa
    Aspek bicara-bahasa merupakan keterpaduan antara kemampuan anak untuk memahami berbagai informasi yang didapatkan dari lingkungannya dengan kemampuannya untuk mengekspresikan ide dan keinginannya secara verbal atau melalui kata-kata.

  4. Aspek Sosialisasi-Kemandirian
    Aspek sosialisasi-kemandirian adalah kemampuan anak untuk mengembangkan berbagai aktivitas kemandirian sebagai hasil dari pengalaman berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Misalnya, makan sendiri menggunakan sendok/garpu, cuci tangan, melepas/memakai baju sendiri, dan sebagainya.

Nah kalau anak kita sering menirukan kebiasaan yang ada disekitarnya karena fase dua tahun pertamanya adalah periode emas pada anak. Pertumbuhan otak si kecil berlangsung paling pesat dibandingkan fase lain dalam hidupnya. Kepintaran anak pun mengalami perkembangan sangat berarti selama periode emas yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidup ini. Terkadang secara tidak sadar anak akan menirukan apa yang sering diucapkan orang tuanya dan juga kebiasaan orang tua.

Akal, Fisik dan Sosial harus bersinergi untuk mendapatkan kecerdasan cemerlang dan perilaku yang baik. Penguasan kepintaran Akal Fisik dan Sosial yang tidak berjalan sinergi atau tidak seimbang akan menyebabkan perkembangan kepintaran tidak dapat seimbang dengan pembentukan perilaku.

Hal ini juga diamini oleh Margenie bahwa Akal, Fisik dan Sosial memang harus berjalan sinergi. Ketika Talk Show sempat putra sulungnya menangis karena waktunya si Mario tidur siang. Meskipun menangis di depan, tapi Mario mengungkapkan emosinya dengan tidak suka mamanya membawa Mic. Mario tidak langsung kabur atau gulung-gulung di depan acara, perilaku ini masuk dalam aspek bicara-bahasa yang mampu mengungkapkan emosinya.

2018_1216_22000300-01
2018_1216_21595100-01


Cek Sinergi Akal, Fisik dan Sosial Pada Anak
Memantau sinergisme Akal, Fisik, dan Sosial yang dilakukan secara rutin dibutuhkan untuk mengetahui perubahan kemampuan anak di setiap tahapan usianya. Hal tersebut sangatlah penting karena kepintaran di usia awal akan membentuk kepintaran di usia selanjutnya. Apabila terjadi gangguan pada satu jenis kepintaran tertentu di usia-usia awal, maka anak akan sangat terancam tidak mampu untuk menguasai banyak kemampuan di usia selanjutnya.

Mams bisa memantaunya dalam website www.parentingclub.co.id dalam kalkulator AFS yang dapat dipantau setiap hari. Kalkulator ini dapat membantu menilai tingkat sinergi Akal Fisik dan Sosial si Kecil usia 6 bulan sampai 7 tahun. Jawab pertanyaan sesuai dengan jenjang umur si Kecil di sini dan temukan hasil serta rekomendasi yang tepat untuk mengembangkan sinergi Akal Fisik Sosial si Kecil.



 

Dalam Kalkulator AFS yaitu 89% meliputi kehebatan akal 67%, kehebatan fisik 100% dan kehebatan sosial 100%. Hasilnya tidak bisa sampai 100% karena anak saya belum mandiri dalam makan dan berpakaian jadi saya menjawabnya tidak. Dua minggu lagi saya bisa mengecek lagi kalkulator AFS untuk memantau lagi tumbuh kembangnya. Cek link Kalkulator AFS


Belajar Membuat Boneka Dari Kaos Kaki
Acara Parenting Club yang diadakan di Society Club Surabaya berlangsung santai namun banyak ilmu yang didapat. Setelah acara parenting ada sesi menjahit boneka dari kaus kaki. Dalam acara yang berlangsung 10 menitan menjahit untuk membuat boneka saya gagal membuat tangan wkwkwkwk...

2018-12-16_09-32-58
2018_1216_21592100-01
2018_1216_21591300-01

Thanks Parenting Club dan Clozette atas ilmu tentang perkembangan anak. #KalkulatorAFSReview

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment

Instagram

Follow Us