Mempersiapkan Dana Darurat dan Bermain Reksadana

Dalam acara kopdar Investarian session 2 membahas tentang dana darurat. Saya sangat setuju dana darurat harus dipersiapkan dan dipikirkan mulai sekarang. Dana darurat misalnya sakit, atau tiba-tiba pemeliharaan rumah yang kebutuhannya tidak terduga, dan tentunya keadaan yang tidak diharapkan.

Alhamdulilah untuk kesehatan keluarga, kami dicover seluruhnya dari perusahaan tempat suami bekerja, jadi saya tidak memikirkan untuk biaya kesehatan ataupun melahirkan. Namun baru saja rumah saya butuh pemeliharaan yang tidak terduga. Tiba-tiba saja atap rumah ambruk dan cat tembok pagar mengelupas, dan saya belum ada persiapan dana karena baru saja bayar pajak mobil. Seandainya saja saya ada dana darurat pasti rumah saya langsung saya renovasi.

Untuk menghitung dana darurat sebaiknya minimal 6x pendapatan perbulan, ini untuk hitungan amannya. Jika ada kejadian darurat seperti kasus saya maka kita tidak perlu pusing memikirkan dana segera. Namun, permasalahan dalam dana darurat yaitu inflasi yang prosesnya terjadi setiap waktu. Ya, contohnya harga Indomie waktu saya masih kecil Rp. 350,- sekarang Rp. 5.000,- atau waktu SD saya diberikan uang saku Rp. 200,- sekarang anak saya ke sekolah bawa uang saku perhari Rp. 2.000,- Begitulah inflasi selalu merangkak naik.


Nah, jika kita memiliki, investasi reksa dana maka tidak perlu dipusingkan dengan dana darurat juga inflasi. Reksa dana perputarannya stabil dan meningkat sehingga aman untuk investasi, buat pemula yang nggak tahu apa-apa seperti saya, memilih reksa dana adalah pilihan yang tepat.


Nabung atau invest?
Kalo mengikuti nasehat orang tua, kita selalu dianjurkan menabung dan membuka rekening di Bank. Nggak salah sih menabung, cuma ya tumbuhnya gitu-gitu aja, sedangkan jika kita invest maka bisa tumbuh dan inflasi. Invest jauh lebih besar keuntungannya, meskipun naik turun namun bisa mengalahkan investasi.




Jika kita invest maka kita bisa memulai dengan reksa dana. Reksa dana Adalah program investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor, dan berinvestasi pada beragam instrumen, serta dikelola secara profesional oleh perusahaan pengelola aset (Manajer Investasi).

Dengan keuntungan yang didapat antara lain:
Fleksibel: Banyak pilihan produk sesuai kebutuhan investasi
Likuid: Bisa dicairkan kapan saja, tanpa jangka waktu
Aman: Terdaftar dan diawasi OJK
Bebas Pajak: Hasil investasi reksa dana tidak dipotong pajak
Terjangkau: Mulai Rp. 10 ribu!

Jenis dari Reksa Dana yaitu:
Reksa Dana Pasar Uang Seluruhnya instrumen pasar uang. Potensi hasil & fluktuasi cenderung stabil.
Reksa Dana Pendapatan Tetap Minimal 80% obligasi. Potensi hasil & fluktuasi rendah.
Reksa Dana Campuran Porsi obligasi dan saham lebih imbang. Potensi hasil & fluktuasi sedang.
Reksa Dana Saham Minimal 80% saham. Potensi hasil & fluktuasi tinggi.

Cara invest dari Reksa Dana yaitu:
Pembelian (subscription) Ketika kita berinvestasi di reksa dana, dana yang kita investasikan dibelikan “unit” reksa dana.
Investasi berkembang Selanjutnya, nilai investasi kita akan naik-turun seiring dengan naik-turunnya harga unit reksa dana.
Pencairan (redemption) Kapanpun, ketika dirasa nilai investasi telah berkembang cukup banyak, kita dapat mencairkan “unit” reksa dana kita, dan menikmati hasilnya.

Cara Memulai Reksa Dana
Bagi pemula yang ingin invest dalam reksa dana, pastinya jika belum mendapat informasi yang lengkap tentang reksa dana pasti sudah takut duluan. Tenang, reksa dana tidak seseram itu kok. Pahami dulu tentang Reksadana Pendapatan Tetap yaitu reksa dana yang diinvestasikan ke obligasi dan deposito. Dalam investasi ini ada ketentuan 80% dana harus diinvestasikan ke obligasi, sisanya baru ke deposito.




Reksadana Pendapatan Tetap termasuk investasi yang jangka waktunya menengah antara 3-5 tahun. Reksa dana pendapatan keuntungannya lebih tinggi, namun juga memiliki resiko lebih tinggi. Namun jika khawatir tentang naik turun dan resikonya bisa kok dialihkan ke reksa dana pasar uang yang lebih stabil. Intinya sih pencairan dan pengalihan mudah kok, sedangkan reksadana Pasar Uang investasinya ke obligasi. Untuk yang baru memulai reksa dana sebaiknya memilih Reksa Dana Pasar Uang yang cenderung lebih stabil.

Dalam perencanaan saya, karena sebulan dijatah dari suami maka dana darurat saya yaitu Rp.72.000.000 yaitu 5% dari uang bulanan suami yang diberikan ke saya setiap bulan. Lalu renovasi rumah sekitar Rp. 30.000.000,- dan kebutuhan pokok saya traveling saya sekitar Rp. 10.000.000,- hehehehe Jadi total investasinya yaitu: Rp. 6.800.000,- Yuk, hitung dan rencanakan masa depan, seru banget bisa tahu kebutuhan kita.



www.klikmami.com

CONVERSATION

3 komentar:

  1. Aku lebih suka reksadana saham atau yang campuran, mbak. Lebih berasa kenaikannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekalian uji nyali hehehehe aku juga sih lebih deg-degan soalnya :)

      Delete
  2. Zaman sekarang nabung ajah gak cukup, kita butuh investasi juga

    ReplyDelete